Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Latest Posts

Ma'ruf Amin Luncurkan Program Rombong Gratis untuk Warga Duafa
Calon wakil presiden Ma'ruf Amin meluncurkan program Rombong. Progam ini akan dijalankan oleh gerakan Arus Baru Indonesia (Arbi).

Rombong ini merupakan gerobak yang akan diberikan ke masyarakat menengah ke bawah yang ingin terjun ke dunia usaha. Nantinya, gerobak ini akan berisikan kebutuhan pokok.

"Penerima program ini tidak dipungut biaya sepeserpun alias nol rupiah. Rencananya ada 5.000 rombong yang akan dibagikan ke tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta," ucap Lukmanul di Musa'adatul Ummah Al-Masoem Dangdeur, Rancaekek, Bandung, Jawa Barat, Minggu (20/1/2019).

Dia menegaskan, ini bagian mendukung kebijakan Jokowi-Ma'ruf ke depan dalam Nawacita Jilid II. Dimana, akan diseleksi yang menerima program tersebut.

"Rombong ini akan disosialisaikan bersamaan dengan pasar murah dan bazar di sembilan titik yang akan dilaksanakan akhir Januari ini. Nah, masyarakat yang berminat dengan program ini bisa mendaftar. Nanti ada tim yang akan memverifikasi apakah layak untuk menerima program rombong," jelasnya.

Sementara itu, Ma'ruf menjelaskan, progam ini jelas memperdayakan ekonomi umat, terutama masyarakat duafa. Dan itu memang menjadi cita-cita konsep ekonomi Arus Baru Indonesia.

"Ini gerakan konkrit. Dan hari ini saya gembira sudah ada gerakan Rombong. Ini saya pikir suatu upaya konkrit bukan hanya cerita bukan hanya angan-angan tapi gerakan," ungkapnya.

Dia menegaskan, program ini dapat memperbaiki kehidupan yang langsung menyentuh masyarakat, sebagai upaya mewujudkan gerakan perubahan ke arah yang lebih baik.

"Gerakan ini ingin mengubah suasana kehidupan masyarakat bangsa terutama di kalangan rakyat kecil," pungkasnya.
Cerita Bocah Tunggu Berjam-jam Demi Nge-Vlog Bareng Jokowi
Seorang bocah bernama James Gultom rela menunggu berjam-jam untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rupanya, James ingin foto dan nge-vlog bareng Jokowi.

Momen ini tertangkap seusai Jokowi makan malam di sebuah restoran di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019) malam. Jokowi yang saat itu ingin melanjutkan aktivitasnya ke Ponpes Al Baghdadi di Karawang. Salah seorang warga mengatakan bahwa James menunggu Jokowi sejak pukul 14.00 WIB.

"Sudah dari jam 2 siang pak katanya. Sudah izin sama danplek," kata seorang warga kepada Jokowi.

Saat itu, James terharu sampai menangis karena bertemu Jokowi. Jokowi bertanya kepada James yang sudah menunggunya berjam-jam.

"Tadi bapak jam 1 siang dari gereja. Bapak kasih tau kalau Pak Jokowi mau ke sini," ujar James.

"Kok pengin ketemu?" tanya Jokowi.

"Terinspirasi dari bapak," jawab James.

Jokowi meladeni permintaan foto dan nge-vlog dengan James. Jokowi sempat mempromosikan channel YouTube milik James sebelum meninggalkan lokasi.


"Jangan lupa subscribe channel James Gultom. Bener?" kata Jokowi sebelum meninggalkan lokasi.

Seusai bertemu Jokowi, James mengaku terkesan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Ia memuji pemerintahan Jokowi yang memiliki 51 persen saham di PT Freeport dan membangun infrastruktur seperti jalan tol.

"Misalnya zaman presiden, Freeport belum dikuasai negeri. Tapi sekarang Freeport negeri ini 51 persen dan juga pembangunan infrastruktur sangat bagus zaman Pak Jokowi dan tol-tolnya juga sangat bagus," ucap James.

Jokowi Bangun Rumah Susun Untuk Santri di Garut
Presiden Jokowi mengunjungi Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Desa Nglampangsari, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pada kunjungannya itu, Jokowi mengaku kagum dengan pesantren tersebut karena mampu menghasilkan alumni membanggakan.

