Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

April 2019

Presiden Joko Widodo hadir dalam Malam Penghargaan Mitra Juara Gojek 2019 yang diselenggarakan di Allianz Ecopark, Ancol. Pada acara malam penghargaan yang dihadiri oleh ribuan mitra Go-Jek itu, Jokowi mengatakan ekonomi digital sangat memberi harapan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di acara yang digelar Kamis (11/4/2019) malam itu, Jokowi juga mengatakan pentingnya startup Indonesia untuk mengikuti jejak Go-Jek dalam melakukan ekspansi regional.



"Sudah saatnya startup-startup di Indonesia scale up dan mendunia seperti Go-Jek," kata Jokowi di hadapan mitra-mitra Go-Jek di Allianz Ecopark Ancol, sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (12/4/2019).

Jokowi menegaskan bahwa Go-Jek tidak akan maju tanpa peran mitra-mitranya, yakni para driver dan pelaku UMKM yang jumlahnya sudah mencapai jutaan di Indonesia dan Asia Tenggara.

"Dengan semangat optimisme, saya yakin kita akan melahirkan unicorn-unicorn baru, decacorn-decacorn baru di Indonesia," kata Jokowi.

Sebagai informasi Go-Jek saat ini sudah melebarkan sayap ke Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam. Perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim itu pun tengah menjajaki ekspansi ke Filipina.
Prabowo Kalah 19,8% di Survei SMRC, TKN: Tak Benar Ada Distrust ke Jokowi
Survei Saiful Murjani Research and Consulting (SMRC) menempatkan pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin unggul 19,8 persen dari Prabowo Subianto-Sandiaga menjelang pencoblosan. Tim Kampanye Nasional (TKN) mengatakan hasil itu membuktikan publik masih percaya kepada Jokowi.

"Ya yang saya katakan tadi, kalau ada yang bilang distrust atau ketidakpercayaan pada Jokowi, itu tidak benar," kata juru kampanye nasional TKN, Maruarar Sirait, di kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2019).

Pria yang akrab disapa Ara ini menyebut elektabilitas Jokowi mengalami peningkatan 3 kali lipat dibanding selisih perolehan suara pada Pilpres 2014. Menurutnya, hal itu semakin menguatkan bahwa kepercayaan publik kepada Jokowi sangat tinggi.

"Itu meningkat dari 6 persen ke 19 persen itu kali tiga. Ini tidak mungkin secara tiba-tiba ada peningkatan yang luar biasa. Sembilan belas persen itu setara kalau kita hitung ada 25 juta suara. Jadi ini kan sudah dipahamin oleh masyarakat ini kita melihat kepercayaan kepada Jokowi ini tinggi," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, SMRC melakukan survei terkait elektabilitas capres-cawapres di Pilpres 2019 menjelang pemungutan suara. Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul 19,8 persen dibanding Prabowo-Sandiaga menjelang pencoblosan pada 17 April mendatang.

"Dengan pengukuran langsung dengan pertanyaan seandainya pilpres dilakukan sekarang, maka pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat dukungan sebesar 56,8 persen, lalu Prabowo-Sandiaga sebesar 37 persen, yang belum memilih 6,3 persen," ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani saat rilis hasil survei di kantornya, Jl Cisadane, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/4).

Survei dilakukan pada 5-8 April 2019. Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan 2.285 responden dari seluruh provinsi di Indonesia.

Survei dilakukan dengan wawancara langsung tatap muka. Margin of error dalam survei ini kurang-lebih 2,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Politikus Golkar Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang mengingatkan para tokoh untuk menampilkan kata-kata yang baik ketika berada di ruang publik. Pernyataan itu merespons ucapan 'bajingan' yang disampaikan capres 02 Prabowo Subianto saat kampanye terbuka.

"Kewajiban kita semua untuk menghadirkan kata-kata baik di ruang publik. Dan kewajiban itu lebih kuat lagi bagi para tokoh yang menjadi panutan dan diyakini sebagai pemimpin," ujar TGB di Rumah Cemara, Jakarta, Rabu (10/4).



TGB menuturkan pemimpin perlu berkata baik mengingat Indonesia masih kental dengan konsep patronase. Ia berkata konsep itu membuat masyarakat meniru segala hal yang diperbuat oleh pemimpinnya.

"Jadi kita harus berhati-hati dan memastikan untuk jangan mengotori ruang publik lagi dengan ucapan-ucapan yang tidak baik," ujarnya.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini menjelaskan kesopanan merupakan karakter masyarakat nusantara.

Menurut dia, kesopanan bukan berarti tidak tegas. Ia berkata ketegasan bisa tetap terwujud tanpa diikuti dengan kata kasar.

"Negara kita sedang sakit, Ibu Pertiwi sedang diperkosa, hak rakyat sedang diinjak-injak. Segelintir orang, elite di Jakarta seenaknya saja merusak negara ini, mereka adalah... ini boleh enggak bicara agak keras di sini, Pak?" kata Prabowo sambil menengok ke kursi di belakangnya.

"Tinggal... tinggal 10 hari lagi deh, mereka adalah 'bajingan-bajingan'," ucap Prabowo yang disambut riuh massa.
Jokowi: Jangan Sampai Ada yang Ngomong Curang, Dihitung juga Belum
Capres petahana Joko Widodo meminta segala kabar yang beredar soal Pemilu 2019 diverifikasi kebenarannya. Jokowi juga menepis penghitungan surat suara di luar negeri sebagaimana beredar lewat broadcast WhatsApp.

"Penghitungan surat suara itu dilakukan nanti pada tanggal 17, mekanisme itu harus tahu. Nanti juga penghitungannya berjenjang. Jadi jangan sampai ada yang ngomong curang, curang, dihitung juga belum. Berjenjang," ujar Jokowi kepada wartawan di Depok, Kamis (11/4/2019).

Jokowi juga mempercayakan pengawasan pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2019. Semua 'mata', termasuk masyarakat, ikut mengawasi.

"Kalau ada yang curang di TPS mana, kalau ada yang curang di kecamatan mana, kalau curang di kabupaten mana, gampang sekali ngitungnya. Hitungannya berjenjang kok, semua masyarakat, semua anak muda yang memiliki aplikasi bisa dicek itu, bisa ngecek semuanya," papar Jokowi.

"Oleh sebab itu, seluruh rakyat saya ajak semua untuk melihat TPS, hasilnya dijepret, jadi kalau nanti ada yang curang gampang carinya," kata Jokowi.

Sebelumnya, KPU sudah menepis broadcast yang berisi hasil pemungutan suara Pilpres 2019 di luar negeri. Menurut KPU, hasil pemungutan suara di luar negeri baru diketahui setelah proses penghitungan suara pada 17 April 2019.

