Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

March 2019

Capres nomor urut 01 Joko Widodo menilai rivalnya, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, tidak percaya kepada TNI. Padahal, menurut Jokowi, kekuatan dan pembangunan TNI nyata adanya.

"Saya melihat Pak Prabowo tidak percaya pada TNI kita," ujar Jokowi di atas panggung debat di Shangri-La Hotel, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).



Jokowi menyatakan itu untuk menanggapi Prabowo, yang sebelumnya menyebut di TNI ada budaya 'ABS' atau 'asal bapak senang'. Sebab, Prabowo menilai laporan yang diterima Jokowi dari bawahannya tidak sesuai dengan kenyataan.

Namun Jokowi mengaku melihat langsung bagaimana pembangunan Armada 3 yang diperintahkannya berlangsung. Kekuatan pertahanan TNI, disebut Jokowi, mampu mendeteksi serangan dari berbagai bidang.

"Saya yang sipil, saya sangat percaya pada TNI yang kita miliki karena misalnya saya di Natuna, saya lihat sendiri dibangun, saya cek di Sorong, ada barangnya," kata Jokowi.

Jokowi: Saya Juga Banyak Dituduh, Tapi Saya Biasa Saja
Calon Presiden nomor urut 1 Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa dia percaya kalau capres Prabowo Subianto adalah seorang Pancasilais. Hal itu untuk membalas jawaban Prabowo yang mengatakan bahwa dirinya percaya Jokowi Pancasilais dan nasionalis.

"Saya juga percaya kok Pak Prabowo itu Pancasilais. Saya juga percaya Pak Prabowo itu nasionalis, saya juga percaya Pak Prabowo itu patriot. Tapi kalau soal tuduh menuduh, saya kan juga banyak dituduh, Pak," ujar Jokowi dalam debat capres keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019) malam.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, selama 4,5 tahun terakhir dirinya banyak mendapatkan tuduhan.

"Saya dituduh, Pak Jokowi itu PKI, ada yang menuduh seperti itu, saya biasa saja, tak membalasnya," ujar Jokowi.

Dia mengatakan, yang penting adalah bagaimana Pancasila bisa menjadi arah dan cara hidup bangsa sehingga tak ada lagi fitnah dan saling tuduh.

"Mari kita membumikan Pancasila, agar kita bisa memberi contoh yang baik, tidak saling menghujat, meremehkan, menjelekkan," tegas Jokowi.

Kenapa tidak memberikan contoh yang baik, bagaimana sopan santun, tata krama, saling berteman, bersahabat dan bertoleransi, kenapa bukan itu yang kita perlihatkan?" pungkas Jokowi.

Ribuan relawan pendukung capres-cawapres no urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tergabung dalam Gerakan Relawan Pandu Garuda (GRPG) di 5 Kabupaten di Aceh membelot dan beralih dukungan ke pasangan capres-cawapres no urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Deklarasi dukungan itu difasilitasi oleh Komunitas Aceh Jokowi Amin Kuat (KAJAK) yang berlangsung di Hotel Grand Syariah, Banda Aceh, Minggu (24/3). Peralihan dukungan itu ditandai dengan  baret dan kostum GRPG yang dicopot kemudian diganti dengan kostum Kajak.

7

Mantan Koordinator GRPG dari lima kabupaten, Marzuki Saleh mengatakan ada sekitar 2.000 lebih relawan GPRG yang mengundurkan diri dari relawan dan memutuskan mendukung Jokowi-Amin. Dari lima Kabupaten/Kota, yakni Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Pidie dan Pidie Jaya.

Marzuki menyebutkan alasan pihaknya beralih dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf dikarenakan selama memimpin menjadi Presiden Indonesia sudah terbukti dalam kapisitasnya sangat baik dan layak melanjutkannya.

"Kami mendukung Jokowi-Amin tidak ada paksaan sama sekali dari orang lain, apalagi ada asutan dan janji manis, itu tidak ada,  ini murni dengan kesadaran dari kami sendiri karena kita sudah sepakat," kata Marzuki usai deklarasi.

Menurut Marzuki semua calon presiden saat ini sudah melakukan yang baik, namun ia menilai dari yang baik akan ada yang terbaik yakni Jokowi-Ma'ruf.

"Dan itu sudah terbukti selama Jokowi memimpin Indonesia apalagi pendampingnya sekarang ialah seorang ulama, Ma'ruf Amin yang pengetahuan agamannya tidak diragukan lagi," ungkapnya.

Marzuki menegaskan beralihnya dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf bukan semata-mata untuk menjelakan lawannya. "Dengan senang hati saya mendukung Jokowi-Amin, alasannya pasti ada kendala yang tidak perlu disebutkan dan saya tidak bermaksud untuk menjelekan lawan," katanya.

Sementara itu Pembina KAJAK, Sofyan Dawood mengatakan Kajak sangat menerima siapapun yang ingin bergabung dan terbuka untuk bersama-sama melakukan pemenangan terhadap pasangan no urut 01, Jokowi-Ma'ruf.

Terkait  relawan GRPG yang sebelumnya mendukung Prabowo-Sandi dan sekarang beralih mendukung Jokowi-Amin, Mantan Juru Bicara GAM ini sangat berterima kasih dan tidak ada niat jahat sedikitpun.

"Mungkin ada hal-hal mereka bergabung ke sini yang jelas tidak ada niat jahat. Karena saya mantan pimpinan mereka dulu, jadi lebih mudah berkomunikasi dan saya bangga mereka bergabung kembali," ujar Sofyan.

Ia menyakini bahwa kemenangan Jokowi-Ma'ruf menjadi presiden dan wakil presiden periode 2019-2014 sudah didepan mata. Maka ia menyerukan untuk tim dan simpatisan Jokowi-Ma'ruf untuk berbagai daerah di Aceh untuk terus berkerja semaksimal mungkin karena waktu semakin dekat.

"Dan keyakinan kami Jokowi-Amin menang secara nasional dan target kami di Aceh harus mendapat diatas 50 persen suara kemenangan," ungkapnya.

Menurutnya, meski pada pemilu 2014 silam, Jokowi kalah di Aceh namun hingga saat ini kepedulian Jokowi terhadap masyarakat Aceh begitu besar dan tidak pernah membeda-bedakan Aceh dengan provinsi lainnya dalam bentuk pembangunan.