"Alumni dari sini Ustaz Adi Hidayat, kemudian Ustaz Raja Juli Antoni (Sekjen DPP PSI). Banyak di sini," kata Presiden Jokowi di Garut, Jumat (18/1/2019).

Jokowi kemudian meninjau rumah susun (rusun) Pondok Pesantren Darul Arqam yang dibangun dengan bantuan pemerintah melalui Kementerian PUPR senilai Rp 6,9 miliar pada 2018.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sempat masuk ke barak-barak untuk meninjau kelaikan kondisi bangunan dan fasilitas yang ada didampingi pengasuh Pondok Pesantren tersebut.

Dia juga mengecek kondisi luar bangunan meski gerimis mengguyur kawasan tersebut. Menurut dia, desain rusun tersebut terlihat baik di dalam maupun di luarnya.

"Saya lihat, kalau kita lihat sekarang desain di luar bagus, dalamnya juga bagus. Yang di sini saya lihat kualitasnya baik," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, saat ini, progres pembangunan proyek pondok pesantren itu telah mencapai 97 persen terdiri atas tiga lantai, 12 barak, dengan kapasitas 216 santri. Rusun itu dilengkapi dengan PSU, termasuk listrik, air, lansekap, dan peralatan mebel. Jokowi mengatakan proyek serupa terus dilakukan dan ditambah kapasitasnya setiap tahun.

"Tahun ini malah bukan hanya rusun saja, kita juga tambah BLK (Balai Latihan Kerja). Ada mungkin seribuan BLK yang ingin kita bangun dari sini," kata Jokowi

Kelola Blok Rokan, Pertamina Bagi Hasil ke Negara Rp 850 
PT Pertamina (Persero) resmi mengelola Blok Rokan pada 2021 mendatang. Pertamina menang bersaing dari kontraktor sebelumnya, yaitu PT Chevron Pacific Indonesia.

Dalam proposalnya, Pertamina menawarkan bonus tanda tangan (signature bonus) yakni bonus yang menunjukkan kesungguhan perusahaan mengelola Blok Rokan sebesar US$ 784 juta atau setara Rp 11,3 triliun. Kemudian, ada komitmen kerja pasti sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun.

"Satu Pertamina akan memberikan signature bonus sebanyak US$ 784 kita syaratkan minimum US$ 700 yang dua ada komitmen untuk eksplorasi US$ 500 yang kita hitung itu dalam 20 tahun," ujar Jonan.

Penerimaan negara dari pengelolaan Blok Rokan oleh Pertamina juga mencapai Rp 850 triliun selama 20 tahun ke depan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan yang ditawarkan Chevron.

"Pertamina akan bagi hasil untuk pemerintah itu Rp 850 triliun. Nah 20 tahun Anda tanya Chevron tawarnya berapa. Ini secara etis mungkin nggak baik kalau menang saya umumkan bisa saja tanya Chevron dia menawarkan berapa, yang dokumen yang dikelola oleh Wamen yang dilaporkan ke saya jauh di bawah itu. jauh di bawah itu," kata dia.

Jonan juga menepis isu keuangan Pertamina yang disebut seret. Buktinya, Pertamina berkomitmen membayar bonus tanda tangan hingga Rp 11 triliun.

"Pertamina harus bayar loh Rp 11 triliun dia bayar untuk mendapatkan hak kelola ini. Kemudian Pertamina juga komit untuk eksplorasi, ke depan jadi dia harus melakukan eksplorasi. Kalau ini di jumlah US$ 1,284 miliar dolar itu hampir Rp 18 triliun," jelas dia.

Capres Prabowo Subianto menyinggung penahanan kepala desa di Mojokerto lantaran Sandiaga Uno. Hal itu disampaikan Prabowo dalam debat perdana capres-cawapres ketika memasuki tema tentang hukum.

"Kami ingin bertanya bahwa Bapak (Jokowi) kan sudah memerintah selama 4 tahun lebih. Yang kita ketemukan, ada perasaan di masyarakat, kadang-kadang aparat itu berat sebelah," kata Prabowo di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).