"Hoax, penghitunganya baru dilakukan pada 17 April. Dapat kami pastikan itu hoax, mengapa demikian? Ada early voting atau pemilihan umum di awal waktu, kalau di dalam negeri 17 April, di luar negeri mulai tanggal 8 hingga 14 April, bisa juga sebelumnya, yaitu pengiriman pos, itu kegiatan pemungutan suara, perhitungannya 17 April, bagaimana mungkin dihitung saja belum tapi udah muncul," kata Komisioner KPU Viryan Aziz, Rabu (10/4).

Viryan Aziz mengatakan hanya pemungutan suara yang dilakukan lebih dulu di luar negeri. Sedangkan penghitungan suara tetap dilakukan pada 17 April 2019 di kantor perwakilan luar negeri Indonesia.
Berbagai modus penggelembungan suara dalam pemilihan presiden ditemukan di berbagai tempat. Di Malaysia, ada modus penggelembungan suara dengan memanfaatkan pengiriman surat suara via pos dan drop box. Semua itu terjadi pada Pilpres 2019.

Saat itu, hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Panwaslu Kuala Lumpur seorang saksi mengatakan ribuan surat suara dikirimkan ke kantor sejumlah partai politik cabang Kuala Lumpur. Jumlahnya bervariasi, antara 2.500 dan 3.000. Seorang pengurus partai pendukung Prabowo-Hatta mengatakan ribuan surat suara itu akhirnya ditusuk anak buah saksi tersebut.

2

Kejadian tersebut kini terjadi kembali pada Pilpres 2019, bedanya mereka kini menjadi korban kecurangan pemilu. Berdasarkan fakta dilapangan, kubu 02 melakukan penggerebekan di sebuah ruko dan ditemukan kertas suara tersebut telah tercoblos.

Panwaslu Kuala Lumpur, Yaza Azzahra mengatakan berdasarkan keterangan dari Sekber Satgas Badan Pemenangan Prabowo Sandi,  pelaku pencoblosan surat suara ilegal adalah seorang WNI. Para pelaku mengaku diberi upah 50 sen ringgit per surat suara. Sayangnya Azzahra sendiri tidak sempat menemui para pelaku, karena kabur terlebih dulu.

Logika akal sehat, bagaimana mungkin BPN mengetahui pelaku pencoblosan adalah WNI dan mengaku diberi upah 50 sen ringgit per surat suara sedangkan pelaku berhasil kabur.

Lantas, bagaimana mungkin surat suara dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri, dan pihak keamanan di Kedubes bisa keluar dalan jumlah cukup besar ke sebuah ruko kosong ke wilayah yurisdiksi di luar kedutaan Indonesia. Ada persengkongkolan jahat yang dilakukan kubu 02 yang bekerja sama dengan Ketua Panwaslu Kuala Lumpur, Malaysia Yaa Azzahra.
10 Poin Kecurigaan Ketua NasDem soal 'Surat Suara Tercoblos di Malaysia'
NasDem mencurigai temuan surat suara tercoblos di Malaysia, yang berawal dari laporan relawan PADI (Prabowo-Sandi). Bagi NasDem, ada sejumlah hal yang mencurigakan.

"Keganjilan lain adalah bagaimana mungkin surat suara dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri, dan pihak keamanan di Kedubes bisa keluar dalam jumlah cukup besar ke sebuah ruko kosong ke wilayah yurisdiksi di luar Kedutaan Indonesia," kata Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Willy membuat 10 poin analisis soal peristiwa temuan surat suara tercoblos itu. Berikut analisis Willy selengkapnya (tanpa diedit):

Menyikapi dinamika yang berkembang di Selangor Malaysia, dengan kasus tercoblosnya partai dan calon tertentu, berikut ini sikap resmi DPP Partai NasDem:

1. Pemungutan suara di Malaysia menggunakan tiga metode pemberian suara a. Pemberian suara di TPS b.
Pemberian suara dengan Kotak Suara Keliling dan c. Pemberian suara via amplop.
2. Video yang viral soal suara yang tercoblos jika diamati sepintas adalah surat suara yang akan dikirim dengan pos.
3. Ada keganjilan dalam video tersebut yaitu amplop yang ada belum terkirim tetapi sudah dicoblos. Logikanya jika amplop sampai ke tangan penerima tentu akan muncul persoalan.
4. Keganjilan lain adalah bagaimana mungkin surat suara dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri, dan pihak keamanan di Kedubes bisa keluar dalam jumlah cukup besar ke sebuah ruko kosong ke wilayah yurisdiksi di luar kedutaan Indonesia.
5. Keganjilan berikutnya adalah ruko kosong itu ditemukan seseorang lalu diviralkan.
6. Maka sangat mungkin kejadian di Malaysia ini sarat dengan kepentingan politik untuk mendelegitimasi Pemilu dan pihak penyelenggara Pemilu oleh pihak-pihak yang takut kalah dengan menyebut bahwa Pemilu curang dsb. Fakta ini beriringan dengan fakta di berbagai survei menjelang 17 April kubu Prabowo Sandi telah kalah oleh Jokowi Makruf Amin.
7. Karena itu NasDem mendorong pihak Bawaslu Republik Indonesia dan Kepolisian RI untuk mengusut tuntas kasus ini apakah ini fakta atau rekayasa politik untuk mendelegitimasi Pemilu.
8. NasDem mendorong dibukanya secara terang benderang kasus ini di hadapan hukum untuk memastikan Pemilu berjalan dengan luber dan jurdil.
9. NasDem sepakat jika kasus ini belum tuntas pemungutan suara di Malaysia sebaiknya ditunda.
10. Jika fakta ini adalah sebuah pidana Pemilu, maka NasDem mendorong utk mengusut semua pihak tanpa kecuali dan bertanggung jawab di depan hukum.

Berangkat dari poin-poin tersebut Partai NasDem mengimbau semua pihak untuk berhati-hati dengan skenario kotor (dirty operation) dari kasus surat suara di Selangor. Sebab, kuat diduga ada yang main api untuk membakar rumah sendiri.

Jakarta, 11 April 2019

Willy Aditya
Ketua DPP Partai NasDem
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali mengkritik gaya kampanye Prabowo Subianto yang kerap melontarkan kata-kata keras. Kubu 01 mengingatkan kampanye seharusnya dilakukan dengan sejuk.

"Kampanye itu menawarkan gagasan dan ide baru. Bukan jadi ajang caci maki dan lontaran emosional. Rakyat butuh tindakan konkret dan bukan cuma marah-marah," ujar juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago, kepada wartawan, Rabu (10/4/2019).

10

Irma lalu membandingkan gaya kampanye Jokowi yang disebutnya jauh lebih sejuk dibanding Prabowo. Pasangan cawapres Sandiaga Uno itu diminta lebih memperhatikan kembali gaya berkampanyenya.

"Gaya kampanye Jokowi lebih sejuk. Penuh canda tawa dan membangun optimisme. Tolong Prabowo lebih beradab sedikit dalam bertutur kata," sebut Irma.

Politikus NasDem itu juga menyoroti pernyataan Prabowo soal wartawan. Irma mengingatkan kehadiran wartawan untuk meliput merupakan tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang.

