Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Latest Posts

Capres 01 Joko Widodo (Jokowi) kerap disebut lemah dalam hubungan luar negeri. Hal itu menjadi sorotan jelang debat keempat antarcapres yang salah satunya bertemakan hubungan luar negeri. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf pun membantah hal tersebut.

"Tentang hubungan luar negeri saya kira pemerintahan Jokowi telah menunjukkan kepemimpinannya yang sangat kuat terutama di ASEAN, Indonesia masih disegani sebagai negara yang berpengaruh di ASEAN," kata Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (25/3).



Ace memberikan contoh lain, yakni pada pemerintahan Jokowi indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Kemudian, Indonesia kerap aktif dalam forum ekonomi G20 hingga menjadi tuan rumah pertemuan IMF.

Capaian itu, kata Ace, menunjukkan Indonesia adalah salah satu negara yang berpengaruh, sekaligus membantah stigma bahwa Jokowi memiliki politik luar negeri yang lemah.

"Oleh karena itu tidak benar kalau dikatakan bahwa pak Jokowi jarang ke forum luar negeri. Justru kehadiran Pak Jokowi di luar negeri itu beliau menunjukkan marwahnya sebagai presiden," ujar dia.

Jokowi juga kerap disebut lemah dalam politik luar negeri lantaran ia kerap absen dalam forum internasional. Menurut Ace, anggapan tersebut juga tidak tepat. Ia mengatakan, ada kalanya Jokowi cukup memerintahkan perwakilan luar negerinya. "Jadi tidak semua forum inernasional itu harus dihadiri oleh Pak Jokowi," ujar dia.

Ace juga menyoroti aktivitas Indonesia di dunia Muslim. Indonesia turut berperan aktif menyelesaikan berbagai konflik yang ada di negara-negara Muslim.

"Pak Jokowi diakui oleh dunia bahwa dengan Islam Indonesia yang moderat, wasthiyah, itu menunjukkan bahwa indonesia memiliki peran yang sangat luar biasa bagi kehidupan internasional," ujar dia.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut capres petahana Joko Widodo saat ini malah mempersempit basis pemilih dengan sejumlah narasi dan tindakan. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menolak anggapan Fahri.

"Pak Jokowi itu merangkul semua golongan. Mana ada mempersempit pemilih? Pak Fahri lihatnya terlalu simplistis dan tidak mendalam," ujar anggota TKN Tsamara Amany saat dimintai konfirmasi, Senin (25/3/2019).



Tsamara menyebut Jokowi merangkul banyak golongan dari berbagai latar. Tsamara juga mengungkit sosok Ma'ruf Amin yang disebutnya pemersatu.

"Ada berbagai macam golongan di kubu Pak Jokowi, dari berbagai latar belakang, ada yang berlatar belakang NU, Muhammadiyah, HMI, ada sosok seperti TGB. Ada tua-muda, pengusaha, aktivis, purnawirawan, dan sebagainya," kata Tsamara.

"Bahkan Kiai Ma'ruf sendiri juga pemersatu dari berbagai kelompok keagamaan. Kalau ada pernyataan tegas terhadap gerakan yang hendak mengganti Pancasila, itu namanya sebuah sikap, bukan upaya mempersempit golongan," imbuh politikus PSI itu.

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Arsul Sani menyebut segmen pemilih Jokowi kini makin meluas, bukan sempit seperti kata Fahri. Dia membeberkan alasan-alasan mengapa segmen pemilih Jokowi kini dianggap makin beragam.

"Basis pemilih Pak Jokowi justru dari sisi segmentasi malah lebih melebar atau meluas. Sekarang ini makin banyak segmen-segmen pemilih muslim yang sebelumnya percaya dengan pelabelan sosok Jokowi melalui hoax, fitnah, dan ujaran kebencian sebagai sosok yang anti-Islam, pro-asing-'aseng', dan pro-PKI makin mendekat ke paslon 01. Jadi yang kami lihat berkebalikan dengan yang FH sampaikan," tegas Arsul.