"Jokowi sangat sering ke Aceh, sekarang sudah dibangun jalan tol, maka jika Jokowi tidak menang siapa bisa jamin jalan tol akan bersambung, ia begitu peduli dengan Aceh," tandasnya.
Rampungkan Banyak Tugas di Istana, Jokowi Tak Kampanye Hari Ini
Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) hari ini menghabiskan waktu di Istana Kepresidenan Bogor. Apakah Jokowi tidak melakukan kegiatan kampanye hari ini?

Sedari pagi, Jokowi berada di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Sejak pagi itu pula Jokowi menyelesaikan banyak tugas.

Dia mengaku banyak hal yang harus dia tanda tangani. Terutama terkait dengan administrasi pemerintahan.

"Menyelesaikan hal-hal yang sifatnya administratif, kan banyak yang harus di tanda tangani," kata Jokowi ketika ditemui wartawan seusai salat Jumat di Masjid Baitussalam, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/3/2019).

Dia mengatakan dokumen-dokumen tersebut harus diperhatikan dan diteken segera. "Banyak harus dicek, terutama berkaitan dengan administrasi pemerintahan. Dari pagi tadi urusannya itu," kata Jokowi.

okowi melakukan salat Jumat di Masjid Baitussalam, Istana Kepresidenan Bogor ditemani Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Koordinator Staf Khusus Teten Masduki.

Seperti diketahui, setelah dimulainya kampanye akbar, Jokowi secara maraton keliling luar kota. Serangkaian agenda kampanye Jokowi di luar kota antara lain ke Banyuwangi, Malang, Lhokseumawe, Dumai, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, dan Mamuju sebelum kembali lagi ke Istana Bogor.
Sejumlah kader dan calon anggota legislatif ( caleg) dari Partai Amanat Nasional ( PAN) di Provinsi Maluku mengalihkan dukungannya untuk memenangkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Pengalihan dukungan para kader dan caleg PAN di Maluku ini dilakukan dalam sebuah deklarasi yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Ambon, Kamis (28/3/2019). Sekretaris DPW PAN Maluku, Peter Tatipikalawan kepada wartawan di sela-sela kegiatan itu mengatakan, pihaknya menggelar deklarasi dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf di Maluku lantaran ingin menyelamatkan PAN di wilayah Maluku.



“Kepentingan utama kami adalah Partai Amanat Nasional. Ini bukan kepentingan pribadi saya tapi kepentingan besar kami adalah menyelamatkan PAN di Maluku,”vkata Peter. Peter yang juga pendiri PAN di Maluku ini mengungkapkan, alasan lainnya, pihaknya mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf karena pasangan tersebut sangat mendapatkan dukungan yang kuat di Maluku. Selain itu, selama kepemimpinan Jokowi, Maluku disebut sangat diperhatikan.

Dia mencontohkan, selama menjabat Presiden, Jokowi telah mengunjungi Maluku sekitar lima kali, dan itu disebut tidak pernah dilakukan oleh Presiden sebelumnya. Dibawa kepemimpinan Jokowi, Maluku juga sangat diperhatikan, terutama dari sisi konektifitas antar-wilayah, di mana konektivitas antar wilayah baik laut, darat maupun udara, semuanya terhubung.

“Luar biasa, dalam kurun lima tahun, beliau sudah berkunjung ke Maluku 4-5 kali, kami lihat di seluruh kabupaten kota transportasi laut dan udara semuanya sudah terhubung. Kalau Jokowi terpilih kembali, kami yakin Maluku akan lebih sejahtera lagi,” ungkap dia.

Dia menambahkan, keputusan untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 juga tak lepas dari masukan dan aspirasi sebagian besar kader dan simpatisan PAN di seluruh kabupaten kota di Maluku.

Dia menyebut, kader dan simpatisan PAN di Maluku sangat menghendaki agar Jokowi kembali terpilih sebagai Presiden untuk kedua kalinya. Atas dasar itu pihaknya tidak ingin mengambil risiko yang dapat menghancurkan kepentingan partai di Maluku.

“Kami dengar masukan dari simpatisan dan kader PAN di seluruh daerah, bahwa Jokowi yang harus dimenangkan. Jadi, sekali lagi, sikap ini demi kepentingan PAN di Maluku,” ujar dia.

Dia menambahkan, setelah deklarasi tersebut, pihaknya akan gencar menyosialisasikan pasangan Jokowi-Ma’ruf ke akar rumput demi memenangan calon petahana tersebut di Provinsi Maluku. Adapun tiga butir naskah deklarasi yang dibacakan dalam deklarasi tersebut pertama seluruh kader dan simpatisan dan pendukung PAN di Maluku siap memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf di Maluku. Kedua, menginstruksikan bagi seluruh caleg PAN untuk menyosialisasikan Jokowi-Ma’ruf di Maluku, dan ketiga mendengarkan suara rakyat di negeri raja-raja tercinta.
Survei CSIS: 72,9 Persen Masyarakat Puas Kinerja Jokowi-JK
Tingkat kepuasan masyarakat Indonesia terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla atau Jokowi-JK selama empat tahun lebih ini relatif tinggi yakni sebesar 72,9 persen. Angka tersebut terlihat dari hasil survei yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

"Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintahan Jokowi-JK masih tinggi, di atas 70 persen," ujar peneliti CSIS Noory Okthariza saat memaparkan hasil survei nasional bertajuk 'Menjelang 17 April 2019: Pertarungan antara Elektabilitas dan Mobilisasi Pemilih', di Senayan, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Sementara 26,3 persen masyarakat merasa tidak puas terhadap kinerja Jokowi-JK, dan 0,8 persen sisanya memilih tidak menjawab.

Okthariza menuturkan, sektor infrastruktur dan pendidikan menjadi dua hal yang paling diapresiasi oleh masyarakat, yakni 79,2 persen dan 76,6 persen. Kebijakan di sektor maritim juga mendapat apresiasi cukup baik yakni 70,6 persen.

"Sementara sektor Polhukam 64,5 persen, sektor hubungan internasional 61,9 persen), dan sektor ekonomi 61,5 persen menjadi area yang paling dianggap lemah oleh masyarakat," tuturnya.

Berdasarkan survei, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah ini ditopang dengan persepsi ekonomi keluarga dan ekonomi nasional yang dianggap lebih baik dari tahun lalu. Sebanyak 50,2 persen dan 48,3 persen warga menyatakan kondisi ekonomi keluarga mereka dan ekonomi nasional membaik dibandingkan tahun lalu.

