Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » » » » RI Paparkan Peluang Investasi Pariwisata Sebesar $3,1 Miliar Lewat Indonesia Pavilion

RI Paparkan Peluang Investasi Pariwisata Sebesar $3,1 Miliar Lewat Indonesia Pavilion
Pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua Bali benar-benar dimanfaatkan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memaparkan berbagai peluang investasi di Indonesia yang salah satunya di sektor perhotelan dan parawisata melalui Indonesia Pavilion.

Indonesia Pavilion adalah lokasi yang menampilkan kekhasan Indonesia dari segi pembangunan, bisnis, proyek-proyek strategis nasional, wisata hingga kekayaan seni budaya serta kerajinan tangan khas Indonesia.

Tak hanya itu, berbagai faktor pendukung investasi yang dapat menarik para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia juga ditampilkan dalam showcase hall seluas lebih dari 2.000 meter tersebut.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, total nilai proyek di sektor hotel dan pariwisata mencapai USD 3,6 miliar dengan peluang investasi sebesar USD 3,1 miliar.

Pemerintah pun kini mengembangkan potensi 10 destinasi wisata baru atau yang disebut dengan ‘10 Bali Baru’ yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang Belitung, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Bromo Tengger Semeru, Kawasan Candi Borobudur, Tanjung Lesung, Labuan Bajo, Taman Nasional Wakatobi, Morotai, dan Kepulauan Seribu DKI Jakarta.

Salah satu tujuan yang dikembangkan oleh BUMN adalah KEK Pariwisata Mandalika. Pembangunan kawasan ekonomi khusus pariwisata yang diresmikan pada 2017 ini dilaksanakan oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, perusahaan negara di sektor pengembangan kawasan wisata yang telah berhasil mengembangkan kawasan the Nusa Dua Bali.

"Kawasan Mandalika dibangun dengan tetap mengedepankan kearifan lokal dan menjaga ekosistem alam yang ada. Saat ini pengembangan kawasan masih terus berjalan," kata Staf Khusus III Menteri BUMN, Wianda Pusponegoro, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (8/10/2018).

Sesuai rencana, tahun ini pembangunan masih berfokus pada infrastruktur seperti pipa air bersih, dan instalasi listrik. Untuk hotel, selain Novotel yang sudah eksis, saat ini tengah dibangun juga Hotel Pullman, Hotel Royal Tulip, dan Paramount Lombok Resort & Residence.

Wianda mengatakan, seiring dengan upaya pengembangan KEK Pariwisata Mandalika, Kementerian BUMN telah mendorong PT Angkasa Pura I (Persero) untuk mengembangkan luas apron dan runway di Lombok International Airport (LIA) agar bisa didarati pesawat berbadan lebar.

Serta pengembangan pelabuhan Lembar oleh PT Pelindo III yang rencananya selesai pada 2019, sehingga nantinya pelabuhan tersebut bisa disandari kapal pesiar.

"Dengan semakin cepatnya pembangunan KEK Mandalika disertai infrastruktur pendukung lainnya, kunjungan wisatawan ke Lombok diharapkan bisa meningkat," ujar dia.

"Maka dari itu Menteri BUMN Ibu Rini Soemarno terus mendorong pembangunan kawasan ini agar bisa terlaksana dengan cepat. Begitu juga dengan pembangunan sarana lain seperti listrik dan air bersih," tambah dia.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Jokowi - FAQ

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments

Leave a Reply

SDM

video

Dukungan

Cat-5

Cat-6