Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Latest Posts

Infrastruktur Adalah Kunci Kemajuan Perekonomian
Kubu Prabowo-Sandiaga Uno mengatakan pertumbuhan ekonomi pada 2020 akan berada di angka 6-6,5%. Mereka sendiri memiliki target untuk dapat mencapai angka 7-8%. Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima mengatakan, Jokowi pun sebenarnya sudah memiliki target pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 7%.

Ia menjelaskan, hal terpenting dalam usaha peningkatan ekonomi adalah melalui penguatan industri nasional berbasiskan koneksitas. Yaitu, dengan langkah pembangunan infrastruktur.

"Koneksitas laut, udara, darat lewat perluasan jalan nasional, tol, dan kereta api. Kalau dulu konsepsi pertumbuhan industri kan kita bikin kawasan ekonomi khusus yang berbasiskan resources-nya (sumber daya alam)," jelas Aria di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Menurutnya, kali ini Jokowi lebih mengarahkan kepada konsepsi industri yang berbasiskan koneksitas, tidak hanya sumber daya alam (SDA). Tidak mungkin Indonesia dapat mengembangkan industrinya bila tidak melalui infrastruktur.

"Kita tidak bisa lagi mengembangkan industri di Papua tanpa bangun infrastruktur. Kita tidak bisa kembangkan industri di Kalimantan tanpa bangun jalan, memperbaiki dan membuat pelabuhan, dan bagaimana daerah yang dulu jadi beban ekonomi seperti wilayah perbatasan sekarang justru menjadi wilayah pertumbuhan yang menghasilkan pendapatan secara nasional," tutur Aria.

Menurutnya, hal ini dapat menciptakan lapangan kerja, mengundang investasi dari dalam maupun luar negeri, dan tentunya memunculkan industri dengan produk domestik bruto yang semakin meningkat.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang sekarang dilakukan tentunya tidak bisa langsung dinikmati. Sebab, semuanya adalah proses yang baru akan terlihat hasilnya di kemudian hari.

"Kalau investasi itu tinggi dan kita bisa mampu menekan hal yang menyangkut impor kebutuhan bahan baku, karena itu menjadi persoalan, itu tentu akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang menurut saya yakin sekali di atas 7%. Itu akan terlihat di sekitar 2023," tegasnya.
Jasa Marga Alokasikan Area Khusus UMKM di 30 Rest Area
PT Jasamarga Properti (JMP) menargetkan dapat mengelola 30 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area yang menyediakan lahan khusus bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Alokasi untuk UMKM ini guna mewujudkan keberadaan jalan tol yang turut mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Dalam rangka Ekspedisi Tembus Tol Trans-Jawa, Senin (12/11/2018), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sempat mengunjungi Rest Area 597B.

“Sesuai aturan yang berlaku, Jasa Marga akan menyiapkan 30 persen area komersial di rest area untuk UMKM, dan itu diutamakan bagi warga sekitar. Hal itu bertujuan untuk memacu roda perekonomian masyarakat setempat,” ujar Rini melalui keterangan tertulis.

Ikut dalam kunjungan itu Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Operasi I Jasa Marga Mohammad Sofyan, dan Direktur Utama PT Jasamarga Properti Irwan A Sumadiyo. Mohammad Sofyan mengatakan bahwa 30 TIP yang menyediakan lahan khusus bagi UMKM tersebut akan tersebar di sejumlah jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga dan kelompok usahanya. "Jalan tol dimaksud adalah Jalan Tol Purbaleunyi, Palikanci, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Surabaya-Mojokerto, Pandaan-Malang, Gempol-Pasuruan, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Balikpapan-Samarinda, dan Manado-Bitung," papar Sofyan. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No 10/PRT/M/2018 tentang Tempat istirahat dan Pelayanan pada Jalan Tol, TIP yang jalan tolnya telah beroperasi disediakan lahan untuk UMKM dan koperasi sebanyak 20 persen, sedangkan untuk tol baru sebesar 30 persen. PT JMP telah mengalokasikan komposisi tenant melalui desain sesuai yang dijadikan syarat dalam Peraturan Menteri PUPR tersebut.