Demikian pula persepsi warga akan kondisi ekonomi satu tahun ke depan yang sangat positif. Sebanyak 80,8 persen dan 77 persen warga optimis kondisi ekonomi keluarga mereka dan ekonomi nasional akan lebih baik satu tahun dari sekarang.

"Terakhir, CSIS mengevaluasi program-program ekonomi pemerintah. Terlihat bahwa program-program sosial pro-kesejahteraan seperti BPJS, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Indonesia Sehat adalah yang paling dianggap penting, yaitu 35.5 persen, jauh di atas infrastruktur yang ada di posisi kedua, yakni sekitar 18 persen," kata Okthariza.

Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan subsidi listrik serta BBM ada di urutan ketiga dan keempat dengan jumlah 11,2 persen dan 10,5 persen.

"Sementara program pembagian sertifikat tanah yang banyak disampaikan pemerintah akhir-akhir ini ternyata hanya diapresiasi sekitar 2 persen saja," ucapnya.

Survei ini dilakukan di 34 provinsi di seluruh Indonesia pada periode 15-22 Maret 2019. Survei ini menggunakan sampel sebanyak 2.000 orang kemudian divalidasi menjadi 1.960 orang dengan margin of error sebesar 2,21 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Ribuan relawan pendukung capres-cawapres no urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tergabung dalam Gerakan Relawan Pandu Garuda (GRPG) di 5 Kabupaten di Aceh membelot dan beralih dukungan ke pasangan capres-cawapres no urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Deklarasi dukungan itu difasilitasi oleh Komunitas Aceh Jokowi Amin Kuat (KAJAK) yang berlangsung di Hotel Grand Syariah, Banda Aceh, Minggu (24/3). Peralihan dukungan itu ditandai dengan  baret dan kostum GRPG yang dicopot kemudian diganti dengan kostum Kajak.



Mantan Koordinator GRPG dari lima kabupaten, Marzuki Saleh mengatakan ada sekitar 2.000 lebih relawan GPRG yang mengundurkan diri dari relawan dan memutuskan mendukung Jokowi-Amin. Dari lima Kabupaten/Kota, yakni Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Pidie dan Pidie Jaya.

Marzuki menyebutkan alasan pihaknya beralih dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf dikarenakan selama memimpin menjadi Presiden Indonesia sudah terbukti dalam kapisitasnya sangat baik dan layak melanjutkannya.

"Kami mendukung Jokowi-Amin tidak ada paksaan sama sekali dari orang lain, apalagi ada asutan dan janji manis, itu tidak ada,  ini murni dengan kesadaran dari kami sendiri karena kita sudah sepakat," kata Marzuki usai deklarasi.

Menurut Marzuki semua calon presiden saat ini sudah melakukan yang baik, namun ia menilai dari yang baik akan ada yang terbaik yakni Jokowi-Ma'ruf.

"Dan itu sudah terbukti selama Jokowi memimpin Indonesia apalagi pendampingnya sekarang ialah seorang ulama, Ma'ruf Amin yang pengetahuan agamannya tidak diragukan lagi," ungkapnya.

Marzuki menegaskan beralihnya dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf bukan semata-mata untuk menjelakan lawannya. "Dengan senang hati saya mendukung Jokowi-Amin, alasannya pasti ada kendala yang tidak perlu disebutkan dan saya tidak bermaksud untuk menjelekan lawan," katanya.

Sementara itu Pembina KAJAK, Sofyan Dawood mengatakan Kajak sangat menerima siapapun yang ingin bergabung dan terbuka untuk bersama-sama melakukan pemenangan terhadap pasangan no urut 01, Jokowi-Ma'ruf.

Terkait  relawan GRPG yang sebelumnya mendukung Prabowo-Sandi dan sekarang beralih mendukung Jokowi-Amin, Mantan Juru Bicara GAM ini sangat berterima kasih dan tidak ada niat jahat sedikitpun.

"Mungkin ada hal-hal mereka bergabung ke sini yang jelas tidak ada niat jahat. Karena saya mantan pimpinan mereka dulu, jadi lebih mudah berkomunikasi dan saya bangga mereka bergabung kembali," ujar Sofyan.

Ia menyakini bahwa kemenangan Jokowi-Ma'ruf menjadi presiden dan wakil presiden periode 2019-2014 sudah didepan mata. Maka ia menyerukan untuk tim dan simpatisan Jokowi-Ma'ruf untuk berbagai daerah di Aceh untuk terus berkerja semaksimal mungkin karena waktu semakin dekat.

"Dan keyakinan kami Jokowi-Amin menang secara nasional dan target kami di Aceh harus mendapat diatas 50 persen suara kemenangan," ungkapnya.

Menurutnya, meski pada pemilu 2014 silam, Jokowi kalah di Aceh namun hingga saat ini kepedulian Jokowi terhadap masyarakat Aceh begitu besar dan tidak pernah membeda-bedakan Aceh dengan provinsi lainnya dalam bentuk pembangunan.

"Jokowi sangat sering ke Aceh, sekarang sudah dibangun jalan tol, maka jika Jokowi tidak menang siapa bisa jamin jalan tol akan bersambung, ia begitu peduli dengan Aceh," tandasnya.
Calon presiden nomor urut 01 dan Presiden Jokowi dari segi ideologi dinilai sebagai pemimpin yang tegas. Ia berani menindak kelompok radikal yang tidak mau mengakui Pancasila sebagai dasar negara.



"Secara ideologi, Jokowi ini orang yang berani mengambil risiko untuk menggebuk ormas yang tidak menjunjung tinggi pancasila dan NKRI. Artinya Jokowi mengambil risiko berhadap-hadapan dengan kelompok-kelompok yang selama ini tidak mengakui pancasila dan demokrasi sebagai sistem politik kita," ujar pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno di Jakarta, Selasa 26 Maret 2019.

Adi menilai langkah Jokowi membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bukan perkara mudah karena bukan kebijakan populer. Lebih lagi, Jokowi siap tak disukai oleh sejumlah kalangan.

"Jokowi tidak kompromi dengan kelompok-kelompok masyarakt yang tidak mengakui Pancasila. Jadi tidak ada tempat bagi siapa pun di negara ini yang tidak mengakui pancasila sebagai dasar negara. Dan itu yang dilakukan Jokowi," jelas Adi.

Ideologi ini menjadi salah satu tema debat keempat Pilpres pada Sabtu, 30 Maret 2019. Menurutnya, Jokowi bakal lebih menguasai tema ideologi tersebut karena berasal dari sipil.