"Jadi jangan dituding yang tidak-tidak. Wartawan pun mungkin sudah malas meliput Prabowo karena sikapnya itu. Tapi mereka tetap datang karena itu bagian dari tugas jurnalistik yang juga dilindungi undang-undang," tegas anggota DPR itu.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo menyebut soal elite bajingan yang memperkosa ibu pertiwi saat kampanye di Yogyakarta. Lalu saat kampanye di Palembang kemarin, Selasa (9/4), eks Danjen Kopassus itu kembali mengungkit hal serupa.

"Banyak antek-antek asing itu di Jakarta, bajingan itu. Eh, maaf, maaf, nggak boleh bicara kasar.... Ini karena Wong Kito Galo ini," kata Prabowo di hadapan pendukungnya.

Ketum Gerindra itu juga menyindir kehadiran wartawan dalam kesempatan yang sama. "Rakyat ini sering dibohongi, ada koran bohong, TV bohong. Ada orang jutaan saat acara di Monas, dibilang cuma 15 ribu. Ini matanya di dengkul apa?" tutur Prabowo.

"Ada televisi, saya rasa dia nggak berani ke sini itu. Saya nggak sebut nama, eh... eh.... Dia yang ngomong ya, bukan saya," imbuh Prabowo sambil menunjuk massa pendukung
TKN: Prabowo yang Emosional Hadirkan Ketakutan dan Pesimisme
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyesalkan sikap emosional Prabowo Subianto yang menggebrak podium saat kampanye di Sleman, Yogyakarta.

Belum lagi, kata Hasto kata-kata kasar yang dilontarkan Prabowo saat kampanye.

"Kata-kata kasar yang keluar dari Pak Prabowo semakin runtuhkan kredibilitas dan martabat pemimpin," kata Hasto di Maumere, NTT, Selasa, 9 April 2019.

Sekjen PDI Perjuangan ini kemudian membandingkan Jokowi dan Prabowo. Baginya, ketegasan bukan berarti melontarkan kata dengan penuh emosi.

"Maka hal ini menghasilkan kultur bangsa yang bergerak maju dan mengejar prestasi. Sebaliknya, Pak Prabowo yang emosional dan sering keluarkan kata-kata yang tidak pantas, hadirkan ketakutan, kegelisahan akut, dan pesimisme," ujarnya.

Saat berpidato di Stadion Kridosono, Yogyakarta, kemarin, calon presiden nomor urut 02 itu menyampaikan soal netralitas TNI/Polri. Dalam video yang viral di media sosial, Prabowo meminta kepada aparat tidak berpihak membantu pemenangan salah satu calon.

"Kau adalah polisinya rakyat, seluruh rakyat Indonesia. Kau tidak boleh mengabdi kepada segelintir orang, apalagi sampai kau membela antek-antek asing, apalagi kau bela-bela antek-antek," ujar Prabowo sembari menggebrak mimbar pidato.

Prabowo sempat ditenangkan oleh politisi senior Amien Rais yang mendekat dari arah belakang tempat Prabowo berpidato.

Selain gebrak meja, Hasto juga mengkritik rencana Prabowo yang akan menyediakan dana pensiun untuk para koruptor. Pernyataan Prabowo itu disampaikan saat kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) beberapa waktu lalu.

"Karena korupsi adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak kita tolerir dengan cara apapun. Apalagi dengan memberikan dana pensiun. Itu sangat kontraproduktif," ujar Hasto.

Hasto menilai rencana pemberian dana pensiun itu menandakan Prabowo tidak berdaya saat berhadapan dengan para calon anggota legislatifnya yang merupakan mantan koruptor.

Sementara di PDI Perjuangan, menurutnya tak ada ampun bagi para kader partai yang terlibat korupsi. Hasto menegaskan, partainya akan memberikan sanksi tegas.

"PDIP memberikan sanksi yang sangat tegas. Mereka yang korupsi tidak bisa kami calonkan. Mereka yang korupsi kami beri sanksi pemecatan," tandasnya.
Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mendoakan agar Indonesia tidak menjadi negara yang punah.

Doa tersebut dilantunkan saat berkampanye bersama capresnya, Joko Widodo, di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019).



Ma'ruf mendoakan agar Indonesia menjadi negara yang kuat, sejahtera, damai, dan utuh selalu ke depannya.

"Ya Allah, ya Tuhan kami, jadikanlah pertemuan ini pertemuan yang engkau berkati. Pertemuan yang engkau rahmati. Berikanlah kami kemenangan. Supaya kami bisa berbuat banyak. Supaya kami bisa menjadikan Indonesia maju, Indonesia sejahtera, Indonesia kuat, Indonesia damai," tutur Ma'ruf saat melafalkan doa.

"Indonesia yang utuh, Indonesia yang bersatu, bukan Indonesia yang bubar, bukan Indonesia yang punah, bukan Indonesia yang bercerai berai. Tapi Indonesia yang lebih baik dari keadaan sekarang," lanjut dia.

Selain didampingi Jokowi saat kampanye, Ma'ruf juga didampingi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir, dan Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding.

Kampanye tersebut dihadiri oleh berbagai elemen pendukung koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf yakni para kader partai PDI-P, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, dan Hanura serta para relawan.

Usai berkampanye di Karawang, Ma'ruf melanjutkan kampanyenya di lapangan PT Kertas Padalarang di Bandung Barat, Jawa Barat.
Isu pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta ikut kampanye Jokowi ramai dibahas di media sosial. Terkait hal ini, Forum Humas BUMN pun buka suara.

Ketua Forum Humas BUMN Rohan Hafas menanggapi santai tuduhan adanya pengerahan massa pada acara perayaan ulang tahun BUMN yang direncanakan pada 13 April 2019 untuk kampanye politik. Menurutnya, isu itu sepertinya dimunculkan oleh pihak-pihak yang panik lantaran Pemilu akan berlangsung sebentar lagi.



"Isu tersebut terlalu mengada-ada. Sebab, pada 13 April memang hari tanggal berulang tahunnya Kementerian BUMN dan kami ingin menggembirakan pegawai-pegawai BUMN yang atas kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlasnya telah membawa BUMN berkembang dan bersinergi sangat baik sehingga mampu mencatatkan laba hingga ratusan triliun, jauh lebih baik dibanding tahun 2014 sewaktu awal ditangani Bu Rini," kata Rohan dalam keterangan tertulis, Selasa (9/4/2019).

"Karyawan BUMN itu ada 1 juta dari 143 perusahaan, untuk tempat yang paling cocok ya di Monas atau GBK. Jadi kalau dengan keluarga bisa 3 juta mungkin membuat panik di saat-saat masa kampanye ya. Padahal kita merayakannya hanya internal. Mau kampanye apa kalau hanya internal," tambah Rohan.

Rohan menjelaskan, rangkaian HUT BUMN sendiri sudah dimulai dari Februari 2019. Acara itu salah satunya ialah promosi aktivasi aplikasi LinkAja. Selain itu, ada juga kegiatan kerja bakti antara BUMN dan masyarakat untuk melakukan bersih-bersih lingkungan, mengadakan kelas-kelas kreatif, maupun magang bersertifikat.