Jasa Marga terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar jalan tol dengan memaksimalkan TIP sebagai tempat untuk mengembangkan UMKM rintisannya. “Untuk TIP yang secara khusus berkonsep UMKM sedang dibangun di Km 360B Jalan Tol Batang-Semarang. TIP yang merupakan joint venture PT PP, PT PP Properti, PT JMP, dan PTPN IX tersebut memiliki alokasi tenant hingga 70 persen untuk UMKM,” jelas Sofyan. Para pelaku UMKM yang telah menempati sejumlah TIP yang dikelola oleh PT JMP bergerak di berbagai sektor, seperti kuliner, kerajinan, dan oleh-oleh. Untuk diketahui, keberadaan UMKM di TIP jalan tol merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar ada tempat khusus bagi UMKM. Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antara Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, badan usaha jalan tol (BUJT), pemda setempat, dan berbagai elemen masyarakat lainnya untuk mengelola dan mengembangkannya.

Bank Dunia Bantah Klaim Prabowo Soal 99% Ekonomi Masyarakat Indonesia Pas-Pasan
Lead Economist World Bank Indonesia, Vivi Alatas membantah pernyataan Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto Prabowo terkait angka kemiskinan di Indonesia. Menurutnya data yang disampaikan oleh Prabowo tersebut bukan berasal dari Bank Dunia.

"Itu bukan perhitungan kita, saya tidak tahu perhitungan siapa," kata Vivi saat ditemui di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (12/11/2018).

Vivi menegaskan, data Bank Dunia sendiri menyebutkan sebanyak 22 persen masyarakat Indonesia berada di kelas menengah. Sementara lima persen berada di kelas atas. Sehingga tidak memungkinkan apabila sebanyak 99 persen masyarakat Indonesia berada dalam kondisi pas-pasan.

Sebelumnya, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat menyinggung mengenai angka kemiskinan di Indonesia. Prabowo mengatakan, sekitar 99 persen rakyat Indonesia hidup dalam kategori pas-pasan.

Hal itu disampaikannya saat berdialog dengan ratusan emak-emak pendukungnya, Prabowo memaparkan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Menurut Prabowo, setelah 73 tahun Indonesia merdeka masih banyak rakyat yang hidup kelaparan serta sulit mendapatkan pekerjaan.

"Kita melihat sekarang adalah keadaan yang saya sebut keadaan paradoks, keadaan yang janggal setelah 73 tahun merdeka yang kaya semakin sedikit dan segelintir orang saja dan ini bukan saya karang, ini adalah data fakta yang diakui oleh bank dunia oleh lembaga lembaga internasional," ujar Prabowo.

"Bahwa yang menikmati kekayaan di Indonesia adalah kurang dari 1 persen bangsa Indonesia dan yang 99 persen mengalami hidup pas-pasan bahkan bisa dikatakan sangat sulit," lanjut dia.
Pemerintah Targetkan PDB Indonesia Terbesar ke 5 di Dunia Pada 2045
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, Pemerintah Indonesia saat ini sedang bekerja keras untuk mewujudkan Indonesia yang unggul, berbudaya, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini sesuai dengan Visi Indonesia 2045.
“Sampai sejauh ini kita sudah on the right track, dan mudah-mudahan ke depan kita dapat mencapai apa yang ditargetkan di 2045," ujar Bambang dalam siaran pers, Ahad (11/11).

Bambang menambahkan, untuk mewujudkan visi tersebut pemerintah tidak dapat kerja sendirian dan membutuhkan dukungan dari semua pihak dan elemen masyarakat. Adapun Visi Indonesia 2045 memiliki empat pilar utama.

Pilar pertama yakni pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK dengan peningkatan taraf pendidikan rakyat Indonesia secara merata, peran kebudayaan dalam pembangunan. Selain itu juga, sumbangan iptek dalam pembangunan, derajat kesehatan dan kualitas hidup rakyat, serta reformasi ketenagakerjaan.