"Mungkin karena Jokowi pemimpin sipil. Pemimpin sipil cenderung berani mengambil risiko berhadap-hadapan dengan kelompok-kelompok yang enggak setuju dengan Pancasila. Kalau logika politiknya militer cenderung zero enemy," kata Adi.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu menilai pemimpin militer tidak mau ambil risiko. Contohnya Susilo Bambang Yudhoyono. Pemimpin militer akan meminimalisir kelompok berseberangan dengan cara merangkul.

"SBY begitu. HTI itu kan besar juga di zaman SBY. Cuma karena Pak SBY cenderung tidak mau berkonfrontasi. Karena dianggap kelompok-kelompok radikal ini bisa dibina dengan cara pelan-pelan makanya tidak dibubarkan," jelas Adi.

"Tapi kelompok ini pintar juga menyembunyikan agenda politiknya. Mereka tidak konfrontasi terhadap negara tapi pada saat bersamaan mereka semakin konsolidatif. Mereka melebarkan sayap politiknya di mana-mana," imbuhnya.

Di bidang keamanan, kata Adi, Jokowi juga unggul. Sebab situasi keamanan selama lima tahun terakhir cukup terkendali. "Terorisme nyaris tidak ada. Ada satu dua cepat dilokalisir dan diredam, tidak merembet ke mana-mana. Pertahanan negara juga tidak ada ancaman yang nyata," tegasnya.

Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin meluncurkan teknologi hologram untuk kampanye. Teknologi ini bisa dijadikan sebagai pembelajaran pada masyarakat, terutama kaum milenial, bahwa Jokowi dan dirinya mampu menggunakan teknologi untuk berkomunikasi.



Hologram merupakan teknologi ilusi pantulan cahaya yang dapat menampilkan model berupa wujud manusia maupun benda lain dengan sudut pandang 360 derajat dan tampak sangat nyata.

Hologram itu resmi diluncurkan dalam sebuah forum silaturahmi yang dihadiri langsung oleh Ma'ruf Amin ketika berkampanye di Kabupaten Lebak, Banten, Senin (25/3) malam. Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir menjelaskan penggunaan teknologi hologram bermanfaat untuk mengantisipasi jadwal kampanye terbuka Jokowi dan Ma'ruf yang padat di berbagai daerah.

Erick mengatakan hologram mampu menghadirkan sosok Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di berbagai wilayah saat kampanye secara bersamaan meski tak secara nyata."Teknologi ini juga menjadi ujung tombak Jokowi untuk mendekatkan Jokowi kepada calon pemilih," kata Erick dalam keterangan resminya, Senin (25/3).

Diketahui, alat hologram itu dipasang dalam sebuah mobil jenis colt diesel yang diletakkan di bagian tengah ruangan. Kendaraan itu sudah ditata untuk menayangkan hologram yang dimaksud.

Ketika dioperasikan, tiba-tiba muncul sosok Jokowi dan Ma'ruf Amin dalam bentuk cahaya dan dapat mengeluarkan suara di hadapan orang yang melihatnya.Erick menjelaskan bahwa teknologi hologram ini seratus persen karya asli anak Indonesia.

Ia menyatakan nantinya alat hologram ini dapat digunakan untuk menjangkau daerah-daerah padat di Pulau Jawa. "Fokusnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur." kata dia.
Jokowi Serukan Baju Putih:Jangan Sampai Diambil yang Lain
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres 2019 pada 17 April mendatang. Ia juga meminta masyarakat untuk memilih pasangan calon yang mengenakan baju putih di surat suara pilpres.

"Gunakan hak pilih kita pada tanggal 17 April 2019. Jangan lupa pilih yang bajunya putih," kata Jokowi, Selasa (26/3).

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan masyarakat untuk mengenakan baju putih ketika menyalurkan suara ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ia meminta masyarakat berbondong-bondong mengenakan baju putih ketika ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

"Kita semua ke TPS berbondong-bondong berbaju putih," tulis Jokowi.

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan pakaian putih yang dikenakan Jokowi-Ma'ruf dalam foto di surat suara mencerminkan kebersihan nurani.

"Desain foto berseragam putih sebagaimana terdapat dalam gambar Jokowi-KH Ma'ruf Amin di kertas suara, secara kontras berhadapan dengan jas hitam Prabowo-Sandi. Putih adalah cermin kebersihan nurani yang menyebabkan alam pikir berkreasi dan berdaya cipta dengan segala sesuatu hal yang baik," kata Hasto dalam keterangan pers, Selasa (26/3).

Capres 01 Joko Widodo (Jokowi) kerap disebut lemah dalam hubungan luar negeri. Hal itu menjadi sorotan jelang debat keempat antarcapres yang salah satunya bertemakan hubungan luar negeri. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf pun membantah hal tersebut.

"Tentang hubungan luar negeri saya kira pemerintahan Jokowi telah menunjukkan kepemimpinannya yang sangat kuat terutama di ASEAN, Indonesia masih disegani sebagai negara yang berpengaruh di ASEAN," kata Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (25/3).



Ace memberikan contoh lain, yakni pada pemerintahan Jokowi indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Kemudian, Indonesia kerap aktif dalam forum ekonomi G20 hingga menjadi tuan rumah pertemuan IMF.

Capaian itu, kata Ace, menunjukkan Indonesia adalah salah satu negara yang berpengaruh, sekaligus membantah stigma bahwa Jokowi memiliki politik luar negeri yang lemah.

"Oleh karena itu tidak benar kalau dikatakan bahwa pak Jokowi jarang ke forum luar negeri. Justru kehadiran Pak Jokowi di luar negeri itu beliau menunjukkan marwahnya sebagai presiden," ujar dia.

Jokowi juga kerap disebut lemah dalam politik luar negeri lantaran ia kerap absen dalam forum internasional. Menurut Ace, anggapan tersebut juga tidak tepat. Ia mengatakan, ada kalanya Jokowi cukup memerintahkan perwakilan luar negerinya. "Jadi tidak semua forum inernasional itu harus dihadiri oleh Pak Jokowi," ujar dia.

Ace juga menyoroti aktivitas Indonesia di dunia Muslim. Indonesia turut berperan aktif menyelesaikan berbagai konflik yang ada di negara-negara Muslim.

"Pak Jokowi diakui oleh dunia bahwa dengan Islam Indonesia yang moderat, wasthiyah, itu menunjukkan bahwa indonesia memiliki peran yang sangat luar biasa bagi kehidupan internasional," ujar dia.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut capres petahana Joko Widodo saat ini malah mempersempit basis pemilih dengan sejumlah narasi dan tindakan. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menolak anggapan Fahri.