"Jadi intinya, kami itu cuma ingin berulang tahun, tapi kayanya ada orang bekas petinggi BUMN yang sakit hati karena baru dicopot dari jabatannya secara mendadak. Kami tidak mau mengomentari isu-isu kosong yang dilontarkannya," ujar Rohan.
Muhammad Zainul Majdi atau biasa dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) mendampingi cawapres Ma'ruf Amin di acara Majelis Taklim Berselawat untuk 01. TBG menyerukan agar warga memilih pasangan capres-cawapres yang ada ulamanya.

"Saya ajak nanti pada 17 April, ibu-ibu siap nyoblos. Cari di kertas suara calon yang di situ ada ulamanya. Siapa calon yang ada ulamanya?" ujar TGB di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019).



Menurut TBG pasangan nomor urut 01 bukan hanya titipan ulama, namun calon wakil presiden adalah ulama. Ulama yang disebut TGB siap memimpin negara.

"Tidak hanya menitipkan, tetapi ulama mempersamai secara langsung, beliau untuk memimpin di Indonesia," ujar TGB.

Di depan hadirin yang didominasi oleh ibu-ibu, TGB bercerita Presiden Jokowi kerap kali disudutkan fitnah. Mulai dari fitnah kepada personal capres petahana, maupun fitnah terhadap kebijakannya.

"Dulu beliau difitnah pribadinya bahwa Pak Jokowi non muslim. Ternyata Pak Jokowi dari keluarga muslim. Setelah tidak berhasil dari sisi pribadi, kebijakan-kabijakan beliau (diserang)," ujar TGB.

TGB mencontohkan salah satu fitnah yakni hoax larangan menggunakan kerudung bagi perempuan muslim. Tapi menurut TGB, di zaman Jokowi, Polwan diperbolehkan mengenakan kerudung saat bertugas.

"Selain apa yang sudah ada, pada masa Pak Jokowi lah Polwan yang muslimah, yang ingin menggunakan jilbab pada saat bertugas diberikan izin," kata TGB.

"Artinya pada masa Pak Jokowi memimpin syiar Islam terus menyebar merata di seluruh penjuru Indonesia," imbuhnya.

"Maka sekarang beliau ditemani oleh guruku Kiai Haji Ma'ruf Amin. Insyaallah kita berharap ke depan Indonesia akan lebih nyata menjadi negara yang dihuni mayoritas Islam akan menghadirkan Islam rahmatan lil alamin," tutupnya.

Pada acara itu ikut hadir Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, Ketum PKPI Diaz Hendropriyono, dan juga Mustasyar PBNU, Manarul Hidayat.
Terkuak, 2 Penyebar Hoaks Server KPU Menangkan Jokowi Ternyata Buzzer
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri telah meringkus dua berinisial EW dan RD ternyata berprofesi sebagai buzzer atau ‘pendengung’ di media sosial dan ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks video server KPU yang mengatur pemenangan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Jauh sebelum kejadian ini, Kepolisian pun berhasil mengangkap Bagus Bawana Putra (BBP) sebagai tersangka penyebaran hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos di Jakarta Utara. Hal tersebut menambah deretan panjang dari kubu Prabowo-Sandi sebagai produksi hoaks dan ujaran kebencian.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni mengatakan kedua tersangka ditangkap dilokasi berbeda. EW ditangkap di Depok dan RD di Lampung.

"Satu (EW) kita tangkap di Depok, satu lagi (RD) di Lampung," tutur Dani di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019).

Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tersangka EW menyebarkan hoaks video viral sever KPU melalui akun Twitter [email protected] Akun tersebut memiliki pengikut atau follower yang cukup banyak.

"EW, dia memiliki akun @ekowBoy, akun Twitternya, dan ngelink juga di salah satu babe.com, yang tersebut memiliki follower cukup banyak," ungkapnya.

Sedangkan, tersangka RD juga menyebarkan hoaks video server KPU juga melalui akun media sosial Facebook dan Twitter. Dedi mengatakan, pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti diantaranya telepon genggam (hp) dan kartu SIM hp.

"RD sama juga sebagai buzzer. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ada barang bukti ini milik yang bersangkut ada HP, sim card, untuk melakukan penyebaran atau memviralkan berita hoaks," tutur Dedi.

Terungkap kasus ini, Komisioner KPU Ilham Saputra mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang telah bertindak cepat menangkap tersangka penyebar hoaks. Ilham juga menegaskan bahwa KPU tidak memiliki server di Singapura.

"Kami sangat berterimakasih kepada pihak kepolisian yang berekasi cepat. Tidak ada server kami di Singapura, hanya ada di dalam negeri. Rekapitulasi yang digunakan manual," tutur Ilham.

Atas perbuatannya itu, tersangka EW dan RD kini telah berstatus tersangka. Keduanya dijerat Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan hukum 4 tahun penjara.
Media asal Prancis, Agence France-Presse (AFP), menelusuri kabar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. AFP membuktikan kabar yang tersebar via gambar di internet itu adalah salah.

Dilansir AFP Fact Check, Minggu (7/4/2019), judul laporan pengecekan fakta sudah sangat jelas, yakni, "Bukan. Gambar ini tidak menunjukkan pemimpin Turki Erdogan menyatakan dukungan untuk capres oposisi Indonesia di Pilpres."



Tulisan itu menimpa foto Erdogan yang sedang tersenyum sambil mengangkat tangan kanan, menunjukkan salam dua jari dengan telunjuk dan jempol terangkat, gestur khas pendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Di sudut kanan ada tulisan Prabowo-Sandi, dan di sudut kiri ada tanda tangan dan nama terang Erdogan.

"Sebuah gambar telah dibagikan ribuan kali di Facebook dengan tujuan untuk menunjukkan dukungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk capres Indonesia Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno," tulis AFP.

Informasi klaim dukungan Erdogan untuk Prabowo Sandi adalah salah. Gambar Erdogan yang mengacungkan salam dua jari Prabowo-Sandi merupakan hasil pemalsuan dari foto asli Sandiaga Uno yang sedang duduk di sebuah pesawat.

Unggahan Facebook yang menampilkan Erdogan itu dipublikasikan pada 28 Maret 2019 dan telah dibagikan sebanyak 9.400 kali. Akun Revi Sukma yang mengunggah gambar itu menyertakan tulisan, "Prabowo-Sandi dinanti dunia."

Pencarian Google reverse image dan pencarian lewat kata kunci tertentu telah menyingkap gambar palsu ini. Gambar ini diambil dari gambar asli yang diunggah anggota DPR dari Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya pada 2 Februari 2019 di akun Instagramnya. Gambar aslinya adalah foto berwarna, menampilkan Sandiaga dan Harsya duduk bersebelahan dalam pesawat, dan keduanya mengacungkan salam dua jari dengan tangan kanan.