Bambang mengatakan, pada 2045, total penduduk Indonesia adalah 318,9 juta orang, dengan rasio ketergantungan 53,35 persen.  Oleh karena itu, pemerintah harus memanfaatkan bonus demografi ini dengan mengembangkan SDM berkualitas, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dan mempromosikan gaya hidup sehat.

Bambang mengatakan, pemerintah mendorong pendidikan berkualitas tinggi, meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar tidak tergantikan oleh teknologi, serta menggalakkan pelatihan vokasi dan kewirausahaan. Hal ini untuk menciptakan tenaga kerja berketerampilan tinggi, fleksibel, dan adaptif.

"Pemerintah juga meningkatkan akses universal terhadap fasilitas dan asuransi kesehatan nasional, serta mendorong  kemajuan teknologi kesehatan untuk menciptakan personalized medicine dan teknologi rekayasa genetika," kata Bambang.

Pilar kedua yakni pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Pembangunan tersebut melalui peningkatan investasi dan daya saing ekonomi, percepatan industri serta pariwisata. Selain itu pembangunan ekonomi maritim, pemantapan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani, peningkatan ketahanan energi dan air, serta komitmen terhadap lingkungan hidup.

Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2036 dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kelima dunia pada 2045. Bambang mengatakan, untuk mencapai target ini, pertumbuhan PDB Indonesia harus 5,7 persen per tahun.

Indonesia juga harus keluar dari jebakan negara kelas menengah atau Middle Income Trap pada 2036, dan PDB per kapita Indonesia harus menembus angka 23.199 dolar AS pada 2045. Selain itu, Indonesia juga harus masuk peringkat ke-10 dalam Ease of Doing Business(EoDB), dengan kontribusi investasi terhadap PDB Indonesia sebesar 38,1 persen.

"Untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia, Pemerintah melakukan penguatan pada sektor bernilai tambah tinggi, percepatan pada sektor inovasi tinggi, dan memastikan investasi yang berkelanjutan,” ujar Bambang.

Bambang juga menekankan pentingnya industri sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Karena untuk menjadi negara maju maka Indonesia harus melakukan modernisasi pada industri pengolahan sumber daya alam. Selain itu, Revolusi industri 4.0 juga harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing industri nasional, sehingga kontribusi industri terhadap PDB sebesar 26 persen pada 2045.

Pemerintah juga mendorong perdagangan luar negeri yang terbuka  dengan melakukan transformasi struktur ekspor dari komoditas menjadi barang dan jasa (B/J) manufaktur, ekspor bernilai tambah tinggi, serta menciptakan barang dan jasa berkualitas dunia dan inovatif.

Sehingga pada 2045 Indonesia menjadi bagian dari rantai nilai global dengan pangsa pasar 2 persen dari ekspor dunia atau pengekspor terbesar ke-10 dunia. Terkait ekonomi kreatif dan digital, Pemerintah juga akan mendorong pengembangan kompetensi SDM agar memiliki pemikiran kreatif dan berpikiran maju. Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi pendanaan bagi start-up yang kompetitif dan dapat diakses bagi siapa saja.

Pemerintah juga akan menjadikan Indonesia sebagai destinasi unggulan pariwisata dunia pada 2045. Pariwisata sebagai kekuatan ekonomi lokal Indonesia juga merupakan salah satu kontributor utama cadangan devisa nasional dengan pertumbuhan 10,1 persen per tahun. Adapun total wisatawan mancangera yang kita targetkan pada 2045 adalah sebanyak 73,6 juta orang.

"Potensi pariwisata Indonesia sangat besar karena negara kita memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tenaga kerja produktif, harga bersaing, dan dukungan kebijakan Pemerintah," ujar Bambang.