"Pak Jokowi itu merangkul semua golongan. Mana ada mempersempit pemilih? Pak Fahri lihatnya terlalu simplistis dan tidak mendalam," ujar anggota TKN Tsamara Amany saat dimintai konfirmasi, Senin (25/3/2019).



Tsamara menyebut Jokowi merangkul banyak golongan dari berbagai latar. Tsamara juga mengungkit sosok Ma'ruf Amin yang disebutnya pemersatu.

"Ada berbagai macam golongan di kubu Pak Jokowi, dari berbagai latar belakang, ada yang berlatar belakang NU, Muhammadiyah, HMI, ada sosok seperti TGB. Ada tua-muda, pengusaha, aktivis, purnawirawan, dan sebagainya," kata Tsamara.

"Bahkan Kiai Ma'ruf sendiri juga pemersatu dari berbagai kelompok keagamaan. Kalau ada pernyataan tegas terhadap gerakan yang hendak mengganti Pancasila, itu namanya sebuah sikap, bukan upaya mempersempit golongan," imbuh politikus PSI itu.

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Arsul Sani menyebut segmen pemilih Jokowi kini makin meluas, bukan sempit seperti kata Fahri. Dia membeberkan alasan-alasan mengapa segmen pemilih Jokowi kini dianggap makin beragam.

"Basis pemilih Pak Jokowi justru dari sisi segmentasi malah lebih melebar atau meluas. Sekarang ini makin banyak segmen-segmen pemilih muslim yang sebelumnya percaya dengan pelabelan sosok Jokowi melalui hoax, fitnah, dan ujaran kebencian sebagai sosok yang anti-Islam, pro-asing-'aseng', dan pro-PKI makin mendekat ke paslon 01. Jadi yang kami lihat berkebalikan dengan yang FH sampaikan," tegas Arsul.

Sebelumnya diberitakan, Fahri menilai Jokowi saat ini tengah mempersempit 'pasarnya' sendiri. Fahri memandang sebenarnya peluang petahana untuk menang kembali sangat terbuka. Untuk Jokowi, dia menyebut sang petahana sedang mempersempit basis pemilih.

"Dia menjadi terlalu partisan. Saya sering katakan, untuk menjadi orang yang terpilih kembali di Indonesia sangat tidak susah. Cukup Anda tebar payung besar, menjadi pemimpin yang rekonsiliatif, terpilih, dan terpilihnya dahsyat. Lihat Pak SBY, kan terpilihnya tinggi sekali, rekonsiliatif saja," ucap Fahri.

"Keadaan mah relatif sama begitu ya, tetapi karena dia rekonsiliatif, jatahnya itu kalau tidak ada, kalau mampu mengurai atau menjulurkan payung besar di kepemimpinannya, petahana itu terpilih. Tapi Pak Jokowi sayangnya menciptakan konflik dan mempersempit basis pemilihnya," sambung Fahri.
Kampanye Perdana, Jokowi Temui Pendukungnya di Banten
Calon presiden Joko Widodo mengawali kampanye terbuka dengan menyapa para pendukungnya di Stadion Maulana Yusuf, Cicera, Serang Banten pada Ahad (24/3). Dalam kesempatan itu, Jokowi kembali mempromosikan tiga kartu sakti yang diinisiasi beberapa waktu lalu.

"Tapi ini adalah program baru yang akan kita laksanakan mulai tahun depan, setelah kita semua melewati Pilpres pada 17 April nanti," kata Jokowi saat menyampaikan orasi politiknya.

Program tiga kartu sakti, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra-Kerja. Jokowi mengatakan, anak-anak lulusan SMA, SMK hingga perguruan tinggi diminta untuk mencari kartu pra-kerja guna menerima kepastian mendapat pekerjaan.

Dia mengatakan, kartu tersebut nantinya akan memberikan pelatihan baik di kementerian, BUMN, atau Balai Latihan Kerja (BLK). Capres nomor urut 01 itu melanjutkan, pelatihan itu nantinya dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri guna memudahkan mencari pekerjaan.

"Tapi kalau belum dapet pekerjaan akan ada insentif honor enam bulan hingga satu tahun sampai dapat kerja," kata Jokowi.

Kartu lainnya yang diperkenalkan adalah kartu sembako murah. Jokowi juga kembali mengampanyekan KIP kuliah. Dia mengimbau, warga yang tidak mampu, tetapi ingin berkuliah untuk mencari kartu tersebut.

Dalam kampanye perdana itu, Jokowi juga melakukan simulasi pencoblosan surat suara. Mantan gubernur DKI Jakarta itu mempraktekan di depan massa pendukungnya untuk memberikan suara mereka kepada dirinya dan Ma'ruf Amin selanjutnya memasukan kertas ke kotak suara.

"Saya titip, ingat bahwa hari Rabu 17 April itu jangan lupa pilih yang baju putih, saya ulang pilih yang baju putih karena putih adalah kita," kata Jokowi.

Sementara, hadir dalam kampanye terbuka perdana itu adalah Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Ketua Umum PSI Grace Natalie, Ketua Umum PKPI Diaz Hendroproyono, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Kegiatan itu juga dihadiri Ketua TKN KIK Erick Thohir dan Ketua Harian TKN Moeldoko. Hadir pula Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Sayangnya, cawapres Ma'ruf Amin batal menghadiri kampanye terbuka perdana itu.

Masa kampanye politik dan iklan kampanye pemilu terbuka akan dimulai Ahad (24/3) hingga 13 April 2019. Bawaslu meminta para peserta Pemilu 2019, yaitu 16 partai politik dan pasangan capres-cawapres mengedepankan adu gagasan dan program.
Gubernur Bali I Wayan Koster mendoakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dapat memenangi kontestasi Pilpres 2019. Koster berharap Jokowi yang merupakan capres petahana dapat kembali melanjutkan pembangunan di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Koster saat menghadiri acara simakrama atau silaturahmi bersama tokoh dan masyarakat Bali di Ardha Chandra Kecamatan Denpasar Selatan Kota Bali, Jumat 23 Maret 2018. Acara tersebut juga dihadiri Jokowi.



"Kami terus mendoakan, mudah-mudahan Bapak Jokowi terpilih kembali sebagai presiden. Itu harapan kami demi tegaknya ideologi Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika," kata Koster.