Sebelumnya diberitakan, Fahri menilai Jokowi saat ini tengah mempersempit 'pasarnya' sendiri. Fahri memandang sebenarnya peluang petahana untuk menang kembali sangat terbuka. Untuk Jokowi, dia menyebut sang petahana sedang mempersempit basis pemilih.

"Dia menjadi terlalu partisan. Saya sering katakan, untuk menjadi orang yang terpilih kembali di Indonesia sangat tidak susah. Cukup Anda tebar payung besar, menjadi pemimpin yang rekonsiliatif, terpilih, dan terpilihnya dahsyat. Lihat Pak SBY, kan terpilihnya tinggi sekali, rekonsiliatif saja," ucap Fahri.

"Keadaan mah relatif sama begitu ya, tetapi karena dia rekonsiliatif, jatahnya itu kalau tidak ada, kalau mampu mengurai atau menjulurkan payung besar di kepemimpinannya, petahana itu terpilih. Tapi Pak Jokowi sayangnya menciptakan konflik dan mempersempit basis pemilihnya," sambung Fahri.
Kampanye Perdana, Jokowi Temui Pendukungnya di Banten
Calon presiden Joko Widodo mengawali kampanye terbuka dengan menyapa para pendukungnya di Stadion Maulana Yusuf, Cicera, Serang Banten pada Ahad (24/3). Dalam kesempatan itu, Jokowi kembali mempromosikan tiga kartu sakti yang diinisiasi beberapa waktu lalu.

"Tapi ini adalah program baru yang akan kita laksanakan mulai tahun depan, setelah kita semua melewati Pilpres pada 17 April nanti," kata Jokowi saat menyampaikan orasi politiknya.

Program tiga kartu sakti, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra-Kerja. Jokowi mengatakan, anak-anak lulusan SMA, SMK hingga perguruan tinggi diminta untuk mencari kartu pra-kerja guna menerima kepastian mendapat pekerjaan.

Dia mengatakan, kartu tersebut nantinya akan memberikan pelatihan baik di kementerian, BUMN, atau Balai Latihan Kerja (BLK). Capres nomor urut 01 itu melanjutkan, pelatihan itu nantinya dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri guna memudahkan mencari pekerjaan.

"Tapi kalau belum dapet pekerjaan akan ada insentif honor enam bulan hingga satu tahun sampai dapat kerja," kata Jokowi.

Kartu lainnya yang diperkenalkan adalah kartu sembako murah. Jokowi juga kembali mengampanyekan KIP kuliah. Dia mengimbau, warga yang tidak mampu, tetapi ingin berkuliah untuk mencari kartu tersebut.

Dalam kampanye perdana itu, Jokowi juga melakukan simulasi pencoblosan surat suara. Mantan gubernur DKI Jakarta itu mempraktekan di depan massa pendukungnya untuk memberikan suara mereka kepada dirinya dan Ma'ruf Amin selanjutnya memasukan kertas ke kotak suara.

"Saya titip, ingat bahwa hari Rabu 17 April itu jangan lupa pilih yang baju putih, saya ulang pilih yang baju putih karena putih adalah kita," kata Jokowi.

Sementara, hadir dalam kampanye terbuka perdana itu adalah Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Ketua Umum PSI Grace Natalie, Ketua Umum PKPI Diaz Hendroproyono, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Kegiatan itu juga dihadiri Ketua TKN KIK Erick Thohir dan Ketua Harian TKN Moeldoko. Hadir pula Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Sayangnya, cawapres Ma'ruf Amin batal menghadiri kampanye terbuka perdana itu.