Pilar Ketiga yakni pemerataan pembangunan, dengan percepatan pengentasan kemiskinan, pemerataan pendapatan, pemerataan wilayah, dan pembangunan infrastruktur yang merata dan terintegrasi. Bambang mengatakan, pemerintah memperhatikan pertumbuhan ekonomi yang merata di keseluruhan desil pendapatan, sehingga tingkat kemiskinan Indonesia pada 2045 menuju nol atau 0,02 persen, dengan kemiskinan ekstrim bernilai nol pada 2040.

Kesenjangan pendapatan juga turun ke tingkat ideal pada 2035 dan tetap berada pada tingkat yang aman sampai 2045. Pemerataan pembangunan daerah juga ditingkatkan dengan mendorong pertumbuhan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) lebih tinggi, dengan mempertahankan momentum pertumbuhan KIB. Target pembangunan KTI pada 2045 adalah 74,9 persen, sementara Kawasan Barat Indonesia (KBI) adalah 25,1 persen.

Pilar Keempat yakni pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan. Bambang mengatakan, untuk mewujudkan pilar keempat tersebut, pemerintah meningkatkan demokrasi Indonesia menuju demokrasi substantif atau mengemban amanat rakyat. Selain itu, pemerintah juga melakukan  reformasi birokrasi dan kelembagaan dengan memperkuat struktur organisasi yang adaptif, efektif, dan kolaboratif, serta tata kelola yang terbuka, partisipatif, dan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Merak - Surabaya Tersambung Jalan Tol di Akhir Tahun 2018
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, Merak hingga Surabaya akan tersambung dengan tol pada akhir tahun ini. Keberadaan fasilitas infrastruktur ini bisa memperlancar arus distribusi barang di Pulau Jawa.

Dia mengungkapkan, dari 870 kilometer (km) jalan tol dari Merak sampai Banyuwangi, sepanjang 640 km telah selesai dibangun. Sementara untuk rute Merak sampai ke Surabaya, pada akhir tahun ini.

“Ini yang kurang Pejagan-Pemalang, Batang-Semarang, Salatiga-Kertasura,” ujar Jokowi dilansir dari laman Setkab.go.id, Jumat (9/11/2018).

Untuk ruas Sragen-Ngawi, akan selesai di akhir November 2018. Sedangkan ruas Batang-Semarang, Salatiga-Kertasura dan Nganjuk-Wilangan akan selesai pada Desember 2018. Sementara ruas Probolinggo-Banyuwangi selesai di 2019.

“Akhirnya akan sambung Merak sampai di Surabaya di bulan Desember. Dan kita harapkan nantinya sampai di Probolinggo sampai Surabaya itu di akhir tahun ini juga sudah tersambung,” ungkap dia.

Presiden berharap, pekerjaan yang dilakukan Kementerian BUMN dan Kementerian PUPR dalam membangun infrastruktur, khususnya jalan tol ini nantinya betul-betul bisa mempercepat distribusi barang dan jasa yang semakin lancar.

"Sehingga kita harapkan keadilan sosial dan pemerataan akan semakin nyata di seluruh pulau yang kita miliki. Distribusi barang dan jasa juga semakin lancar," tandas dia.

Jalan Tol Pejagan-Pemalang seksi III dan IV di Tegal, Jawa Tengah, resmi beroperasi pada Jumat (9/1/2018) ini. Peresmian tol tersebut dilakukan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seksi III terdiri dari ruas Brebes Timur–Tegal sepanjang 10,4 kilometer dan Seksi 4 dengan ruas Tegal–Pemalang sepanjang 26,9 kilometer.

Turut mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Hadir pula Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, I Gusti Ngurah Putra.

Menteri Rini mengapresiasi upaya Waskita Karya menyelesaikan proyek tol Trans Jawa, khususnya pada pengerjaan Tol Pejagan-Pemalang dengan tepat waktu.

"Peresmian operasional seksi III dan IV hari ini melengkapi Jalan tol Pejagan–Pemalang seksi I dan II yang telah diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo pada 16 Juni 2016. Ini artinya keseluruhan jalan tol Pejagan–Pemalang sepanjang 57,5 kilometer telah beroperasi," " kata Rini di Tegal, Jumat (9/11/2018).

