Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Latest Posts

Presiden Joko Widodo hadir dalam Malam Penghargaan Mitra Juara Gojek 2019 yang diselenggarakan di Allianz Ecopark, Ancol. Pada acara malam penghargaan yang dihadiri oleh ribuan mitra Go-Jek itu, Jokowi mengatakan ekonomi digital sangat memberi harapan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di acara yang digelar Kamis (11/4/2019) malam itu, Jokowi juga mengatakan pentingnya startup Indonesia untuk mengikuti jejak Go-Jek dalam melakukan ekspansi regional.



"Sudah saatnya startup-startup di Indonesia scale up dan mendunia seperti Go-Jek," kata Jokowi di hadapan mitra-mitra Go-Jek di Allianz Ecopark Ancol, sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (12/4/2019).

Jokowi menegaskan bahwa Go-Jek tidak akan maju tanpa peran mitra-mitranya, yakni para driver dan pelaku UMKM yang jumlahnya sudah mencapai jutaan di Indonesia dan Asia Tenggara.

"Dengan semangat optimisme, saya yakin kita akan melahirkan unicorn-unicorn baru, decacorn-decacorn baru di Indonesia," kata Jokowi.

Sebagai informasi Go-Jek saat ini sudah melebarkan sayap ke Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam. Perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim itu pun tengah menjajaki ekspansi ke Filipina.
Prabowo Kalah 19,8% di Survei SMRC, TKN: Tak Benar Ada Distrust ke Jokowi
Survei Saiful Murjani Research and Consulting (SMRC) menempatkan pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin unggul 19,8 persen dari Prabowo Subianto-Sandiaga menjelang pencoblosan. Tim Kampanye Nasional (TKN) mengatakan hasil itu membuktikan publik masih percaya kepada Jokowi.

"Ya yang saya katakan tadi, kalau ada yang bilang distrust atau ketidakpercayaan pada Jokowi, itu tidak benar," kata juru kampanye nasional TKN, Maruarar Sirait, di kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2019).

Pria yang akrab disapa Ara ini menyebut elektabilitas Jokowi mengalami peningkatan 3 kali lipat dibanding selisih perolehan suara pada Pilpres 2014. Menurutnya, hal itu semakin menguatkan bahwa kepercayaan publik kepada Jokowi sangat tinggi.

"Itu meningkat dari 6 persen ke 19 persen itu kali tiga. Ini tidak mungkin secara tiba-tiba ada peningkatan yang luar biasa. Sembilan belas persen itu setara kalau kita hitung ada 25 juta suara. Jadi ini kan sudah dipahamin oleh masyarakat ini kita melihat kepercayaan kepada Jokowi ini tinggi," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, SMRC melakukan survei terkait elektabilitas capres-cawapres di Pilpres 2019 menjelang pemungutan suara. Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul 19,8 persen dibanding Prabowo-Sandiaga menjelang pencoblosan pada 17 April mendatang.

"Dengan pengukuran langsung dengan pertanyaan seandainya pilpres dilakukan sekarang, maka pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat dukungan sebesar 56,8 persen, lalu Prabowo-Sandiaga sebesar 37 persen, yang belum memilih 6,3 persen," ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani saat rilis hasil survei di kantornya, Jl Cisadane, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/4).

Survei dilakukan pada 5-8 April 2019. Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan 2.285 responden dari seluruh provinsi di Indonesia.

Survei dilakukan dengan wawancara langsung tatap muka. Margin of error dalam survei ini kurang-lebih 2,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Politikus Golkar Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang mengingatkan para tokoh untuk menampilkan kata-kata yang baik ketika berada di ruang publik. Pernyataan itu merespons ucapan 'bajingan' yang disampaikan capres 02 Prabowo Subianto saat kampanye terbuka.

"Kewajiban kita semua untuk menghadirkan kata-kata baik di ruang publik. Dan kewajiban itu lebih kuat lagi bagi para tokoh yang menjadi panutan dan diyakini sebagai pemimpin," ujar TGB di Rumah Cemara, Jakarta, Rabu (10/4).



TGB menuturkan pemimpin perlu berkata baik mengingat Indonesia masih kental dengan konsep patronase. Ia berkata konsep itu membuat masyarakat meniru segala hal yang diperbuat oleh pemimpinnya.