Masa kampanye politik dan iklan kampanye pemilu terbuka akan dimulai Ahad (24/3) hingga 13 April 2019. Bawaslu meminta para peserta Pemilu 2019, yaitu 16 partai politik dan pasangan capres-cawapres mengedepankan adu gagasan dan program.
Gubernur Bali I Wayan Koster mendoakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dapat memenangi kontestasi Pilpres 2019. Koster berharap Jokowi yang merupakan capres petahana dapat kembali melanjutkan pembangunan di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Koster saat menghadiri acara simakrama atau silaturahmi bersama tokoh dan masyarakat Bali di Ardha Chandra Kecamatan Denpasar Selatan Kota Bali, Jumat 23 Maret 2018. Acara tersebut juga dihadiri Jokowi.



"Kami terus mendoakan, mudah-mudahan Bapak Jokowi terpilih kembali sebagai presiden. Itu harapan kami demi tegaknya ideologi Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika," kata Koster.

Dia mengatakan, Bali merupakan daerah adat istiadat, seni, dan budaya yang menjadi aset masyarakat Pulau Dewata dan juga bangsa Indonesia. Upaya melestarikan adat istiadat, seni dan budaya sepenuhnya dijalankan oleh desa adat dengan cara swadaya.

Ia pun meminta kepada Jokowi agar pemerintah mengucurkan dana bantuan untuk desa adat, seperti dana desa dan dana kelurahan.

"Kami mohon perhatian secara khusus kepada Bapak Presiden. Kiranya berkenan untuk mempertimbangkan pemberian alokasi anggaran untuk desa adat di Bali. Sesuai kemampuan keuangan negara," kata Koter
Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengajak masyarakat untuk berani melawan hoaks yang banyak beredar baik di media sosial maupun di dunia nyata. Jokowi pun meminta kepada masyarakat untuk juga berani melawan kabar fitnah dan kabar bohong.



"Tanggal 17 April 2019 tinggal 24 hari lagi. Hati-hati waktu tinggal 24 hari. Saya mengajak pada kita semuanya untuk berani dan melawan hoaks. Berani dan melawan kabar fitnah, kabar bohong," ujar Jokowi saat berpidato di acara Alumni Jogja Satukan Indonesia yang digelar di Stadion Kridosono, Kotabaru, Kota Yogyakarta, Sabtu (23/3).

Jokowi mengungkapkan saat ini peredaran hoaks, kabar fitnah dan kabar bohong tak lagi beredar di media sosial saja. Namun juga beredar dari pintu ke pintu.

"Sekarang (hoaks, kabar fitnah dan kabar bohong) tidak hanya ada di medsos tapi dari pintu ke pintu. Ini sudah ingin merusak Indonesia (lewat hoaks, kabar fitnah dan kabar bohong)," ungkap Jokowi.

Jokowi meminta kepada masyarakat agar berhati-hati pada hoaks, kabar bohong dan kabar fitnah yang disebarkan. Jokowi menyebut cara-cara yang dilakukan dengan menyebar hoaks dan kabar bohong ini sebagai politik yang tak beretika dan bertatakrama.

"Ada yang bilang kalau Jokowi- Ma'ruf Amin menang, pendidikan agama dihapuskan. Itu kabar bohong, fitnah hoaks. Ada yang bilang kalau Jokowi-Ma'ruf Amin menang, adzan akan dilarang. Hati-hati kabar seperti ini. Ini cara berpolitik tak beretika dan bertatakrama," tutup Jokowi.
Presiden Joko Widodo meninjau proses rekonstruksi dan rehabilitasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca diguncang gempa beberapa waktu lalu. Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo bakal mengawali kampanye terbuka di Tangerang, Banten dan berakhir di Jakarta. Kampanye terbuka atau rapat umum dijadwalkan KPU mulai Minggu 24 Maret hingga 13 April 2019.

Jokowi bersama cawapresnya, Ma'ruf Amin akan berkampanye keliling secara terpisah. Tapi khusus awal kampanye di Tangerang dan kampanye terakhir di Jakarta, Jokowi berkampanye bersama dengan Ma'ruf.

6

"Betul. Kampanye akan dibuka di Tangerang dan diakhiri di Jakarta," ujar Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong saat dikonfirmasi, Jumat (22/3).