"Terima kasih kepada Waskita Karya dan seluruh stakeholder yang sudah berkomitmen penuh menyelesaikan proyek ini sesuai dengan target yang ditetapkan," sambungnya.

Rini yakin terkoneksinya Pulau Jawa melalui jalan tol, akan memberikan dampak bagi perekonomian. Pertama, biaya logistik yang lebih murah karena akses transportasi yang lebih cepat dan efisien. Hal itu juga kemudian akan diikuti dengan terbukanya lapangan kerja serta menggerakan kegiatan perekonomian di daerah yang dilalui ruas tol Trans Jawa.

"Saya pun selalu menekankan kepada BUMN agar turut aktif dalam menangkap dan memaksimalkan setiap dampak positif dari kehadiran jalan tol. Sehingga memacu pertumbuhan roda perekonomian masyarakat setempat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik berkat adanya jalan tol," ungkap Rini.
Tol Pejagan - Pemalang Seksi III & IV di Resmikan Oleh Jokowi
Presiden Joko Widodo, Jumat (9/11/2018), meresmikan jalan tol Pejagan-Pemalang. Tepatnya segmen Brebes Timur-Sewaka sepanjang 37,3 kilometer. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi juga meresmikan beroperasinya jalan tol Pemalang- Batang. Tepatnya segmen Sewaka-Simpang Susun Pemalang sepanjang 5,4 kilometer. Dalam keterangan kepada wartawan, Presiden mengatakan, beroperasinya jalan tol tersebut akan menambah konektivitas di Pulau Jawa.

"Dalam empat tahun terakhir, satu demi satu konektivitas di negara kita Indonesia semakin terwujud. Konektivitas antarpulau, antarprovinsi dan antarkota/ kabupaten. Baik berupa jalan atau bandara sudah semakin terintegrasi.

Daerah demi daerah, wilayah demi wilayah, pulau demi pulau, mulai terhubung," ujar Jokowi sebagaimana dikutip siaran pers resmi. Pembangunan jalan tol, lanjut Jokowi, tidak hanya akan menghubungkan satu wilayah ke wilayah lainnya.

Melainkan dari satu titik perekonomian ke titik perekonomian lainnya. Harapannya, kondisi itu meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Laporan yang ia terima, saat ini ada 640 kilometer jalan tol di Pulau Jawa yang beroperasi dari Merak hingga Surabaya.

Adapun, total seluruh ruas tol dari barat ke timur Pulau Jawa sepanjang 870 kilometer.

Namun ada ruas yang masih dalam tahap pengerjaan. Baca juga: Wajib Baca: Peresmian Tol Pejagan-Pemalang dan Prediksi Properti Jelang Pilpres 2019 "Kita harapkan ini nantinya betul-betul bisa mempercepat distribusi, barang dan jasa yang semakin lancar," ujar Jokowi.

Jalan tol Pejagan-Pemalang memiliki panjang keseluruhan 57,5 kilometer. Biaya investasi proyek itu mencapai Rp 7,62 triliun. Segmen yang diresmikan Presiden Jokowi ini sendiri diketahui mulai dibangun pada Januari 2017 lalu. Adapun, jalan tol Pemalang-Batang memiliki panjang keseluruhan 39,2 kilometer dengan biaya investasi sebesar Rp 7,5 triliun.

Penghargaan Dan Bonus Dari Jokowi Untuk Eko Yuli

Presiden Jokowi memberikan bonus uang sebesar Rp 250 juta kepada atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan. Bonus ini sebagai imbalan atas prestasi Eko Yuli meraih juara dunia pada ajang Angkat Besi 2018 yang dihelat di Ashgabat, Turkmenistan.

"Pak Presiden berikan bonus Rp 250 juta untuk Pak Eko, biar langsung masuk Pak Eko," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Selain Jokowi, Kemenpora juga memberikan bonus sebesar Rp 200 juta kepada Eko Yuli. Bonus lain juga diperoleh pria asal Lampung ini dari Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI).