"Jadi kita harus berhati-hati dan memastikan untuk jangan mengotori ruang publik lagi dengan ucapan-ucapan yang tidak baik," ujarnya.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini menjelaskan kesopanan merupakan karakter masyarakat nusantara.

Menurut dia, kesopanan bukan berarti tidak tegas. Ia berkata ketegasan bisa tetap terwujud tanpa diikuti dengan kata kasar.

"Negara kita sedang sakit, Ibu Pertiwi sedang diperkosa, hak rakyat sedang diinjak-injak. Segelintir orang, elite di Jakarta seenaknya saja merusak negara ini, mereka adalah... ini boleh enggak bicara agak keras di sini, Pak?" kata Prabowo sambil menengok ke kursi di belakangnya.

"Tinggal... tinggal 10 hari lagi deh, mereka adalah 'bajingan-bajingan'," ucap Prabowo yang disambut riuh massa.
Jokowi: Jangan Sampai Ada yang Ngomong Curang, Dihitung juga Belum
Capres petahana Joko Widodo meminta segala kabar yang beredar soal Pemilu 2019 diverifikasi kebenarannya. Jokowi juga menepis penghitungan surat suara di luar negeri sebagaimana beredar lewat broadcast WhatsApp.

"Penghitungan surat suara itu dilakukan nanti pada tanggal 17, mekanisme itu harus tahu. Nanti juga penghitungannya berjenjang. Jadi jangan sampai ada yang ngomong curang, curang, dihitung juga belum. Berjenjang," ujar Jokowi kepada wartawan di Depok, Kamis (11/4/2019).

Jokowi juga mempercayakan pengawasan pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2019. Semua 'mata', termasuk masyarakat, ikut mengawasi.

"Kalau ada yang curang di TPS mana, kalau ada yang curang di kecamatan mana, kalau curang di kabupaten mana, gampang sekali ngitungnya. Hitungannya berjenjang kok, semua masyarakat, semua anak muda yang memiliki aplikasi bisa dicek itu, bisa ngecek semuanya," papar Jokowi.

"Oleh sebab itu, seluruh rakyat saya ajak semua untuk melihat TPS, hasilnya dijepret, jadi kalau nanti ada yang curang gampang carinya," kata Jokowi.

Sebelumnya, KPU sudah menepis broadcast yang berisi hasil pemungutan suara Pilpres 2019 di luar negeri. Menurut KPU, hasil pemungutan suara di luar negeri baru diketahui setelah proses penghitungan suara pada 17 April 2019.

"Hoax, penghitunganya baru dilakukan pada 17 April. Dapat kami pastikan itu hoax, mengapa demikian? Ada early voting atau pemilihan umum di awal waktu, kalau di dalam negeri 17 April, di luar negeri mulai tanggal 8 hingga 14 April, bisa juga sebelumnya, yaitu pengiriman pos, itu kegiatan pemungutan suara, perhitungannya 17 April, bagaimana mungkin dihitung saja belum tapi udah muncul," kata Komisioner KPU Viryan Aziz, Rabu (10/4).

Viryan Aziz mengatakan hanya pemungutan suara yang dilakukan lebih dulu di luar negeri. Sedangkan penghitungan suara tetap dilakukan pada 17 April 2019 di kantor perwakilan luar negeri Indonesia.
Berbagai modus penggelembungan suara dalam pemilihan presiden ditemukan di berbagai tempat. Di Malaysia, ada modus penggelembungan suara dengan memanfaatkan pengiriman surat suara via pos dan drop box. Semua itu terjadi pada Pilpres 2019.

Saat itu, hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Panwaslu Kuala Lumpur seorang saksi mengatakan ribuan surat suara dikirimkan ke kantor sejumlah partai politik cabang Kuala Lumpur. Jumlahnya bervariasi, antara 2.500 dan 3.000. Seorang pengurus partai pendukung Prabowo-Hatta mengatakan ribuan surat suara itu akhirnya ditusuk anak buah saksi tersebut.

2

Kejadian tersebut kini terjadi kembali pada Pilpres 2019, bedanya mereka kini menjadi korban kecurangan pemilu. Berdasarkan fakta dilapangan, kubu 02 melakukan penggerebekan di sebuah ruko dan ditemukan kertas suara tersebut telah tercoblos.