Dia mengatakan, Bali merupakan daerah adat istiadat, seni, dan budaya yang menjadi aset masyarakat Pulau Dewata dan juga bangsa Indonesia. Upaya melestarikan adat istiadat, seni dan budaya sepenuhnya dijalankan oleh desa adat dengan cara swadaya.

Ia pun meminta kepada Jokowi agar pemerintah mengucurkan dana bantuan untuk desa adat, seperti dana desa dan dana kelurahan.

"Kami mohon perhatian secara khusus kepada Bapak Presiden. Kiranya berkenan untuk mempertimbangkan pemberian alokasi anggaran untuk desa adat di Bali. Sesuai kemampuan keuangan negara," kata Koter
Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengajak masyarakat untuk berani melawan hoaks yang banyak beredar baik di media sosial maupun di dunia nyata. Jokowi pun meminta kepada masyarakat untuk juga berani melawan kabar fitnah dan kabar bohong.



"Tanggal 17 April 2019 tinggal 24 hari lagi. Hati-hati waktu tinggal 24 hari. Saya mengajak pada kita semuanya untuk berani dan melawan hoaks. Berani dan melawan kabar fitnah, kabar bohong," ujar Jokowi saat berpidato di acara Alumni Jogja Satukan Indonesia yang digelar di Stadion Kridosono, Kotabaru, Kota Yogyakarta, Sabtu (23/3).

Jokowi mengungkapkan saat ini peredaran hoaks, kabar fitnah dan kabar bohong tak lagi beredar di media sosial saja. Namun juga beredar dari pintu ke pintu.

"Sekarang (hoaks, kabar fitnah dan kabar bohong) tidak hanya ada di medsos tapi dari pintu ke pintu. Ini sudah ingin merusak Indonesia (lewat hoaks, kabar fitnah dan kabar bohong)," ungkap Jokowi.

Jokowi meminta kepada masyarakat agar berhati-hati pada hoaks, kabar bohong dan kabar fitnah yang disebarkan. Jokowi menyebut cara-cara yang dilakukan dengan menyebar hoaks dan kabar bohong ini sebagai politik yang tak beretika dan bertatakrama.

"Ada yang bilang kalau Jokowi- Ma'ruf Amin menang, pendidikan agama dihapuskan. Itu kabar bohong, fitnah hoaks. Ada yang bilang kalau Jokowi-Ma'ruf Amin menang, adzan akan dilarang. Hati-hati kabar seperti ini. Ini cara berpolitik tak beretika dan bertatakrama," tutup Jokowi.
Presiden Joko Widodo meninjau proses rekonstruksi dan rehabilitasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca diguncang gempa beberapa waktu lalu. Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo bakal mengawali kampanye terbuka di Tangerang, Banten dan berakhir di Jakarta. Kampanye terbuka atau rapat umum dijadwalkan KPU mulai Minggu 24 Maret hingga 13 April 2019.

Jokowi bersama cawapresnya, Ma'ruf Amin akan berkampanye keliling secara terpisah. Tapi khusus awal kampanye di Tangerang dan kampanye terakhir di Jakarta, Jokowi berkampanye bersama dengan Ma'ruf.

6

"Betul. Kampanye akan dibuka di Tangerang dan diakhiri di Jakarta," ujar Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong saat dikonfirmasi, Jumat (22/3).

Kampanye perdana di Tangerang akan dilanjutkan ke Denpasar, Bali pada hari yang sama.

Usai di dua tempat tersebut, Jokowi akan melanjutkan kampanye di Jawa Timur lalu ke Lhokseumawe, Aceh, dan Dumai, Riau.

Jokowi juga bakal berkunjung ke sejumlah wilayah di Kalimantan yakni Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, dan Mamuju di hari-hari berikutnya.

Sementara pada akhir bulan ini, mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan fokus mempersiapkan debat capres yang akan digelar 30 Maret mendatang.

Pasca debat, Jokowi kembali melanjutkan kampanye terbuka, yakni di Makassar dan Manado, Sulawesi. Ia juga akan berkampanye di Sorong dan Papua pada awal April.

Kegiatan kampanye Jokowi cenderung lebih banyak dilakukan di luar Pulau Jawa. Sejumlah wilayah seperti Bengkulu, Batam, Padang Sidempuan hingga Lampung termasuk wilayah yang menjadi tujuan Jokowi melakukan kampanye terbuka.

Setelah itu Jokowi akan mempersiapkan untuk debat terakhir pada 13 April sekaligus penutupan kampanye terbuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Selain Jokowi, TKN juga telah menyiapkan jadwal kampanye bagi Ma'ruf. Cawapres nomor urut 01 itu bakal mengawali kampanye dalam kongres dan rapat kerja nasional santri nasional di Jakarta pada 30 Maret 2019.

Mantan rais am PBNU itu juga bakal berkampanye dalam acara Isra Mi'raj akbar di Bandung, Jawa Barat pada awal April. Selama satu bulan, Ma'ruf akan fokus melakukan kampanye terbuka di wilayah Jabar di antaranya Garut, Sukabumi, hingga Banten.

Sementara di akhir masa kampanye terbuka, Ma'ruf akan melakukan kampanye bersama Jokowi di GBK sebelum sesi debat terakhir.
Pelaporan Terhadap Ma'ruf Soal Dianggap Biarkan Hoax Sangat Tidak Tepat
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menanggapi laporan terhadapnya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Ma'ruf dituding membiarkan penyebaran hoaks.

Hoaks yang dimaksud pelapor adalah pernyataan dalam sebuah pengajian. Pembicara bilang jika paslon 01 tidak terpilih, tidak ada tahlil dan zikir berkumandang di Istana. Menurut pelapor, Ma'ruf juga berada di pengajian tersebut.

Ma'ruf menyebut laporan yang diarahkan kepadanya tidak tepat. Menurut dia, itu adalah forum tertutup bukan ruang terbuka. Konteksnya juga antar ulama bertemu untuk saling mengingatkan.

"Apa salah saya? Kalau kenapa saya diam saja, karena menurut saya itu bukan sesuatu hal yang melanggar," ujar Ma'ruf Amin di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/3).

Ma'ruf menyebut yang hadir adalah ulama Nahdlatul Ulama. Para ulama tersebut saling mengingatkan karena paling ditakuti apabila paham Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) diganggu.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa ulama khawatir politik bakal merusak Islam. Sampai peringatan supaya paham intoleransi tidak menggusur ajaran Islam moderat di Indonesia.