"Contoh kalau ada kepala daerah, gubernur, yang mendukung paslon nomor 01, itu menyatakan dukungan tak apa. Tapi ada kepala desa di Jatim menyatakan dukungan ke kami sekarang ditangkap, Pak," imbuhnya.

Sosok kepala desa yang dimaksud Prabowo adalah Kepala Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Suhartono. Suhartono atau Nono, yang dijatuhi hukuman 2 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Ia terbukti melakukan tindak pidana berupa tindakan yang menguntungkan peserta Pemilu 2019.

Tindak pidana pemilu yang dilakukan Nono disebutkan dilakukan secara terang-terangan. Dia menggalang massa ibu-ibu di kampungnya untuk menyambut Sandiaga Uno di Jalan Desa Sampangagung, Minggu (21/10). Cawapres nomor 2 tersebut dalam perjalanan untuk berkampanye di Wisata Air Panas Padusan, Pacet.

Di dalam persidangan, terungkap jumlah orang yang dikerahkan Nono mencapai 200 orang. Dia menghabiskan Rp 20 juta untuk menggelar acara penyambutan Sandiaga. Uang itu salah satunya dibagikan ke ibu-ibu yang datang dengan nilai Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, hingga Rp 100 ribu per orang.

Saat penyambutan Sandiaga, Suhartono juga berfoto selfie dengan cawapres nomor 2 tersebut. Selain itu, dia memasang spanduk dan banner berisi ucapan selamat datang dan dukungan kepada Sandiaga.

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Nono bersalah. Ia terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan tindakan yang menguntungkan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye. Nono dijerat Pasal 490 juncto Pasal 282 UU Pemilu 7/2017.

Pasal 490 berbunyi sebagai berikut:

Setiap kepala desa atau sebutan lain yang dengan sengaja membuat keputusan dan/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu dalam masa Kampanye, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Pasal 282 berbunyi sebagai berikut:

Pejabat negara, pejabat struktural, dan pejabat fungsional dalam jabatan negeri, serta kepala desa dilarang membuat keputusan dan/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu selama masa Kampanye.

Dua guru Ngaji Tegaskan Keluarga Jokowi Bukan Non-Muslim, China, dan PKI
Jokowi Adalah Seorang Muslim Yang Sangat Taat, Bukan China dan Bukan PKI

Menanggapi banyaknya berita miring tentang Presiden Jokowi yang mengatakan bahwa dirinya adalah Non Muslim, keturunan China, dan yang lebih parah lagi adalah menuduh keluarganya PKI. Tuduhan itu adalah tidak benar, ada pihak yang mencoba menjatuhkan Jokowi dalam pencalonannya kembali menjadi Presiden RI untuk ke dua kalinya.

Dua guru ngaji di Kota Sukoharjo dan Solo, Jawa Tengah kemuadian angkat bicara tentang tuduhan yang keji tersebut. Kedua guru ngaji itu adalah KH Abdul Karim Ahmad (Gus Karim) dan Ustaz Mudhakir. Diketahui, Gus Karim merupakan guru ngaji di pengajian Bening Ati yang diikuti Jokowi sejak 2001. Adapun Ustaz Mudhakir adalah guru ngaji yang mengajari Jokowi membaca Alquran metode Iqro' dari jilid 1 sampai 5.

Gus Karim menjadi saksi, jauh sebelum menjadi Wali Kota Solo, Jokowi sudah aktif mendalami Islam, antara lain lewat pengajian Bening Ati, yang mengajarkan tafsir Alquran dan fikih. Materi yang diajarkan antara lain soal zakat, infak, sedekah, juga tata cara wudu dan salat. Jokowi mengamalkan ilmu yang didapatnya selama di pengajian. Misalnya rutin menggelar pengajian di rumahnya, mendirikan majelis taklim, dan sering bersilaturahmi serta berdiskusi dengan ulama-ulama di Solo.

Beliau, melihat langsung keseharian Jokowi sebelum menjadi Wali Kota Solo, kemudian Gubernur DKI Jakarta, dan akhirnya Presiden RI, Gus Karim menegaskan semua tudingan yang diarahkan ke suami Iriana itu selama ini tidak benar. Dia juga menyebut keislaman Jokowi selama ini, baik saat menjadi imam salat maupun ketika mengunjungi pesantren, bukanlah pencitraan.

