Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » » TKN Tepis Fahri: Jokowi Tak Persempit Pemilih, Ada Berbagai Golongan di Sini

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut capres petahana Joko Widodo saat ini malah mempersempit basis pemilih dengan sejumlah narasi dan tindakan. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menolak anggapan Fahri.

"Pak Jokowi itu merangkul semua golongan. Mana ada mempersempit pemilih? Pak Fahri lihatnya terlalu simplistis dan tidak mendalam," ujar anggota TKN Tsamara Amany saat dimintai konfirmasi, Senin (25/3/2019).



Tsamara menyebut Jokowi merangkul banyak golongan dari berbagai latar. Tsamara juga mengungkit sosok Ma'ruf Amin yang disebutnya pemersatu.

"Ada berbagai macam golongan di kubu Pak Jokowi, dari berbagai latar belakang, ada yang berlatar belakang NU, Muhammadiyah, HMI, ada sosok seperti TGB. Ada tua-muda, pengusaha, aktivis, purnawirawan, dan sebagainya," kata Tsamara.

"Bahkan Kiai Ma'ruf sendiri juga pemersatu dari berbagai kelompok keagamaan. Kalau ada pernyataan tegas terhadap gerakan yang hendak mengganti Pancasila, itu namanya sebuah sikap, bukan upaya mempersempit golongan," imbuh politikus PSI itu.

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Arsul Sani menyebut segmen pemilih Jokowi kini makin meluas, bukan sempit seperti kata Fahri. Dia membeberkan alasan-alasan mengapa segmen pemilih Jokowi kini dianggap makin beragam.

"Basis pemilih Pak Jokowi justru dari sisi segmentasi malah lebih melebar atau meluas. Sekarang ini makin banyak segmen-segmen pemilih muslim yang sebelumnya percaya dengan pelabelan sosok Jokowi melalui hoax, fitnah, dan ujaran kebencian sebagai sosok yang anti-Islam, pro-asing-'aseng', dan pro-PKI makin mendekat ke paslon 01. Jadi yang kami lihat berkebalikan dengan yang FH sampaikan," tegas Arsul.

Sebelumnya diberitakan, Fahri menilai Jokowi saat ini tengah mempersempit 'pasarnya' sendiri. Fahri memandang sebenarnya peluang petahana untuk menang kembali sangat terbuka. Untuk Jokowi, dia menyebut sang petahana sedang mempersempit basis pemilih.

"Dia menjadi terlalu partisan. Saya sering katakan, untuk menjadi orang yang terpilih kembali di Indonesia sangat tidak susah. Cukup Anda tebar payung besar, menjadi pemimpin yang rekonsiliatif, terpilih, dan terpilihnya dahsyat. Lihat Pak SBY, kan terpilihnya tinggi sekali, rekonsiliatif saja," ucap Fahri.

"Keadaan mah relatif sama begitu ya, tetapi karena dia rekonsiliatif, jatahnya itu kalau tidak ada, kalau mampu mengurai atau menjulurkan payung besar di kepemimpinannya, petahana itu terpilih. Tapi Pak Jokowi sayangnya menciptakan konflik dan mempersempit basis pemilihnya," sambung Fahri.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Jokowi - FAQ

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments

Leave a Reply

SDM

video

Dukungan

Cat-5

Cat-6