"Karena itu jangan sampai soal politik merusak Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang Ahlussunah Wal Jamaah, Islam yang moderat itu jangan sampai tergusur dari Indonesia, karena Islam Rahmatan Lil Alamin, moderat itu yang bisa menjaga kerukunan di antara sesama bangsa, kalau itu Islam yang intoleran yang menjadi mainstream itu bahaya," jelas Mustasyar PBNU itu.

Anggota Advokat Peduli Pemilu menilai, Ma'ruf Amin tidak mengampanyekan anti-hoaks karena tidak menegur penceramah sebagaimana video tersebut. Ma'ruf dilaporkan ke Bawaslu dengan Pasal 280 ayat 1 huruf c dan d juncto Pasal 521 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Ma'ruf Amin dilaporkan ke Bawaslu oleh Anggota Advokat Peduli Pemilu. Pelapor menilai, Ma'ruf Amin tidak mengampanyekan anti-hoaks karena tidak menegur penceramah sebagaimana video tersebut. Ma'ruf dilaporkan ke Bawaslu dengan Pasal 280 ayat 1 huruf c dan d juncto Pasal 521 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Ulama Kharismatik Aceh, Tengku H. Nuruzzahri (Waled Nu) Samalanga bersama sejumlah massa yang tergabung dalam Relawan Nawacita Jokowi Lhokseumawe menggelar deklarasi dukungan untuk paslon Joko Widodo- Ma'ruf Amin. Mereka mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang telah bekerja nyata dan super terbaik.

"Dua kandidat capres- cawapres ini putra terbaik bangsa. Namun, pilihlah satu pemimpin yang kita senang. Yang super terbaik dari yang terbaik," kata Waled Nu dalam deklarasi dan silaturahmi yang digelar di Aula Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Selasa (20/3/2019).



Waled menyebut kiprah Jokowi- Amin sudah terbukti. Kendati demikian, dia meminta masyarakat Aceh untuk tidak saling menggunjing walaupun berbeda pilihan politik.

"Jangan sampai kita buat keributan. Jangan menggunjing orang lain dan jangan hoaks. Sampaikan yang baik- baik kepada sesama. Intinya, berbaik- baiklah walau berbeda tujuan," sebut Waled Nu.

Sementara itu, koordinator Relawan Nawacita Jokowi-Amin Lhokseumawe, Ahmad Subhan menyampaikan, deklarasi tersebut diikuti oleh ribuan peserta. Relawan tersebut datang dari berbagai desa yang ada di Lhokseumawe.

"Hari ini relawan yang hadir hanya seribuan, karena tempat hanya bisa menampung seribu relawan, masih ada ribuan relawan nawacita lainnya di Lhokseumawe," kata Ahmad Subhan dalam keterangannya.

Menurut Subhan, para relawan itu datang untuk mendengarkan pemaparan dari Tengku Hm Nuruzzahri atau yang akrab disapa Waled Nu tentang Jokowi-Ma'ruf. Para relawan juga diberitahu mengenai isu-isu yang berkembang selama kampanye.

"Kita juga lakukan silaturahmi dalam rangka konsolidasi, memberi pengetahuan bagi para relawan terkait isu-isu kampanye yang harus disampaikan oleh tim 01, untuk pemenangan Jokowi-Amin," sebut Subhan.

Salah seorang relawan, Nurdin Ismail alias Ayah Din mengaku mendukung Jokowi karena berpihak kepada rakyat. Dia pun meminta Waled NU untuk tetap memperjuangkan aspirasi warga apabila Jokowi terpilih kembali di Pilpres 2019.

"Dulu, BBM, Listrik dan Sembako tidak naik dan mencekik. Masa Jokowi malah naik. Ke depan, jika terpilih tolong hiraukan kami rakyat kecil," sebut Ayah Din.
Survei Indo Barometer: Elektabilitas Jokowi 50,2% vs Prabowo 28,9%
Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil surveinya terkait elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2019. Hasilnya, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul dari rivalnya, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dengan selisih di atas 20%.

Survei dilaksanakan pada 6-12 Februari 2019 kepada 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error dalam survei ini kurang-lebih 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan menggunakan simulasi gambar kedua paslon. Responden diberi pertanyaan 'seandainya pemilihan umum presiden dilaksanakan pada hari ini, dari 2 gambar pasangan calon tersebut, mana yang akan Bapak/Ibu/Saudara pilih sebagai Presiden-Wakil Presiden Republik Indonesia?'.

"Sekarang pasangan ini dengan simulasi kertas suara. Sebanyak 50,2 persen memilih Jokowi-Ma'ruf, 28,9 persen memilih Prabowo-Sandi, tidak menandai apa pun di kertas suara 20,9 persen. Jadi selisih elektabilitas itu di atas 20 persen," kata peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

Indo Barometer juga memberikan proyeksi perolehan suara pada pilpres 17 April 2019 nanti. Proyeksi dilakukan dengan membagi suara undecided voters dengan asumsi tidak ada peristiwa politik besar.

"Indo Barometer memberikan proyeksi 17 April 2019 yang akan datang. Jika tidak ada peristiwa politik yang besar, kemungkinan Jokowi akan mendapatkan 63,47 persen dan Prabowo 36,53 persen," jelas Hadi.

Berikut ini elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi berdasarkan survei Indo Barometer:

Simulasi gambar pasangan calon:
Jokowi-Ma'ruf 50,2 persen
Prabowo-Sandi 28,9 persen
Undecided voters 20,9 persen

Simulasi gambar calon presiden:
Joko Widodo 51,2 persen
Prabowo Subianto 28,9 persen
Undecided voters 19,9 persen

Simulasi gambar calon wakil presiden:
Ma'ruf Amin 44,5 persen
Sandiaga Uno 32,1 persen
Undecided voters 23,4 persen

Proyeksi perolehan suara pada 17 April 2019:
Jokowi-Ma'ruf 63,47 persen
Prabowo-Sandi 36,53 persen
Undecided voters 0 persen
Aktivis perempuan Zannuba Ariffah Chafsoh atau akrab disapa Yenny Wahid mengungkap alasannya mendukung pasangan  nomor urut 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Soal dukungan politik itu diungkap Yenny Wahid di sela-sela acara silaturahim nusantara bersatu di Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/3/2019) malam.

"Ada beberapa alasan mengapa saya memilih untuk mendeklarasikan dukungan ke Jokowi-Kiai Ma'ruf," ujarnya di acara yang dihadiri KH Ma'ruf Amin tersebut.