Namun, besaran bonus yang akan diberikan PABBSI belum diketahui. Ketua Umum PB PABBSI Rosan P Roeslani ini belum mau membocorkan nominalnya.

"Pasti ada dari kita. Kita memang berikan bukan hanya ke atlet, tapi juga ke tim yang support, termasuk sampai tukang pijatnya, pelatihnya, kita berikan," jelas Rosan.

Rosan menerangkan, penetapan besaran bonus untuk Eko Yuli akan dibahas dalam rapat internal PB PABBSI.

"Yang pasti alhamdulillah-lah nanti sedang dirapatkan. Soalnya kita mau rinci dulu sampai barapa orang yang dapat. Soalnya baru pulang kemarin malam ini. Nanti kita perinci Insyaallah akan menyenangkan-lah," kata dia.

Eko Yuli meraih 3 medali emas pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan. Pada babak final kelas 61 kg di Ashgabat, Sabtu, 3 November malam, Eko mencatat total angkatan clean & jerk sebesar 174 kg, yang merupakan rekor dunia baru. Angkatan itu didapat di kesempatan ketiganya setelah Eko mencatatkan 165 kg dan 170 kg.

Jaga Produksi Beras, Mentan Siap Ubah Rawa Jadi Sawah
Demi menjaga produksi beras sebagai sumber ketahanan pangan negara, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengaku siap meneruskan arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, untuk menyulap rawa menjadi lahan produktif.

"Kita fokus pertama arahan pak Menko (Darmin), ternyata HPS (Hari Pangan Sedunia, 18 Oktober) kemarin dianggap berhasil rawa itu. Rawa kita fokus garap, ygan dulunya tidur, rawa tidur kita bangunkan rawa dan petani tidur," ujar dia di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Sebelumnya, Menko Darmin sendiri sempat menyatakan, sejak 2013 lalu telah terjadi penurunan ketersediaan sawah sebagai lahan baku pertanian sekitar 650 ribu hektare (ha). Jumlahnya dari 7,75 ha menjadi 7,1 juta ha pada 2018.

"Lahan baku sawah itu disiapkan oleh BPS, bekerjasama dengan BIG dan Lapan. Hasilnya adalah, kalau tahun 2013 bilang lahan baku sawah kita adalah 7,75 juta, hasil pemotretan terakhir lahan baku sawah kita adalah 7,1 juta ha," paparnya.

Hal itu turut menyebabkan luas panen sawah juga mengalami penurunan. Hasil perhitungan BPS dan BBPT mencatat luas panen pada tahun ini hanya sebesar 10,9 juta ha. Artinya, lahan baku sebesar 7,1 juta ha hanya ditanami sebanyak 1,54 kali dalam setahun.

Lebih lanjut, Menteri Amran menjelaskan, proyek rawa garapan ini ke depannya berada di luar lahan gambut yang terdata di Badan Restorasi Gambut. Selain itu, pemerintah bakal mengoptimalkan luas potensi lahan rawa yang kelak bakal diubah menjadi sawah, seperti yang sudah dilakukan di Pulau Kalimantan.

"Sebanyak-banyaknya (restorasi rawa jadi sawah), kan nanti kita lihat baru mau dibuat, dan kalau itu jadi bisa luar biasa. Anda lihat kan rawa yang sudah kita bangun? Coba lihat di Kalimantan," tandas dia.
Perpres Mobil Listrik Terbit Akhir Tahun
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memastikan Peraturan Presiden (Perpres) terkait mobil listrik terbit akhir 2019. Saat ini, pemerintah dan pelaku industri serta perguruan tinggi tengah melakukan studi soal pengembangan kendaraan tersebut.

Dia menyatakan, saat ini Perpres tersebut tengah dalam tahan harmonisasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Hari ini roadmapnya sedang kita dorong di peraturan pemerintah atau Perpres terkait dengan fasilitas. Fasilitasnya masih dalam tahap harmonisasi dengan Kemenkeu," ujar dia di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Airlangga menjelaskan, hal tersebut terkait dengan pemberian insentif bagi pengembangan mobil ini. Insentif yang diberikan berupa keringanan Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPNBM).