Kampanye perdana di Tangerang akan dilanjutkan ke Denpasar, Bali pada hari yang sama.

Usai di dua tempat tersebut, Jokowi akan melanjutkan kampanye di Jawa Timur lalu ke Lhokseumawe, Aceh, dan Dumai, Riau.

Jokowi juga bakal berkunjung ke sejumlah wilayah di Kalimantan yakni Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, dan Mamuju di hari-hari berikutnya.

Sementara pada akhir bulan ini, mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan fokus mempersiapkan debat capres yang akan digelar 30 Maret mendatang.

Pasca debat, Jokowi kembali melanjutkan kampanye terbuka, yakni di Makassar dan Manado, Sulawesi. Ia juga akan berkampanye di Sorong dan Papua pada awal April.

Kegiatan kampanye Jokowi cenderung lebih banyak dilakukan di luar Pulau Jawa. Sejumlah wilayah seperti Bengkulu, Batam, Padang Sidempuan hingga Lampung termasuk wilayah yang menjadi tujuan Jokowi melakukan kampanye terbuka.

Setelah itu Jokowi akan mempersiapkan untuk debat terakhir pada 13 April sekaligus penutupan kampanye terbuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Selain Jokowi, TKN juga telah menyiapkan jadwal kampanye bagi Ma'ruf. Cawapres nomor urut 01 itu bakal mengawali kampanye dalam kongres dan rapat kerja nasional santri nasional di Jakarta pada 30 Maret 2019.

Mantan rais am PBNU itu juga bakal berkampanye dalam acara Isra Mi'raj akbar di Bandung, Jawa Barat pada awal April. Selama satu bulan, Ma'ruf akan fokus melakukan kampanye terbuka di wilayah Jabar di antaranya Garut, Sukabumi, hingga Banten.

Sementara di akhir masa kampanye terbuka, Ma'ruf akan melakukan kampanye bersama Jokowi di GBK sebelum sesi debat terakhir.
Pelaporan Terhadap Ma'ruf Soal Dianggap Biarkan Hoax Sangat Tidak Tepat
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menanggapi laporan terhadapnya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Ma'ruf dituding membiarkan penyebaran hoaks.

Hoaks yang dimaksud pelapor adalah pernyataan dalam sebuah pengajian. Pembicara bilang jika paslon 01 tidak terpilih, tidak ada tahlil dan zikir berkumandang di Istana. Menurut pelapor, Ma'ruf juga berada di pengajian tersebut.

Ma'ruf menyebut laporan yang diarahkan kepadanya tidak tepat. Menurut dia, itu adalah forum tertutup bukan ruang terbuka. Konteksnya juga antar ulama bertemu untuk saling mengingatkan.

"Apa salah saya? Kalau kenapa saya diam saja, karena menurut saya itu bukan sesuatu hal yang melanggar," ujar Ma'ruf Amin di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/3).

Ma'ruf menyebut yang hadir adalah ulama Nahdlatul Ulama. Para ulama tersebut saling mengingatkan karena paling ditakuti apabila paham Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) diganggu.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa ulama khawatir politik bakal merusak Islam. Sampai peringatan supaya paham intoleransi tidak menggusur ajaran Islam moderat di Indonesia.

"Karena itu jangan sampai soal politik merusak Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang Ahlussunah Wal Jamaah, Islam yang moderat itu jangan sampai tergusur dari Indonesia, karena Islam Rahmatan Lil Alamin, moderat itu yang bisa menjaga kerukunan di antara sesama bangsa, kalau itu Islam yang intoleran yang menjadi mainstream itu bahaya," jelas Mustasyar PBNU itu.