"Semua tuduhan itu palsu, hoax, tidak ada dasarnya. Keislaman Jokowi itu kaffah bagi saya, sempurna sekali, dan akhlaknya luar biasa," kata Gus Karim dalam Wawancara Eksklusif yang tayang di detikcom, Rabu (16/1/2019).

Hal yang sama dikatakan oleh Ustaz Mudhakir. Pengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Sukoharjo itu pernah menjadi guru ngaji yang mengajari Jokowi membaca Alquran dengan metode Iqro' dari jilid 1 sampai 5. Beliau mengajar Jokowi dan putranya, Kaesang Pangarep, 8 bulan sampai 1 tahun. Dia melihat langsung kehidupan keluarga Jokowi.

"Tidak benar misalnya (dikatakan) Pak Jokowi itu komunis, non-muslim, dan sebagainya, karena saya melihat secara langsung," kata dia.
PSI: Pidato Prabowo Hanya Kata-Kata Tanpa solusi
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai, pidato kebangsaan yang disampaikan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto pada Senin, 14 Januari 2019 terdengar membosankan.

"Reorientasi pembangunan, swasembada pangan, swasembada energi, menghidupkan kembali industri dan lain lain. Terdengar sangat klise, membosankan. Sudah terlalu banyak, terlalu sering kita dengar," kata juru bicara PSI Andy Budiman dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/1/2019).

Dia mengungkapkan, pidato kebangsaan Prabowo tidak menawarkan sebuah peta jalan menuju swasembada pangan, swasembada energi, atau bagaimana meningkatkan daya saing industri. Karena Ketua Umum Partai Gerindra itu masih sekadar wacana.

"Hanya ada kata-kata: kita harus, kita akan, tanpa kita diberitahu bagaimana cara mewujudkannya," ujar dia.

Andy menilai, sebagai calon presiden, Prabowo seharusnya membangun rasa optimisme publik lewat visi misinya. Namun yang terjadi, mantan Pangkostrad itu lebih banyak menyampaikan keluhan dan rasa pesimisme.

Padahal, kata dia, sejumlah survei menyebut indeks pembangunan meningkat di era pemerintahan Jokowi. Kondisi masyarakat pun membaik selama 5 tahun ini.

"Prabowo menawarkan pesimisme dan romantisme Orde Baru. Jokowi menawarkan pemerintahan yang bersih, dan bekerja melayani rakyat, bukan melayani elit sebagaimana di era Orde Baru," kata Andy Budiman.

Namun begitu, dia meyakini, masyarakat tidak akan terpengaruh dengan adanya pidato kebangsaan Prabowo itu. Mengingat masyarakat telah puas dengan kepemimpinan Jokowi.

"Saya yakin rakyat akan memilih Jokowi yang menawarkan harapan Indonesia akan menjadi negara maju, ketimbang Prabowo yang menakut-nakuti negeri ini akan bubar," tutur Andy.
Angka Kemiskinan Turun Lagi Jadi 9,66% di September 2018
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada September 2018 sebesar 9,66 persen, turun 0,16 persen dibandingkan Maret 2018. Angka tersebut juga turun 0,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 10,12 persen.

"Tercatat jumlah penduduk miskin pada September 2018 sebesar 25,67 juta orang, turun 275,2 ribu orang dibandingkan Maret 2018," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Dia memerinci, total penduduk miskin di perkotaan saat ini sebesar 6,89 persen, turun 0,13 persen dibandingkan Maret 2018. Sementara di perdesaan mencapai 13,10 persen, turun 0,10 persen dibanding Maret 2018.

Suhariyanto menjelaskan, turunnya angka kemiskinan disebabkan oleh adanya kenaikan upah riil buruh tani dan nilai tukar petani (NTP). Sementara itu, angka inflasi juga masih bisa dijaga cukup baik oleh pemerintah.

"Upah riil buruh tani per hari pada September 2018 naik sebesar 1,60 persen dibanding Maret 2018. Sementara NTP September 2018 naik sebesar 1,21 persen dibanding Maret 2018, yaitu dari 101,94 menjadi 103,17," tuturnya.