Panwaslu Kuala Lumpur, Yaza Azzahra mengatakan berdasarkan keterangan dari Sekber Satgas Badan Pemenangan Prabowo Sandi,  pelaku pencoblosan surat suara ilegal adalah seorang WNI. Para pelaku mengaku diberi upah 50 sen ringgit per surat suara. Sayangnya Azzahra sendiri tidak sempat menemui para pelaku, karena kabur terlebih dulu.

Logika akal sehat, bagaimana mungkin BPN mengetahui pelaku pencoblosan adalah WNI dan mengaku diberi upah 50 sen ringgit per surat suara sedangkan pelaku berhasil kabur.

Lantas, bagaimana mungkin surat suara dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri, dan pihak keamanan di Kedubes bisa keluar dalan jumlah cukup besar ke sebuah ruko kosong ke wilayah yurisdiksi di luar kedutaan Indonesia. Ada persengkongkolan jahat yang dilakukan kubu 02 yang bekerja sama dengan Ketua Panwaslu Kuala Lumpur, Malaysia Yaa Azzahra.
10 Poin Kecurigaan Ketua NasDem soal 'Surat Suara Tercoblos di Malaysia'
NasDem mencurigai temuan surat suara tercoblos di Malaysia, yang berawal dari laporan relawan PADI (Prabowo-Sandi). Bagi NasDem, ada sejumlah hal yang mencurigakan.

"Keganjilan lain adalah bagaimana mungkin surat suara dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri, dan pihak keamanan di Kedubes bisa keluar dalam jumlah cukup besar ke sebuah ruko kosong ke wilayah yurisdiksi di luar Kedutaan Indonesia," kata Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Willy membuat 10 poin analisis soal peristiwa temuan surat suara tercoblos itu. Berikut analisis Willy selengkapnya (tanpa diedit):

Menyikapi dinamika yang berkembang di Selangor Malaysia, dengan kasus tercoblosnya partai dan calon tertentu, berikut ini sikap resmi DPP Partai NasDem:

1. Pemungutan suara di Malaysia menggunakan tiga metode pemberian suara a. Pemberian suara di TPS b.
Pemberian suara dengan Kotak Suara Keliling dan c. Pemberian suara via amplop.
2. Video yang viral soal suara yang tercoblos jika diamati sepintas adalah surat suara yang akan dikirim dengan pos.
3. Ada keganjilan dalam video tersebut yaitu amplop yang ada belum terkirim tetapi sudah dicoblos. Logikanya jika amplop sampai ke tangan penerima tentu akan muncul persoalan.
4. Keganjilan lain adalah bagaimana mungkin surat suara dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri, dan pihak keamanan di Kedubes bisa keluar dalam jumlah cukup besar ke sebuah ruko kosong ke wilayah yurisdiksi di luar kedutaan Indonesia.
5. Keganjilan berikutnya adalah ruko kosong itu ditemukan seseorang lalu diviralkan.
6. Maka sangat mungkin kejadian di Malaysia ini sarat dengan kepentingan politik untuk mendelegitimasi Pemilu dan pihak penyelenggara Pemilu oleh pihak-pihak yang takut kalah dengan menyebut bahwa Pemilu curang dsb. Fakta ini beriringan dengan fakta di berbagai survei menjelang 17 April kubu Prabowo Sandi telah kalah oleh Jokowi Makruf Amin.
7. Karena itu NasDem mendorong pihak Bawaslu Republik Indonesia dan Kepolisian RI untuk mengusut tuntas kasus ini apakah ini fakta atau rekayasa politik untuk mendelegitimasi Pemilu.
8. NasDem mendorong dibukanya secara terang benderang kasus ini di hadapan hukum untuk memastikan Pemilu berjalan dengan luber dan jurdil.
9. NasDem sepakat jika kasus ini belum tuntas pemungutan suara di Malaysia sebaiknya ditunda.
10. Jika fakta ini adalah sebuah pidana Pemilu, maka NasDem mendorong utk mengusut semua pihak tanpa kecuali dan bertanggung jawab di depan hukum.

Berangkat dari poin-poin tersebut Partai NasDem mengimbau semua pihak untuk berhati-hati dengan skenario kotor (dirty operation) dari kasus surat suara di Selangor. Sebab, kuat diduga ada yang main api untuk membakar rumah sendiri.