Anggota Advokat Peduli Pemilu menilai, Ma'ruf Amin tidak mengampanyekan anti-hoaks karena tidak menegur penceramah sebagaimana video tersebut. Ma'ruf dilaporkan ke Bawaslu dengan Pasal 280 ayat 1 huruf c dan d juncto Pasal 521 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Ma'ruf Amin dilaporkan ke Bawaslu oleh Anggota Advokat Peduli Pemilu. Pelapor menilai, Ma'ruf Amin tidak mengampanyekan anti-hoaks karena tidak menegur penceramah sebagaimana video tersebut. Ma'ruf dilaporkan ke Bawaslu dengan Pasal 280 ayat 1 huruf c dan d juncto Pasal 521 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Ulama Kharismatik Aceh, Tengku H. Nuruzzahri (Waled Nu) Samalanga bersama sejumlah massa yang tergabung dalam Relawan Nawacita Jokowi Lhokseumawe menggelar deklarasi dukungan untuk paslon Joko Widodo- Ma'ruf Amin. Mereka mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang telah bekerja nyata dan super terbaik.

"Dua kandidat capres- cawapres ini putra terbaik bangsa. Namun, pilihlah satu pemimpin yang kita senang. Yang super terbaik dari yang terbaik," kata Waled Nu dalam deklarasi dan silaturahmi yang digelar di Aula Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Selasa (20/3/2019).



Waled menyebut kiprah Jokowi- Amin sudah terbukti. Kendati demikian, dia meminta masyarakat Aceh untuk tidak saling menggunjing walaupun berbeda pilihan politik.

"Jangan sampai kita buat keributan. Jangan menggunjing orang lain dan jangan hoaks. Sampaikan yang baik- baik kepada sesama. Intinya, berbaik- baiklah walau berbeda tujuan," sebut Waled Nu.

Sementara itu, koordinator Relawan Nawacita Jokowi-Amin Lhokseumawe, Ahmad Subhan menyampaikan, deklarasi tersebut diikuti oleh ribuan peserta. Relawan tersebut datang dari berbagai desa yang ada di Lhokseumawe.

"Hari ini relawan yang hadir hanya seribuan, karena tempat hanya bisa menampung seribu relawan, masih ada ribuan relawan nawacita lainnya di Lhokseumawe," kata Ahmad Subhan dalam keterangannya.

Menurut Subhan, para relawan itu datang untuk mendengarkan pemaparan dari Tengku Hm Nuruzzahri atau yang akrab disapa Waled Nu tentang Jokowi-Ma'ruf. Para relawan juga diberitahu mengenai isu-isu yang berkembang selama kampanye.

"Kita juga lakukan silaturahmi dalam rangka konsolidasi, memberi pengetahuan bagi para relawan terkait isu-isu kampanye yang harus disampaikan oleh tim 01, untuk pemenangan Jokowi-Amin," sebut Subhan.

Salah seorang relawan, Nurdin Ismail alias Ayah Din mengaku mendukung Jokowi karena berpihak kepada rakyat. Dia pun meminta Waled NU untuk tetap memperjuangkan aspirasi warga apabila Jokowi terpilih kembali di Pilpres 2019.

"Dulu, BBM, Listrik dan Sembako tidak naik dan mencekik. Masa Jokowi malah naik. Ke depan, jika terpilih tolong hiraukan kami rakyat kecil," sebut Ayah Din.
Survei Indo Barometer: Elektabilitas Jokowi 50,2% vs Prabowo 28,9%
Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil surveinya terkait elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2019. Hasilnya, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul dari rivalnya, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dengan selisih di atas 20%.

Survei dilaksanakan pada 6-12 Februari 2019 kepada 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error dalam survei ini kurang-lebih 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan menggunakan simulasi gambar kedua paslon. Responden diberi pertanyaan 'seandainya pemilihan umum presiden dilaksanakan pada hari ini, dari 2 gambar pasangan calon tersebut, mana yang akan Bapak/Ibu/Saudara pilih sebagai Presiden-Wakil Presiden Republik Indonesia?'.

"Sekarang pasangan ini dengan simulasi kertas suara. Sebanyak 50,2 persen memilih Jokowi-Ma'ruf, 28,9 persen memilih Prabowo-Sandi, tidak menandai apa pun di kertas suara 20,9 persen. Jadi selisih elektabilitas itu di atas 20 persen," kata peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

Indo Barometer juga memberikan proyeksi perolehan suara pada pilpres 17 April 2019 nanti. Proyeksi dilakukan dengan membagi suara undecided voters dengan asumsi tidak ada peristiwa politik besar.