Dalam gambar menyesatkan yang dibagikan di Facebook, wajah Erdogan telah ditempelkan ke foto badan Sandiaga di foto aslinya. Kemudian, foto berwarna itu diubah menjadi hitam dan putih. Nampak gelang warna putih Sandiaga tak berubah meski wajah Sandiaga telah diganti dengan wajah Erdogan. Kaus yang dikenakan Sandiaga juga tetap sama, yakni bernomor 02 di pundak. Nomor itu adalah nomor urut capres Prabowo-Sandiaga.

Ada tulisan "PhotoGrid" di pojok kanan bawah. Itu adalah nama aplikasi penyunting foto. PhotoGrid, sebagaimana deskripsi yang tertera di Google Play, adalah aplikasi yang digunakan untuk senang-senang dan hasilnya bisa dibagikan di media sosial.

Pencarian di Google dengan kata kunci "Erdogan" menuntun pada gambar asli wajah Erdogan yang digunakan sebagai 'bahan mentah' gambar sesat itu. Gambar asli Erdogan berasal dari foto terbitan majalah Forbes, namun gambar itu telah dipotong, diputar, dan dibikin hitam-putih. Namun sedikit jambul Sandiaga masih bisa terlihat di balik kepala Erdogan yang ditempelkan di gambar palsu itu.
Ada Bandara Baru, Bupati Hasto Ucapkan Terima Kasih Pak Jokowi
Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo menghadiri acara kampanye terbuka pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Akin. Ia menyampaikan orasi politiknya dalam kampanye Pro Jokowi di lapangan Alun-alun Wates.

Hasto mengajak kader dan simpatisan berterima kasih kepada Joko Widodo (Jokowi) atas pembangunan Bandara Kulon Progo atau New Yogyakarta International Airport (NYIA).

"Ada bandara terbesar kedua di Pulau Jawa, rumah sakit internasional, Bedah Menorah, kita harus berterima kasih kepada Pak Presiden Jokowi," kata Hasto saat berorasi, Minggu (7/4/2019).

"Pak Jokowi... hebat, Pak Jokowi menang, Pak Jokowi kerja, kerja, kerja!" teriak Hasto mengajak kader dan simpatisan yang memenuhi Alun-alun Wates.

Diketahui, pemerintah melalui Angkasa Pura I saat ini membangun Bandara Kulon Progo di Kecamatan Temon. Ditargetkan bandara akan minimum operasi pada akhir April ini. Infrastruktur penunjang juga disiapkan, seperti Bedah Menoreh yang merupakan proyek pembangunan jalan di wilayah perbukitan Menoreh, Kulon Progo.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara juga tampak menghadiri acara kampanye ini. Terlihat juga sejumlah petinggi parpol koalisi pendukung paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin DIY dan Tim Kampanye Daerah (TKD) DIY.

Avara yang digelar sejak siang hingga sore hari ini dihadiri ribuan pendukung capres nomor urut 01 dari berbagai daerah di DIY. Selain dari Kabupaten Kulon Progo juga dari wilayah DIY lainnya seperti Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta.

Massa partai pengusung dengan membawa bendera parpol masing-masing juga memenuhi Alun-alun Wates dan sekitarnya. Mereka sebagian besar datang secara rombongan menggunakan sepeda motor dan mobil.

Jokowi datang terlambat dalam undangan Pertemuan Terbatas Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo dengan Masyarakat Sumatera Utara, Jumat (5/4/2019).

Menurut jadwal, acara dimulai pukul 19.00 WIB. Massa sudah membeludak sepanjang Jalan Aksara Medan sampai halaman parkir Stadion Mini di Jalan Pancing, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang, sejak sore.



Baru pada pukul 21.45 WIB, Jokowi tiba di lokasi bersama Iriana Jokowi; menantunya, Bobby Nasution; Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Tohir; Moeldoko; dan Yasona Laoly.

Tanpa duduk, dia langsung naik ke podium. Ucapan awal sebelum orasi politiknya dimulai adalah meminta maaf atas keterlambatannya dan berterima kasih karena sudah menunggu.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada alim ulama, tokoh masyarakat, agama, seluruh etnis, dan para pendukung yang masih mau menunggu sampai pukul 22.00 WIB. Ini menunjukkan militansi dan kekuatan kita semua di Sumatera Utara," kata Jokowi disambut tepuk tangan dan riuh hadirin.

"Saya bangga karena masih menunggu, tidak bergeser sedikit pun. Saya akan lebih bangga jika kita semua tidak golput dan mencoblos pada 17 April nanti. Pada 2014 Jokowi-JK menang 55 persen di sini. Tahun ini menurut hitungan dan kalkulasinya, Jokowi-Ma'ruf harus menang lebih dari 65 persen. Sanggup? Kalau sanggup angkat jempolnya," katanya lagi sambil tersenyum kepada para pendukungnya.

Jokowi lalu mengatakan bahwa pada 2014 dirinya hanya meraup 55 persen suara. Dia lalu mengatakan, saat itu dia belum memiliki keluarga di Sumut. Saat ini, Jokowi mengatakan, dia sudah memiliki keluarga di Sumut yaitu menantunya Bobby Nasution. Dia lalu memanggil Bobby naik ke panggung. Seketika massa berteriak memanggil namanya.

"Awas kalau tidak nambah. Sanggup minimal 65 persen? Karena banyak kabupaten yang sudah saya hitung, ada yang menyanggupi dapat 80 sampai 95 persen. Bisa?" kata Jokowi sambil memegang pundak menantunya itu sambil tersenyum. Bobby mengangguk kemudian turun panggung. Setelah dari Medan, pada Sabtu (6/4/2019) Jokowi dan rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Asahan. Saat berjalan menuju pintu keluar, semua orang sibuk berdesak-desakan untuk menyalaminya, meminta swafoto, berebut mengabadikan momen.
Survei Y Publica: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Selisih 20,3 Persen
Gelaran Pilpilrs 2019 memasuki babak akhir, kini giliran survei Y-Publika kembali mengungkapkan selisih elektabilitas Jokowi dengan Prabowo mencapai 20,3 persen suara. Hal ini menambah deretan panjang lembaga survei yang menyatakan Jokowi akan kembali mengalahkan Prabowo.

Berdasarkan hasil survei Y-Publica yang dilakukan sejak Januari hingga Maret 2019, Jokowi-Ma'ruf masih unggul jauh dengan perbedaan elektabilitas sebesar 20,3 persen. elektabilitas Jokowi mencapai 53,1 persen, sedangkan Prabowo 32,8 persen.

"Meskipun elektabilitas terus meningkat, sangat sulit bagi Prabowo-Sandi untuk mengalahkan Jokowi-Ma'ruf, bahkan jika berhasil meraup seluruh suara undecided voter sebanyak 14,1 persen," kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono, Jumat, 5 April 2019.

Figur Jokowi dan Prabowo masih menjadi faktor utama yang mendongkrak elektabilitas dua partai politik (utama) pengusung paslon.