"Terutama dengan fasilitas fiskal, di mana fasilitas fiskal ini dibahas bersama dengan superdedictable tax untuk vokasi dan inovasi. Jadi di situ ada terkait dengan PPNBM, terkait dengan roadmap daripada mobil termasuk sedan dan termasuk EV (electric vehicles)," ungkap dia.

Meski studi terkait pengembangan mobil listrik ini masih terus dilakukan, namun Airlangga menyatakan terbitnya Perpres tersebut tidak akan menunggu selesainya studi.

‎"Perpres tahun ini, tidak usah nunggu studi," tandas dia.
Jalan Tol Solo - Ngawi Siap Beroprasi Penuh
Jalan Tol Solo-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi siap beroperasi dalam waktu tidak lama lagi. Hal ini setelah jalan tol yang dibangun oleh PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi.

Sertifikat tersebut tertuang dalam Surat Dirjen Bina Marga No. JL02.01-Db/1.212 tertanggal 25 Oktober 2018. Surat tersebut menyatakan, secara umum, Jalan Tol Solo-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi laik operasi dan direkomendasikan untuk dioperasikan sebagai jalan tol. Penetapan pengoperasian dan pemberlakuan tarif pada jalan tol tersebut selanjutnya akan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sebelum pengoperasian dengan pemberlakuan tarif tol, PT JSN dapat melaksanakan sosialisasi pengoperasian jalan tol tersebut. Selain itu, PT JSN diwajibkan mengikuti ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebelum beroperasinya Jalan Tol Solo-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi.

Surat Dirjen Bina Marga No. JL02.01-Db/1.212 merupakan tindak lanjut atas Surat Dirjen Perhubungan Darat pada Kementerian Perhubungan No. AJ.409/1/11/DJPD/2018 tanggal 19 Oktober 2018 perihal Rekomendasi Laik Fungsi Jalan Tol Solo-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi dan PPJT Solo Mantingan Ngawi Nomor 18 tanggal 28 Juni 2011 dan perubahannya.

Rencananya, jalan tol ini dilengkapi dengan delapan Gerbang Tol (GT) untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses jalan tol, diantaranya GT Colomadu, GT Bandara, GT Ngemplak, GT Purwodadi, GT Karanganyar, GT Sragen, GT Sragen Timur, dan GT Ngawi (Kota Ngawi).

Jalan Tol Solo-Ngawi terdiri dari tiga tahapan pengoperasian. Tahap I Segmen SS Ngawi-Klitik (Ngawi) sepanjang 4 km telah beroperasi sejak 30 Maret 2018. Lalu, Tahap II Kartasura-Sragen diresmikan pada 15 Juli 2018. Terakhir, Tahap III Sragen-Ngawi yang telah mendapat sertifikat laik operasi.

Secara keseluruhan, Jalan Tol Solo-Ngawi memiliki panjang 90,43 km yang terbagi dalam dua bagian pekerjaan, yaitu bagian yang dikerjakan oleh pemerintah mulai STA 0+000- STA 21+081,5 sepanjang 21,08 km, sedangkan mulai dari STA 21+081,5- STA 90+43 sepanjang 69,35 km dikerjakan oleh PT JSN.

Jalan Tol Solo-Ngawi telah dioperasikan tanpa tarif sebagai jalan tol fungsional pada pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018 lalu. Kala itu, peran jalan tol fungsional Solo-Ngawi terbukti memperlancar arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Jalan Tol Solo-Ngawi sendiri merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang tergabung dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dukungan infrastruktur jalan tol tersebut menjadi salah satu upaya dalam memecah masalah transportasi darat dan konektivitas baru yang dapat berdampak positif bagi ekonomi kawasan secara umum, khususnya lingkungan sekitar Jalan Tol Solo-Ngawi.

SDM

video

Dukungan

Cat-5

Cat-6