Kemudian, selama periode Maret 2018–September 2018 besarnya inflasi umumnya cukup rendah, yaitu sebesar 0,94 persen . Selain itu juga, harga eceran beberapa komoditas pokok juga mengalami penurunan.

"Secara nasional beras turun 3,28 persen, daging sapi 0,74 persen, minyak goreng 0,92 persen dan gula pasir mengalami penurunan 1,48 persen," ucap Suhariyanto.

BPS juga menyatakan, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk penduduk yang berada di 40 persen lapisan terbawah selama periode Maret 2018–September 2018 tumbuh 3,55 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Garis Kemiskinan pada periode yang sama sebesar 2,36 persen.
TGB: Jokowi Sosok Pemimpin Yang Sungguh-Sungguh Bekerja
Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi memuji Presiden Joko Widodo yang tetap tulus bekerja walaupun terus difitnah.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, mantan politisi Partai Demokrat ini menceritakan bahwa, Jokowi dan keluarga besarnya, terus diserang dengan berbagai macam isu dan fitnah-fitnah.

"Mungkin tidak ada pemimpin yang paling banyak dihina melebihi beliau. Luar biasa hinaan, hujatan dan fitnahnya. Bahkan sampai pada hal inti yang menyangkut kehormatan beliau dan kehorm

TGB menceritakan, semua fitnahan yang tertuju pada Jokowi, dijawab oleh Mantan Walikota Solo ini kerja dan kerja. "Yang kita saksikan bersama, walaupun fitnah demi fitnah itu tidak pernah putus, tetapi beliau tetap bekerja, sungguh-sungguh bekerja," lanjut TGB.

TGB yang juga mantan Gubernur NTB dua periode, bercerita bahwa, Jokowi tidak mempunyai kemarahan terhadap masyarakat NTB meskipun pada Pilpres 2014, perolehan suara Jokowi kalah jauh dibandingkan dengan Prabowo Subianto.

"Dulu 2014, beliau kalah di NTB. Bahkan kekalahan di NTB itu termasuk kekalahan yang paling besar. Tapi ketika beliau memimpin, tidak ada kekesalan apalagi kemarahan. Beliau justru membangun NTB," kata TGB.

TGB Zainul Majdi yang kini sudah tidak lagi menjabat Gubernur, berjanji akan membantu pemenangan pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baginya, orang seperti Jokowi dan KH. Ma'ruf Amin merupakan putra-putra bangsa terbaik yang harus didukung.
"Bagi kita ini adalah fastabiqul khoirot. Tapi kita semua warga Nahdlatul Wathan, saya ajak untuk kompak semua. Kompak semuanya untuk bersama-sama mendukung pasangan Bapak Jokowi dan Bapak Kyai Ma'ruf Amin," TGB menegaskan.

Pelaksanaan Reforma Agraria di era Jokowi-JK Tuai Pujian
Pengamat Ekonomi Universitas Gajah Mada(UGM) Revrisond Baswir, mengatakan pasca Presiden Soekarno pelaksanaan reformasi agraria atau distribusi ulang lahan pertanian (landreform) di Indonesia sempat terhenti. Pelaksanaan itu baru bisa kembali dilakukan setelah 50 tahun atau pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, pelaksanaan landreform adalah bagian penting dari revolusi Indonesia, hal itu sebagaimana dikatakan oleh Bung Karno yang kemudian diwujudkan melalui pelaksanaan landreform tahap pertama yakni pada 1963.

Baswir mengungkapkan, komitmen Presiden Jokowi akan itu tertuang dalam Perpres No 45 tahun 2016 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2017, maka pada tahun 2017 dan 2018 terbit Perpres No 88 tahun 2018 tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan dan Perpres No 86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria.

"Pada tingkat implementasi, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) realisasi program perhutanan sosial pada tahun 2017 adalah seluas 1.917.890,07 hektar, sedangkan realisasi program reforma agraria adalah seluas 5 juta hektar lahan tersertifikasi," paparnya.Namun, pasca pengambilalihan kekuasaan oleh Soeharto pada 1966-1967, pelaksanaan reforma agraria cenderung berhenti sama sekali.

SDM

video

Dukungan

Cat-5

Cat-6