Dengan elektabilitas 26,5 persen, PDI Perjuangan diprediksi memenangkan pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019. Sementara, Gerindra menyusul sebagai runner up dengan elektabilitas 14,3 persen.

PDIP dan Gerindra bersama dengan Golkar, PKB, dan Demokrat menempati posisi lima besar parpol yang diprediksi lolos ambang batas parlemen.

"Yang menarik, parpol-parpol nasionalis mengalami pelemahan elektabilitas dalam 1-3 bulan terakhir, hanya PKB yang cenderung naik," lanjut Rudi.

Cawapres Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia tidak akan bubar dan tak akan punah. Alasannya, Indonesia bukan dinosaurus.

"Indonesia tidak boleh bubar, dan tidak akan bubar. Bukan Indonesia punah, Indonesia tidak akan punah dan tidak boleh punah. Memangnya dinosaurus apa? punah," kata Ma'ruf saat berkampanye di Lapangan Marzuki Mahdi, Bogor, Jawa Barat, Jum'at (5/4/2019).



Dia juga mengatakan Indonesia akan maju jika Joko Widodo (Jokowi) dan dirinya terpilih sebagai presiden-wapres di Pilpres 2019. Ma'ruf menyatakan Jokowi sudah berbuat untuk negara bukan sekadar bicara.

"Memang 01 harus menang, kenapa? Karena 01, pasangan Jokowi-Amin akan membawa Indonesia menjadi Indonesia maju. Bukan Indonesia bubar," ujar Ma'ruf.

"Karena Pak Jokowi sudah banyak berbuat untuk bangsa ini. Bukan hanya omdo (omong doang), bukan hanya janji, tapi bukti," lanjutnya.

Ma'ruf lalu bertanya apakah warga yang hadir sudah menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dia mengatakan dengan KIP dan KIS, warga miskin bisa melanjutkan pendidikan hingga berobat dengan gratis.

"Di sini ada KIP nggak? Kartu Indonesia Pintar? (Ada). Dengan KIP anak-anak miskin bisa sekolah. Ada KIS apa tidak? Dengan KIS orang miskin bisa berobat apa tidak? Bisa," tutupnya.

Saat kampanye, Ma'ruf terlihat ditemani istri Wury Estu Handayani dan putrinya Siti Mamduhah. Turut hadir politisi PDIP yang juga juru kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf, Maruarar Sirait, serta Ketua MUI Bogor Mustofa Abdullah dan tokoh setempat.
TKN: Alumni 212 Diundang ke Kampanye Prabowo, Jelas Gerakan Politik 02
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengundang Alumni 212 ke kampanye akbar pasangan nomor urut 02 itu pada 7 April nanti. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut kini makin jelas Alumni 212 merupakan gerakan politik untuk Prabowo-Sandi.

"Memang dari sejak awal sudah makin jelas bahwa Alumni 212 itu bagian dari gerakan politik untuk 02. Mereka mempolitisasi berbagai gerakan, seperti alumni 212 ini, untuk kepentingan politik," kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (5/4/2019).

Selain itu, Ace mengomentari BPN yang mempersilakan Ma'ruf hadir dalam kampanye akbar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada 7 April mendatang. Menurut Ace, BPN harus tahu aturan.

"Soal mereka mau mengundang Abah Kiai Ma'ruf, seharusnya mereka tahu bahwa acara itu merupakan kampanye terbuka dalam rangka pilpres. Harus tahu aturan, dong. Masa cawapres kami diundang untuk kampanye mereka? Nanti mereka makin kalah, dong," ucap Ace.

Di sisi lain Wakil Ketua TKN Johnny G Plate memilih fokus pada kampanye pemenangan dengan strategi yang telah ditetapkan. Dia mendoakan kampanye Prabowo-Sandiaga lancar dan aman, meski tetap mengklaim kemenangan di tangan Jokowi-Ma'ruf.

"Kami mendoakan semoga kampanye paslon 02 tersebut berlangsung dengan lancar dan aman. Kami (NasDem) dan seluruh Tim Kampanye Nasional KIK melaksanakan pemilu dengan niat yang kuat untuk menjadikannya sebagai pesta demokrasi yang berkualitas dan menghasilkan pemimpin yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia," tutur Johnny.

"Kami meyakini pemimpin dimaksud adalah Jokowi-Ma'ruf, yang sudah terbukti berhasil dan didukung dengan pengalaman yang luas serta disukai mayoritas rakyat Indonesia," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga, M Taufik, mengatakan seluruh alumni 212 akan hadir dalam kampanye Prabowo-Sandiaga, 7 April. Ia juga mempersilakan Ma'ruf yang merupakan alumni 212 hadir bila berkenan.

"Hampir seluruh yang hadir di 212 hadir di sini. Insyaallah hadir. Kecuali Kiai Ma'ruf. Kalau Kiai Ma'ruf mau hadir juga, silakan," ujar Taufik.

Namun Ma'ruf langsung dengan tegas menolak karena menurutnya tak autentik. "Ya tidak (hadir)-lah, dan nggak ada hubungannya dengan 212 yang asli. Ini kan 212 PA (Persaudaraan Alumni)," ujar Ma'ruf di kediamannya, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/4).
Eksponen alumni Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) mendeklarasikan dukungan ke pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Alumni HMI menilai kinerja Jokowi pantas untuk dilanjutkan untuk periode kedua pemerintahanya.
"Ini bukanlah dukungan seketika. Satu tahun yang lalu kita sudah memutuskan dukungan ke Jokowi karena kinerja pemerintahanya yang baik. Setelah Ma'ruf terpilih menjadi cawapres, hal itu makin mempertebal keyakinan kita dukung Jokowi," ujar Ketua Umum eksponen alumni HMI Judilherry Justam di Rumah Aspirasi, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).
Dalam deklarasi tersebut, hadir Sekretaris Tim Kampanye Nasional Hasto Kristyanto dan Wakil Ketua TKN Arsul Sani.

10

Semula, deklarasi tersebut rencananya akan dihadiri oleh Ma'ruf. Namun demikian, diakui Judilherry, Ma'ruf Amin memiliki agenda lain dan membutuhkan istirahat.

"Beliau (Ma'ruf) begitu banyak agenda sehingga sebelum deklarasi kami ke rumahnya. Kami laporkan bahwa aspirasi alumni HMI banyak dukung Jokowi-Ma'ruf," ungkapnya kemudian.

Menurut Judilherry, Jokowi-Ma'ruf adalah dua pemimpin yang tepat karena keduanya seorang nasionalis dan religius. Jika Jokowi sudah dinilai berdasarkan kinerjanya, Ma'ruf dianggal alumni HMI sebagai pemimpin yang memiliki kapasitas yang mencukupi.

