Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » » » » Sri Mulyani: "Indonesia Perkuat Ekspor ke Asia & Afrika"

Sri Mulyani: "Indonesia Perkuat Ekspor ke Asia & Afrika"
Investasi dan ekspor merupakan dua kunci yang menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggelar pertemuan dengan beberapa menteri keuangan negara Asia dan Afrika.

Pertemuan diselenggarakan di hari terakhir Pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali. Pertemuan ini dilakukan untuk menggali beberapa peluang peningkatan ekspor ke negara-negara tersebut.

Adapun yang hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya menkeu dari Angola, Bangladesh, Kamerun, Ethiopia, Gabon, Mozambik, Namibia, Niger, Tanzania, Timor Leste, Somalia dan sejumlah negara lainnya.

Dalam pertemuan ini Menkeu juga menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank sebagai fasilitator.

"Atas inisiatif LPII, kami undang negara-negara Afrika dan Asia terutama Bangladesh, Timor Leste, untuk dengar feedback dari mereka bagaimana kami gunakan Eximbank untuk fasilitasi hubungan south-south dan meningkatkan ekspor, serta investasi," kata Menkeu di Nusa Dua, Minggu (14/10/2018).

Tidak hanya itu, pertemuan ini menjadi terobosan nyata Indonesia pada rangkaian kegiatan Pertemuan IMF-Bank Dunia, terutama dalam penguatan skema pembiayaan Indonesia untuk memajukan ekspor dan outbound investment Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, LPEI memperlihatkan implementasi kongkret program PKE dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Timah Tbk. dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. untuk pengerjaan proyek bersama dan komitmen LPEI untuk memberikan dukungan pembiayaan investasi serta modal kerja ekspor.

LPEI didirikan pemerintah untuk menumbuhkan ekspor nasional, melalui peningkatan daya saing melalui fasilitasi berbentuk pembiayaan, asuransi, penjaminan dan jasa konsultasi.

Sementara itu, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk terus memperkuat regulasi nasional dan menciptakan inovasi-inovasi untuk menghadapi kendala yang dirasakan BUMN dan pelaku usaha nasional ketika melakukan ekspansi usahanya, terutama ke pasar Afrika.

Luhut menjelaskan bahwa salah satu alternatif yang dapat ditempuh Pemerintah Indonesia adalah dengan mengembangkan skema counter-purchase.

"Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan mengingat pentingnya dilakukan penguatan strategi pembiayaan ekpor Indonesia," tambah Luhut.

Turut hadir Lembaga luar negeri seperti The African Export-Import Bank (Afreximbank), Central African States Development Bank (BDEAC), dan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP).

Sementara itu, BUMN strategis yang menghadiri pertemuan antara lain, PT Pindad, PT LEN Industri, Bio Farma, PT Timah, PT INKA, PT DirgantaraIndonesia, PT Kimia Farma, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan Peruri.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Jokowi - FAQ

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments

Leave a Reply

SDM

video

Dukungan

Cat-5

Cat-6