10

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang dihitung sebagai kekuatan besar, bahkan perekonomiannya terbesar di Asia Tenggara, dan diprediksi pada 2045 menjadi lebih besar.

"Tapi, prediksi hanya tinggal prediksi jika tidak disiapkan sejak sekarang segala sesuatunya," ucap putri kandung Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut.

Selain itu, kekuatan Jokowi yang pada pemerintahannya sekarang bersama Jusuf Kalla sukses membangun insfrastruktur darat dan laut menjadikan salah satu penyebab menguatnya perekonomian bangsa ini.

Tak cukup di situ, kata dia, Jokowi yang pada Pemilihan Presiden 2019 bersama KH Ma'ruf Amin telah menegaskan bahwa ke depan dibangun insfrastruktur dari berbagai arah, baik darat, laut maupun langit.

Infrastruktur langit, lanjut dia, bukan masalah hubungan dengan yang di atas (Tuhan YME), tapi lebih memastikan konektivitas ke seluruh daerah di Indonesia.

"Alasan-alasan di atas itulah yang menarik saya sehingga memutuskan mendukung Jokowi-Kiai Ma'ruf," kata perempuan kelahiran Jombang, Jawa Timur, tersebut.

Yenny Wahid juga memuji komitmen Jokowi terhadap masalah keadilan, yang disebutnya memiliki visi sama dengan pandangan almarhum ayahnya, Gus Dur.

Ia menjelaskan, Gus Dur selalu menghadirkan keadilan bagi masyarakat dengan cara memberikan hak yang sama bagi warganya, apapun suku, agama dan latar belakangnya.

"Nah, ini juga yang saya temukan dari Jokowi-Kiai Ma'ruf. Siapapun di bangsa ini bisa merasakan hasil pembangunan, tak hanya kota besar, tapi juga daerah terpencil. Sesungguhnya, itulah hakikat seorang pemimpin," katanya.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut hadir ribuan tokoh dari beragam agama, etnis dan suku, termasuk penggagas acara mantan wakil wali kota Surabaya, Arif Afandi.

Pemilihan Presiden 2019 diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) merespons positif hasil survei Litbang Kompas, di mana elektabilitas capres Joko Widodo (Jokowi) sebesar 49,2%. TKN lantas menyinggung hasil survei internal kubu Prabowo Subianto yang dinilainya tidak presisi.

"Kami melihat semua hasil survei dengan objektif, tidak apriori, termasuk hasil survei Litbang Kompas. Berbeda dengan kubu 02 melihat survei dengan sinis, penuh apriori, dan bahkan sampai mengeluarkan survei internal yang bertolak belakang dari sebagian besar hasil lembaga survei," ujar juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Rabu (20/3/2019).



"TKN optimis dengan semua hasil survei, kecuali survei internal BPN 02. Survei itu menunjukkan bahwa hoax, fitnah yang disemburkan tidak membuat masyarakat goyah untuk tetap mendukung Pak Jokowi," imbuh politikus asal Golkar ini.

Dalam survei yang digelar Litbang Kompas, selisih elektabilitas Jokowi dengan capres Prabowo Subianto kini hanya 11,8%. Ace menyebut jarak tersebut sudah cukup signifikan sehingga sulit dikejar Prabowo menjelang Pilpres 2019, yang akan digelar pada 17 April.

"Selisih 11,8% dalam hitungan statistik merupakan angka yang signifikan. Memerlukan effort dan upaya yang luar biasa untuk dapat mengejar selisih itu. Untuk menaikkan 1% saja, jika mengacu pada tren survei Kompas, memerlukan waktu 1 bulan," tuturnya.

Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni berpendapat sama dengan Ace. Ia meyakini Jokowi bisa memenangi pilpres.

"Hasil survei Litbang Kompas memang yang menunjukkan selisih antara 01 dan 02 yang paling tipis. SMRC akhir pekan lalu menunjukkan selisih yang sangat besar, sekitar 25%. Namun demikian, selisih sekitar 13% dengan margin of error sekitar 3% merupakan selisih yang sangat sulit dikejar Pak Prabowo. Kami sangat optimis menang, tinggal menentukan seberapa tebal kemenangan kami," kata Toni.
MENDAGRI Janji Usulkan Dana Kecamatan Rp 100 Juta
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjanjikan bakal mengusulkan dana khusus untuk kecamatan sebesar Rp100 juta.

Janji itu diutarakan di depan 500 camat dalam Rapat Koordonasi Nasional (Rakornas) Camat di Jakarta, Rabu (20/3).

Tjahjo mengatakan usulan dana kecamatan itu berasal dari keluhan para camat dalam yang digelar Kemendagri selama tiga kali.

"Dana [pembangunan] kecamatan sebenarnya sudah cukup, tapi mereka mengeluhkan, 'ada tidak dana fungsi pembinaan dan pengawasan?'," kata Tjahjo saat ditemui usai Rakornas Camat di Hotel Ciputra, Jakarta, Rabu (20/3).

"Kalau ambil dana program kan tidak mungkin. Nanti kalau masing-masing kecamatan dapat Rp50 juta sampai Rp100 juta sudah cukup bagus," imbuhnya.

Dana tersebut, kata Tjahjo, digunakan untuk operasional camat mengawasi dana desa dan dana kelurahan. Misalnya untuk uang bensin berkunjung ke desa atau uang makan saat mengundang tokoh masyarakat.

Tjahjo menyampaikan dirinya sudah melobi dana kecamatan ke Menteri Keuangan Sri Mulyani selama dua tahun terakhir. Ia berharap usulan ini bisa segera direalisasikan.

"Belum, belum [diputuskan]. Anggaran yang penting payung hukumnya. Kemudian nanti bisa gunakan anggaran program, [harus] jelas payung hukumnya, jangan sampai ada masalah hukum," tutur dia.

Sebelumnya, pemerintahan Jokowi-JK telah mengadakan dana desa dan dana kelurahan untuk mempercepat pembangunan di tingkat bawah.

Dana desa digelontorkan sejak 2015 dengan angka Rp20,7 triliun. Lalu di 2016 Rp47 triliun, Rp60 triliun pada 2017 dan 2018. Kemudian di 2019 kembali naik hingha Rp73 triliun.

Sementara dana 8.122 kelurahan mendapat kucuran anggaran sesuai kategori kualitas pelayanan publik. Kucuran dana berkisar dariRp352,9 juta hingga Rp370,1 juta per kelurahan.

SDM

video

Dukungan

Cat-5

Cat-6