Ma'ruf, lanjutnya, kapasitasnya terbukti karena pernah menjadi ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pengetahuannya di bidang ekonomi syariah. Judilherry menyebut dari 16 petinggi alumni Pengurus Besar HMI, 10 orang mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Adapun enam orang lainnya mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Dari 16 petinggi, 10 orang dukung Jokowi. 6 orang memilih Prabowo. Sah-saja dukung siapapun asal tidak membawa institusi, tidak ada masalah dan kita hormati," jelasnya.
Ferdinand PD Minta Jokowi Tertibkan Pendukung, TKN: Introspeksi Diri!
Tim Kampanye Nasional (TKN) menilai sang capres, Joko Widodo (Jokowi), tidak perlu turun tangan tangan untuk menertibkan pendukung sesuai permintaan politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean. Hal ini menyusul tuduhan selingkuh dan peretasan akun Twitter yang dikaitkan Ferdinand dengan urusan politik.

"Aku nggak ngerti ya dia dikerjain apa nggak. Tapi ya, menurutku nggak penting sih. Ya, aku harap dia paham risikonya kalau jadi politikus salah sedikit digoreng. Apalagi di dalam masa seperti ini. Mau ditertibkan kayak apa, wong Pak Jokowi digoreng habis-habisan kok. Menurutku harus legawa, ini risiko dalam politik," kata anggota TKN, Eva Kusuma Sundari, ketika dihubungi, Rabu (3/4/2019).

Eva mengatakan Ferdinand seharusnya introspeksi diri. Ia menyarankan Ferdinand untuk mencontoh pada rekannya di Partai Demokrat, Andi Arief, yang dinilai lapang dada menghadapi masalah.

"Ya, saranku introspeksi, koreksi diri, tenang, nggak usah bertindak seolah-seolah tidak ada. Hadapi dengan dewasa. Seniornya dia, Andi Arief sudah kasih contoh menghadapi sesuatu dengan dada lapang. Jangan nyalahin orang lain," ucapnya.

Sebelumnya, Ferdinand menganggap peretasan akun Twitter dan tuduhan selingkuh kepada dirinya tidak jauh dari kepentingan politik. Ia menuduh peretasan akun Twitter-nya itu dilakukan pendukung Jokowi-Ma'ruf. Ferdinand meminta Jokowi turun tangan menertibkan pendukung.

"Saya meyakini bahwa ini tidak terlepas dari politik. Ini terkait dengan politik dan ini terkait dengan aktivitas saya, aktivitas kami yang menjadi korban di dalam politik. Mohon maaf saya harus menyatakan dan meminta supaya Pak Jokowi memerintahkan pendukungnya supaya tidak melakukan hal-hal seperti ini... saya melihat bahwa ini tidak terlepas dari politik," kata Ferdinand kepada wartawan, Rabu (3/4).

"Dan video itu tidak ada yang salah, tidak ada perbuatan senonoh. Jadi tidak masalah dan tidak salah. Rezim Jokowi memang harus ditumbangkan. Hal-hal yang pribadi pun diusik di zaman ini. Tidak sehat," sambung dia.


Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan sambutan dalam kunjungan Presiden Joko Widodo. Dia mendoakan Jokowi agar kembali memimpin bangsa ini.

"Teriring doa dari kami masyarakat Sragen, semoga bapak diberikan kekuatan kesehatan sehingga dapat kembali memimpin bangsa ini dengan baik," kata Yuni di GOR Diponegoro, Sragen, Rabu (3/4/2019).

Dalam kunjungan ke Sragen ini, Jokowi hadir sebagai presiden. Dia bersilaturahmi dengan para pelaku usaha di bidang pertanian dari Jawa Tengah.

Tak hanya doa, masyarakat Sragen juga tampak menyambut Jokowi dengan meriah di sepanjang jalan yang dilewati presiden. Mulai dari siswa sekolah, tukang becak dan kelompok organisasi berbaris menyambut Jokowi.

Menurut Yuni, hal tersebut memang sengaja dilakukan masyarakat Sragen. Masyarakat menunjukkan bukti bahwa mereka mencintai presidennya.

"Kami memadati GOR dan jalan-jalan khusus untuk menyambut Pak Presiden yang kami cintai," ujar Yuni.

Untuk diketahui, Bupati Yuni bersama wakilnya, Dedy Endriyatno diusung oleh Partai Gerindra dan PKS. Saat ini pun, Yuni masih menjadi Dewan Pembina DPC Gerindra Sragen.


Calon wakil presiden Ma'ruf Amin mengecam peristiwa pengeroyokan pendukung capres Jokowi oleh pendukung capres Prabowo Subianto. Ma'ruf menekankan tidak ada permusuhan meski beda pilihan.

"Wah itu saya kira tidak benar. Kita ini kan kontestasi, kok bisa keroyok-keroyokan?" ujar Ma'ruf seusai memperingati Isra Mikraj di Wisma Kinasih, Jl Salabintana, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (3/4/2019).

Ma'ruf berharap peristiwa tersebut tak terulang kembali. Ia juga mengimbau kepada seluruh pendukung paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin untuk menghindari perilaku yang menimbulkan keresahan itu.

"Janganlah, kita mengharapkan tidak ada dan dari relawan Jokowi-Ma'ruf tidak boleh ada keroyok-keroyokan, pencegatan, penghadangan, tidak boleh," imbau Ma'ruf.

"Kita melarang keras, jangan sampai," serunya.

Seperti diketahui pengeroyokam itu terjadi di Jl Jogja KM 11 tepatnya di depan SDN Krendetan, Kecamatan Bagelen pada Selasa (2/4). Satu warga menjadi korban pemukulan hingga mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Diketahui korban bernama Yuli Wijaya (28), warga Dukuh Sarangan, Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Purworejo, saat kejadian, ia tengah mengatur lalu lintas karena lokasi tersebut digunakan sebagai jalur keluar-masuk kendaraan proyek pertambangan batu andesit.

Korban yang kebetulan mengenakan kaus capres Jokowi tiba-tiba dihampiri oleh rombongan yang melintas.

"Rombongannya kan banyak itu orangnya, tiba-tiba ada salah satu yang balik arah dan menghampiri korban. Entah karena apa tiba-tiba rombongan memukul korban beramai-ramai. Ada yang melempar batu juga. Korban tidak bisa melawan dan jatuh, kemudian rombongan melanjutkan perjalanan ke arah Yogya," ujar Kapolsek Bagelen AKP Sarjana.

Massa yang berjumlah ratusan itu diketahui baru saja menghadiri kampanye terbuka pendukung Prabowo-Sandi di Lapangan Kemiri, Kecamatan Kemiri, Purworejo.

"(Pelaku pengeroyokan) rombongan dari kampanye yang dari Kemiri tadi. Kasusnya sampai sekarang masih kami tangani," tutupnya.

Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei terbaru Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf unggul dari pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Dalam survei yang menggunakan simulasi gambar pasangan capres-cawapres, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 50,8 persen dan Prabowo-Sandi sebesar 32 persen.

Sementara responden yang belum memilih atau tidak menandai kertas simulasi sebesar 17,2 persen. Demikian dipaparkan peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019).



