Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » » » Jokowi Sebut Hoaks Sebagai Cara Berpolitik Tak Beretika dan Bertata Krama

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengajak masyarakat untuk berani melawan hoaks yang banyak beredar baik di media sosial maupun di dunia nyata. Jokowi pun meminta kepada masyarakat untuk juga berani melawan kabar fitnah dan kabar bohong.



"Tanggal 17 April 2019 tinggal 24 hari lagi. Hati-hati waktu tinggal 24 hari. Saya mengajak pada kita semuanya untuk berani dan melawan hoaks. Berani dan melawan kabar fitnah, kabar bohong," ujar Jokowi saat berpidato di acara Alumni Jogja Satukan Indonesia yang digelar di Stadion Kridosono, Kotabaru, Kota Yogyakarta, Sabtu (23/3).

Jokowi mengungkapkan saat ini peredaran hoaks, kabar fitnah dan kabar bohong tak lagi beredar di media sosial saja. Namun juga beredar dari pintu ke pintu.

"Sekarang (hoaks, kabar fitnah dan kabar bohong) tidak hanya ada di medsos tapi dari pintu ke pintu. Ini sudah ingin merusak Indonesia (lewat hoaks, kabar fitnah dan kabar bohong)," ungkap Jokowi.

Jokowi meminta kepada masyarakat agar berhati-hati pada hoaks, kabar bohong dan kabar fitnah yang disebarkan. Jokowi menyebut cara-cara yang dilakukan dengan menyebar hoaks dan kabar bohong ini sebagai politik yang tak beretika dan bertatakrama.

"Ada yang bilang kalau Jokowi- Ma'ruf Amin menang, pendidikan agama dihapuskan. Itu kabar bohong, fitnah hoaks. Ada yang bilang kalau Jokowi-Ma'ruf Amin menang, adzan akan dilarang. Hati-hati kabar seperti ini. Ini cara berpolitik tak beretika dan bertatakrama," tutup Jokowi.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Jokowi - FAQ

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments

Leave a Reply

SDM

video

Dukungan

Cat-5

Cat-6