"Indo Barometer memberikan proyeksi 17 April 2019 yang akan datang. Jika tidak ada peristiwa politik yang besar, kemungkinan Jokowi akan mendapatkan 63,47 persen dan Prabowo 36,53 persen," jelas Hadi.

Berikut ini elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi berdasarkan survei Indo Barometer:

Simulasi gambar pasangan calon:
Jokowi-Ma'ruf 50,2 persen
Prabowo-Sandi 28,9 persen
Undecided voters 20,9 persen

Simulasi gambar calon presiden:
Joko Widodo 51,2 persen
Prabowo Subianto 28,9 persen
Undecided voters 19,9 persen

Simulasi gambar calon wakil presiden:
Ma'ruf Amin 44,5 persen
Sandiaga Uno 32,1 persen
Undecided voters 23,4 persen

Proyeksi perolehan suara pada 17 April 2019:
Jokowi-Ma'ruf 63,47 persen
Prabowo-Sandi 36,53 persen
Undecided voters 0 persen
Aktivis perempuan Zannuba Ariffah Chafsoh atau akrab disapa Yenny Wahid mengungkap alasannya mendukung pasangan  nomor urut 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Soal dukungan politik itu diungkap Yenny Wahid di sela-sela acara silaturahim nusantara bersatu di Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/3/2019) malam.

"Ada beberapa alasan mengapa saya memilih untuk mendeklarasikan dukungan ke Jokowi-Kiai Ma'ruf," ujarnya di acara yang dihadiri KH Ma'ruf Amin tersebut.

10

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang dihitung sebagai kekuatan besar, bahkan perekonomiannya terbesar di Asia Tenggara, dan diprediksi pada 2045 menjadi lebih besar.

"Tapi, prediksi hanya tinggal prediksi jika tidak disiapkan sejak sekarang segala sesuatunya," ucap putri kandung Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut.

Selain itu, kekuatan Jokowi yang pada pemerintahannya sekarang bersama Jusuf Kalla sukses membangun insfrastruktur darat dan laut menjadikan salah satu penyebab menguatnya perekonomian bangsa ini.

Tak cukup di situ, kata dia, Jokowi yang pada Pemilihan Presiden 2019 bersama KH Ma'ruf Amin telah menegaskan bahwa ke depan dibangun insfrastruktur dari berbagai arah, baik darat, laut maupun langit.

Infrastruktur langit, lanjut dia, bukan masalah hubungan dengan yang di atas (Tuhan YME), tapi lebih memastikan konektivitas ke seluruh daerah di Indonesia.

"Alasan-alasan di atas itulah yang menarik saya sehingga memutuskan mendukung Jokowi-Kiai Ma'ruf," kata perempuan kelahiran Jombang, Jawa Timur, tersebut.

Yenny Wahid juga memuji komitmen Jokowi terhadap masalah keadilan, yang disebutnya memiliki visi sama dengan pandangan almarhum ayahnya, Gus Dur.

Ia menjelaskan, Gus Dur selalu menghadirkan keadilan bagi masyarakat dengan cara memberikan hak yang sama bagi warganya, apapun suku, agama dan latar belakangnya.

"Nah, ini juga yang saya temukan dari Jokowi-Kiai Ma'ruf. Siapapun di bangsa ini bisa merasakan hasil pembangunan, tak hanya kota besar, tapi juga daerah terpencil. Sesungguhnya, itulah hakikat seorang pemimpin," katanya.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut hadir ribuan tokoh dari beragam agama, etnis dan suku, termasuk penggagas acara mantan wakil wali kota Surabaya, Arif Afandi.

Pemilihan Presiden 2019 diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

SDM

video

Dukungan

Cat-5

Cat-6