"Tanda-tanda kemenangan ada di pasangan Jokowi-Ma'ruf," kata Hadi.

Dalam paparannya, Hadi juga membandingkan hasil survei lembaganya menjelang Pilpres 2014 lalu dengan hasil perolehan suara resmi dari KPU untuk pasangan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. Saat survei dilaksanakan pada Juni 2014, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 42,6 persen dan Indo Barometer memproyeksikan pasangan ini memperoleh suara 48 persen saat pencoblosan.

Selisihnya setelah pencoblosan pada Juli 2014, pasangan ini memperoleh suara 46,85 persen atau selisihnya dengan hasil survei -1,15 persen.

Sedangkan hasil survei pasangan Jokowi-JK pada Juni 2014 sebesar 46 persen dan diproyeksikan menang dengan perolehan suara 52 persen. Hasilnya setelah pencoblosan, pasangan Jokowi-JK memang 53,15 persen atau selisih +1,15 persen dari hasil survei.

"Indo Barometer telah membuktikan akurasi survei nasionalnya pada Pilpres 9 Juli 2014 lalu," ujarnya.

Pada survei Februari 2019, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 50,2 persen dan pada Maret naik menjadi 50,8 persen. Sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandi pada survei Februari mencapai 28,9 persen dan naik menjadi 32 persen pada Maret 2019.

Hadi menyampaikan, pihaknya juga memproyeksikan hasil perolehan suara pada 17 April mendatang di mana pasangan nomor urut 01 diproyeksikan memproleh 61,3 persen suara dan nomor urut 02 perolehan suaranya mencapai 38,7 persen.

"Selisih 01 dan 02 di proyeksi hasil Pilpres 17 April 2019 ialah 61,3 persen dikurangi 38,7 persen sama dengan (menang) 22 persen," sebutnya. Survei ini dilaksanakan di 34 provinsi pada tanggal 15-21 Maret. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Metode penarikan sampel menggunakan multistage random sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara tatap muka rumah menggunakan kuisioner. Responden survei adalah WNI yang telah memiliki hak pilih.
Kubu Jokowi - Ma'ruf Minta Rizieq Shihab Tak Provokasi Umat
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily meminta Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab tak memprovokasi umat dengan menyebarkan berita hoaks.

"Ingat, Habib Rizieq kan sedang di tanah suci. Tebarkan kesejukan. Kita harus memiliki komitmen bahwa pemilu itu harus kita sambut dengan kedamaian. Jangan selalu memprovokasi umat," ujar Ace di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Beberapa waktu lalu, Rizieq Shihab mengatakan para elite partai politik yang mengusung Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin meminta para ketua TPS di Arab Saudi untuk memudahkan pemenangan paslonnya.

Ace pun meminta agar Rizieq tak gmpang menuduh dan sebaiknya langsung dilaporkan saja ke pihak yang berwenang. Dengan begitu, pengawasan bersama pun dapat dilakukan.

Ace pun menegaskan, Rizieq sebaiknya juga tidak langsung menyebarkan informasi yang tidak berdasar. Sebab, hal itu dapat menjadi fitnah.

"Kalau Habib Rizieq hanya mendapat informasi dari orang lain, apakah sudah dilakukan tabayun (verifikasi) atau belum? Setiap info itu harus dipastikan kebenarannya. Menjelang pencoblosan itu banyak info yang berseliweran yang belum tentu benar," tukas Ace.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Agus Maftuh Abegebriel membantah pernyataan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menyebut kedatangan Menteri Luar Negeri (Menlu) ke Arab Saudi untuk mengarahkan dukungan warga negara Indonesia (WNI) di Pilpres, April mendatang.

Menurut dia, kedatangan Menlu Retno, beberapa pekan lalu merupakan agenda kerja resmi pemerintah, yaitu meresmikan Pelayanan Satu Atap di KJRI Jeddah.

Dia menampik tudingan Menlu juga berkunjung ke kantor KBRI Riyadh, untuk kepentingan Pilpres.

"KBRI Riyadh jaraknya 1100 km dari Jeddah. Tidak benar Menlu RI datang ke Arab Saudi untuk mengarahkan KBRI dan KJRI menyukseskan pasangan capres-cawapres tertentu. Tuduhan Rizieq Shihab di Kota suci Madinah tersebut, fitnah," ucap Agus dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/4/2019).

Tak hanya menampik kabar tersebut, Agus juga mengklarifikasi pernyataan Rizieq Shihablainnya, yang menuduh dirinya mencabut paspor Imam Besar FPI itu. Dalam video yang beredar, Rizieq juga menuding Dubes RI di Arab Saudi akan mencabut paspor WNI yang mendukung pasangan capres-cawapres tertentu.

"Tuduhan tersebut adalah sangat tidak berdasar dan mengarah pada penyebaran fitnah yang sistimatis terhadap perwakilan RI yang berada di Arab Saudi," kata dia.
 Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku prihatin dengan praktik politik yang tidak memperhatikan etika dan tata nilai Indonesia. Menurutnya, etika politik di Indonesia harus dibenahi.

Jokowi mengaku geram dengan fitnah yang bertebaran. Jokowi mengaku saat ini dirinya masih melihat ada saja yang memfitnah dirinya Partai Komunis Indonesia.



"Saya 4,5 tahun dihina, dicela, difitnah, coba lihat di medsos. Saya diam, tapi saya sekarang mulai jawab," kata Jokowi dalam pertemuan dengan peserta Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) X Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di Kota Manado, Minggu (31/3) malam.

Terkait tudingan pro-asing, Jokowi mengatakan jumlah tenaga kerja asing di Indonesia sedikit dibanding negara lain seperti Malaysia, Singapura, Arab Saudi.

"Untung saya orang sabar, bukan orang yang temperamen," katanya.

Ia mengatakan menjadi tugas semua pihak untuk mengingatkan mana yang salah dan mana yang betul. "Inilah tata krama politik yang harus dibenahi, sedih, banyak yang bukan etika berpolitik kita," kata Presiden Jokowi.

Pernyataan Jokowi dinilai melunak soal tanggapan atas aksi fitnah untuknya. Sebab dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, Jokowi kerap menggunakan diksi 'saya akan lawan' tiap kali menceritakan fitnah yang kerap dihadapinya dari lawan politik.

Sementara itu, Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sebelumnya juga mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan hasutan dan fitnah yang menyudutkan kubunya di Pilpres 2019. Prabowo meminta masyarakat untuk membalas fitnah dan hoaks dengan budi pekerti yang baik.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berorasi di kampanye terbuka ketika menyapa masyarakat Bali, Selasa 26 Maret silam. Prabowo mengingatkan tidak sepatutnya fitnah dan keburukan dibalas dengan hal serupa.

"Tidak apa-apa kita disakiti, kita ksatria, kita kuat, kita tegar, kita tabah, tapi kita balas dengan kebaikan budi kita. Dicaci maki balas dengan senyum, kalau difitnah kita joget saja," kata Prabowo.

SDM

video

Dukungan

Cat-5

Cat-6