Jakarta, 11 April 2019

Willy Aditya
Ketua DPP Partai NasDem
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali mengkritik gaya kampanye Prabowo Subianto yang kerap melontarkan kata-kata keras. Kubu 01 mengingatkan kampanye seharusnya dilakukan dengan sejuk.

"Kampanye itu menawarkan gagasan dan ide baru. Bukan jadi ajang caci maki dan lontaran emosional. Rakyat butuh tindakan konkret dan bukan cuma marah-marah," ujar juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago, kepada wartawan, Rabu (10/4/2019).

10

Irma lalu membandingkan gaya kampanye Jokowi yang disebutnya jauh lebih sejuk dibanding Prabowo. Pasangan cawapres Sandiaga Uno itu diminta lebih memperhatikan kembali gaya berkampanyenya.

"Gaya kampanye Jokowi lebih sejuk. Penuh canda tawa dan membangun optimisme. Tolong Prabowo lebih beradab sedikit dalam bertutur kata," sebut Irma.

Politikus NasDem itu juga menyoroti pernyataan Prabowo soal wartawan. Irma mengingatkan kehadiran wartawan untuk meliput merupakan tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang.

"Jadi jangan dituding yang tidak-tidak. Wartawan pun mungkin sudah malas meliput Prabowo karena sikapnya itu. Tapi mereka tetap datang karena itu bagian dari tugas jurnalistik yang juga dilindungi undang-undang," tegas anggota DPR itu.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo menyebut soal elite bajingan yang memperkosa ibu pertiwi saat kampanye di Yogyakarta. Lalu saat kampanye di Palembang kemarin, Selasa (9/4), eks Danjen Kopassus itu kembali mengungkit hal serupa.

"Banyak antek-antek asing itu di Jakarta, bajingan itu. Eh, maaf, maaf, nggak boleh bicara kasar.... Ini karena Wong Kito Galo ini," kata Prabowo di hadapan pendukungnya.

Ketum Gerindra itu juga menyindir kehadiran wartawan dalam kesempatan yang sama. "Rakyat ini sering dibohongi, ada koran bohong, TV bohong. Ada orang jutaan saat acara di Monas, dibilang cuma 15 ribu. Ini matanya di dengkul apa?" tutur Prabowo.

"Ada televisi, saya rasa dia nggak berani ke sini itu. Saya nggak sebut nama, eh... eh.... Dia yang ngomong ya, bukan saya," imbuh Prabowo sambil menunjuk massa pendukung
TKN: Prabowo yang Emosional Hadirkan Ketakutan dan Pesimisme
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyesalkan sikap emosional Prabowo Subianto yang menggebrak podium saat kampanye di Sleman, Yogyakarta.

Belum lagi, kata Hasto kata-kata kasar yang dilontarkan Prabowo saat kampanye.

"Kata-kata kasar yang keluar dari Pak Prabowo semakin runtuhkan kredibilitas dan martabat pemimpin," kata Hasto di Maumere, NTT, Selasa, 9 April 2019.

Sekjen PDI Perjuangan ini kemudian membandingkan Jokowi dan Prabowo. Baginya, ketegasan bukan berarti melontarkan kata dengan penuh emosi.

"Maka hal ini menghasilkan kultur bangsa yang bergerak maju dan mengejar prestasi. Sebaliknya, Pak Prabowo yang emosional dan sering keluarkan kata-kata yang tidak pantas, hadirkan ketakutan, kegelisahan akut, dan pesimisme," ujarnya.

Saat berpidato di Stadion Kridosono, Yogyakarta, kemarin, calon presiden nomor urut 02 itu menyampaikan soal netralitas TNI/Polri. Dalam video yang viral di media sosial, Prabowo meminta kepada aparat tidak berpihak membantu pemenangan salah satu calon.

"Kau adalah polisinya rakyat, seluruh rakyat Indonesia. Kau tidak boleh mengabdi kepada segelintir orang, apalagi sampai kau membela antek-antek asing, apalagi kau bela-bela antek-antek," ujar Prabowo sembari menggebrak mimbar pidato.

Prabowo sempat ditenangkan oleh politisi senior Amien Rais yang mendekat dari arah belakang tempat Prabowo berpidato.

Selain gebrak meja, Hasto juga mengkritik rencana Prabowo yang akan menyediakan dana pensiun untuk para koruptor. Pernyataan Prabowo itu disampaikan saat kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) beberapa waktu lalu.

"Karena korupsi adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak kita tolerir dengan cara apapun. Apalagi dengan memberikan dana pensiun. Itu sangat kontraproduktif," ujar Hasto.

Hasto menilai rencana pemberian dana pensiun itu menandakan Prabowo tidak berdaya saat berhadapan dengan para calon anggota legislatifnya yang merupakan mantan koruptor.

Sementara di PDI Perjuangan, menurutnya tak ada ampun bagi para kader partai yang terlibat korupsi. Hasto menegaskan, partainya akan memberikan sanksi tegas.

"PDIP memberikan sanksi yang sangat tegas. Mereka yang korupsi tidak bisa kami calonkan. Mereka yang korupsi kami beri sanksi pemecatan," tandasnya.
Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mendoakan agar Indonesia tidak menjadi negara yang punah.

Doa tersebut dilantunkan saat berkampanye bersama capresnya, Joko Widodo, di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019).



Ma'ruf mendoakan agar Indonesia menjadi negara yang kuat, sejahtera, damai, dan utuh selalu ke depannya.

"Ya Allah, ya Tuhan kami, jadikanlah pertemuan ini pertemuan yang engkau berkati. Pertemuan yang engkau rahmati. Berikanlah kami kemenangan. Supaya kami bisa berbuat banyak. Supaya kami bisa menjadikan Indonesia maju, Indonesia sejahtera, Indonesia kuat, Indonesia damai," tutur Ma'ruf saat melafalkan doa.

"Indonesia yang utuh, Indonesia yang bersatu, bukan Indonesia yang bubar, bukan Indonesia yang punah, bukan Indonesia yang bercerai berai. Tapi Indonesia yang lebih baik dari keadaan sekarang," lanjut dia.

Selain didampingi Jokowi saat kampanye, Ma'ruf juga didampingi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir, dan Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding.

Kampanye tersebut dihadiri oleh berbagai elemen pendukung koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf yakni para kader partai PDI-P, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, dan Hanura serta para relawan.

Usai berkampanye di Karawang, Ma'ruf melanjutkan kampanyenya di lapangan PT Kertas Padalarang di Bandung Barat, Jawa Barat.
Isu pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta ikut kampanye Jokowi ramai dibahas di media sosial. Terkait hal ini, Forum Humas BUMN pun buka suara.

Ketua Forum Humas BUMN Rohan Hafas menanggapi santai tuduhan adanya pengerahan massa pada acara perayaan ulang tahun BUMN yang direncanakan pada 13 April 2019 untuk kampanye politik. Menurutnya, isu itu sepertinya dimunculkan oleh pihak-pihak yang panik lantaran Pemilu akan berlangsung sebentar lagi.



"Isu tersebut terlalu mengada-ada. Sebab, pada 13 April memang hari tanggal berulang tahunnya Kementerian BUMN dan kami ingin menggembirakan pegawai-pegawai BUMN yang atas kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlasnya telah membawa BUMN berkembang dan bersinergi sangat baik sehingga mampu mencatatkan laba hingga ratusan triliun, jauh lebih baik dibanding tahun 2014 sewaktu awal ditangani Bu Rini," kata Rohan dalam keterangan tertulis, Selasa (9/4/2019).

"Karyawan BUMN itu ada 1 juta dari 143 perusahaan, untuk tempat yang paling cocok ya di Monas atau GBK. Jadi kalau dengan keluarga bisa 3 juta mungkin membuat panik di saat-saat masa kampanye ya. Padahal kita merayakannya hanya internal. Mau kampanye apa kalau hanya internal," tambah Rohan.

Rohan menjelaskan, rangkaian HUT BUMN sendiri sudah dimulai dari Februari 2019. Acara itu salah satunya ialah promosi aktivasi aplikasi LinkAja. Selain itu, ada juga kegiatan kerja bakti antara BUMN dan masyarakat untuk melakukan bersih-bersih lingkungan, mengadakan kelas-kelas kreatif, maupun magang bersertifikat.

"Jadi intinya, kami itu cuma ingin berulang tahun, tapi kayanya ada orang bekas petinggi BUMN yang sakit hati karena baru dicopot dari jabatannya secara mendadak. Kami tidak mau mengomentari isu-isu kosong yang dilontarkannya," ujar Rohan.

SDM

video

Dukungan

Cat-5

Cat-6